Pedagang Bapok Kena Dampak Padam Listrik, Untung Anjlok hingga 25 Persen 
Eti Wahyuni May 24, 2026 08:54 PM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sejumlah pedagang bahan pokok (bapok) di pasar Medan menjerit lantaran padamnya listrik seharian yang terjadi kemarin, Sabtu (23/5/2026). 

Pantauan Tribun Medan, pedagang di Pasar Pringgan, Setiabudi hingga Sekambing mengeluhkan hal yang serupa. 

Diantaranya, berkurangnya keuntungan dan banyak barang dagangan yang tidak lagi segar, membuat para pedagang memilih tidak berjualan pada hari tersebut.

Satu diantaranya pedagang daging ayam di Pasar Pringgan, Adi. Ia mengaku pendapatannya berkurang 25 persen. 

Biasanya, katanya, daging ayam yang sudah berjualan sejak tahun 2000 ini bisa menghabiskan 140 ekor per hari. 

"Kalau harga ya, sebelum mati lampu atau waktu mati lampu atau setelahnya tetap sama ya, tidak naik atau turun, harganya Rp 35 ribu sekilo. Cuma dampak mati lampu ini omzet pendapatan berkurang 25 persen," jelasnya kepada Tribun Medan, Minggu (24/5).

Menurutnya, dampak mati lampu, banyak pedagang daging ayam yang memilih tidak berjualan.

Baca juga: Blackout di Medan, Ketua DPRD dan HMI Berang ke PLN: Bayar Kompensasi dan Ganti Rugi Rakyat

"Karena kami kesulitan untuk motong dan melepas kulit ayam. Itu kan harus pakai listrik, jadi karena mati semalam, hari kemarin saya hanya jual 80 ekor. Padahal biasanya 140 ekor per hari," ucapnya.

Sementara pedagang cabai di Pasar Setia Budi Medan, Susanti mengatakan, harga cabai mengalami peningkatan, namun tidak signifikan. 

"Enggak tau ya, apa ini dampak mati lampu atau bukan, tapi sampai hari ini harga cabai Rp 55 ribu per /kg, bawang merah Rp 45 ribu per kg, dan cabai rawit Rp 35 ribu per kg," ucapnya. 

Namun, pedagang ikan di Pasar Sekambing mengaku harga ikan belakangan ini meningkat, bahkan sebelum kejadian mati lampu tersebut 

"Kalau harga ikan, yang paling meningkat itu, ikan dencis ya, Rp 55 ribu per kg. Biasanya Rp 35 ribu per kg. Kalau yang lain harganya naik, tapi sedikit. Nggak terlalu la," jelasnya.

Dilanjutkannya, dampak mati lampu bukan di kenaikan harga ikan, melainkan ikan yang sampai ke mereka tidak lagi segar. 

"Dampaknya itu sebenarnya, ikan yang kami ambil dari pergudangan ikan itu tidak lagi segar. Karena es pendingin ikan cair semua. Jadi kayak nggak enaklah dilihat kalau dijual. Makanya kemarin ambilnya sedikit saja. Kalau omzet pendapatan di hari kemarin pastinya berkuang," jelasnya. 

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Sumut,  Charles Situmorang mengatakan, pasca pemadaman listrik kemarin harga bapok di Pasar Medan masih cukup stabil.

"Harga bapok masih stabil di Medan ya. Karena para pedagang ini menjual dagangannya masih pagi hari dan di ruangan terbuka. Jadi meski adanya blackout, tidak ada masalah dengan stok dan harga bapok," jelasnya kepada Tribun Medan. 

Dikatakannya, sejauh ini pihaknya masih memantau pasar di Medan. Sementara untuk di kabupaten/kota masih menunggu laporan.

"Kita pantau di Pasar Induk Lau Cih ya, kalau dari laporan itu, mereka mengeluhkan di masalah pembayaran. Karena, sekarang banyak yang bayar nontunai, sementara jaringan sulit saat mati lampu kemarin. Tapi untuk yang lain semua masih stabil," jelanya.

Dikatakannya, jika pun ada kenaikan bapok, terpantau masih di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).

"Untuk pasar di kabupaten/kota, kita masih menunggu laporan. Namun dipastikan untuk Medan masih stabil meski adanya blackout," jelasnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.