Marc-André ter Stegen hanya tampil beberapa kali sepanjang musim 2025/26, namun ia berhasil mencatatkan pencapaian langka selama periode tersebut.
Kiper berusia 34 tahun itu sukses meraih gelar juara liga sekaligus mengalami degradasi bersama dua tim berbeda dalam satu musim yang sama.
Ter Stegen masih berstatus pemain pinjaman di Girona dari FC Barcelona hingga akhir Juni. Sementara Blaugrana telah memastikan gelar juara liga beberapa pekan lalu lewat kemenangan di laga El Clásico melawan Real Madrid, Girona justru harus menerima kenyataan terdegradasi ke divisi dua Spanyol setelah bermain imbang 1–1 melawan Elche pada Sabtu.
Namun, penjaga gawang internasional Jerman itu tidak memikul tanggung jawab besar atas turunnya Girona. Sejak bergabung pada bursa transfer musim dingin, ia hanya tampil dua kali di paruh kedua musim—dalam hasil imbang 1–1 melawan Getafe dan kekalahan 0–1 dari Real Oviedo pada akhir Januari. Cedera paha membuatnya absen hingga akhir musim, dan ia juga dipastikan tidak akan bergabung dengan skuad DFB untuk Piala Dunia di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Marc-André ter Stegen kini menghadapi masa depan yang tidak pasti.
Bahkan sebelum masa pinjamannya, ter Stegen sudah menepi cukup lama antara September 2024 hingga Desember 2025 akibat cedera tendon patela yang robek serta masalah punggung yang berkepanjangan. Karena itu, masa depannya kini menjadi tanda tanya besar. Meskipun kontraknya bersama FC Barcelona masih berlaku hingga 2028, peluangnya untuk bertahan di klub Katalonia tersebut tampak kecil karena ia sudah lama kehilangan posisi kiper utama yang kini dipegang oleh Joan Garcia.
Media Spanyol Mundo Deportivo bahkan menyebutnya sebagai "bola panas". Laporan tersebut menjelaskan bahwa penjualan ter Stegen akan sulit dilakukan karena faktor gaji tinggi, riwayat cedera, dan usianya. Selain itu, solusi cepat tampaknya tidak akan terjadi karena ter Stegen dikabarkan ingin tetap tinggal di Barcelona.
Karier Marc-André ter Stegen di FC Barcelona dalam angka