BANGKAPOS.COM,BANGKA - Universitas Terbuka (UT) Kota Pangkalpinang menggelar wisuda periode I tahun 2026 yang diikuti sebanyak 394 wisudawan di Ballroom Kantor PT Timah Tbk, Minggu (24/5/2026).
Dari total tersebut, sebanyak 392 merupakan wisudawan program sarjana (S1) dan dua lainnya wisudawan Diploma IV.
Rektor Universitas Terbuka Pangkalpinang, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., menyampaikan rasa syukurnya sekaligus menegaskan komitmen dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
"Kami berharap para wisudawan dapat mengembangkan ilmu pengetahuannya, sekaligus mendarmabaktikan semua kemampuannya untuk ikut membangun dan menjadikan Bangka Belitung makmur dan sejahtera," ujar Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si.
Melalui inovasi dan adaptasi, alumni Universitas Terbuka Pangkalpinang dinilai terbukti mampu menempuh pendidikan sekaligus memunculkan daya kreativitas untuk diterjemahkan ke dalam karya nyata di masyarakat.
"Memang salah satu kelebihan mahasiswa UT selain disiplin dan komitmen, juga kemampuan beradaptasi dengan segala perubahan. UT masif dalam digital learning technology, kami berharap mereka juga adaptif dan mengadopsi segala inovasi teknologi digital untuk mempercepat proses pembangunan di wilayah Bangka Belitung," bebernya.
Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., mengatakan perbedaan UT dengan perguruan tinggi lainnya terletak pada sistem pembelajaran yang tidak mengharuskan mahasiswa hadir secara tatap muka atau datang ke kampus.
"Sementara UT, mahasiswa tetap belajar tanpa meninggalkan tempatnya, dan pada saat belajar pula dia bisa mengabdikan ilmu pengetahuannya saat itu juga," jelasnya.
Pihaknya juga menyebut Universitas Terbuka Pangkalpinang memberikan ruang seluas-luasnya kepada masyarakat yang ingin menempuh pendidikan, meskipun berstatus sebagai pekerja.
"Demografi mahasiswa kita mayoritas sudah bekerja. Kalaupun belum bekerja, dua hingga tiga semester berikutnya dia akan bekerja. Sehingga yang menjadikan sumbangsih terbesar UT adalah tidak menciptakan pengangguran, tetapi menciptakan kapabilitas sumber daya yang siap meng-upgrade dirinya dan masyarakatnya," ungkapnya.
Hal senada diungkapkan Direktur UT Pangkalpinang, Unggul Utan Sufandi, S.Kom., M.Si., terkait pentingnya para wisudawan memberikan dampak bagi masyarakat luas maupun keluarga mereka.
"Kami juga berkomitmen untuk memberikan layanan dan membantu program pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa, maupun nantinya lulusan memiliki andil atau berdampak langsung bagi masyarakat," kata Unggul Utan Sufandi, S.Kom., M.Si.
Unggul Utan Sufandi, S.Kom., M.Si., mengatakan pemanfaatan teknologi, termasuk AI, harus disikapi secara bijak dengan mengedepankan integritas dan etika.
"AI atau teknologi lainnya hanya alat bantu, tetapi humanisme dan karakter manusia menjadi lebih penting. Itu yang nantinya akan berimplikasi pada dampak apa yang bisa diberikan," tegasnya.
"Setiap individu yang berhenti belajar adalah pemilik masa lalu, dan setiap individu yang selalu belajar adalah pemilik masa depan. Selalulah belajar untuk menggapai masa depan," tambahnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sumber Daya, dan Umum, Dr. Adrian Sutawijaya, S.E., M.Si., mengatakan animo masyarakat untuk berkuliah di UT Pangkalpinang semakin baik dan terus meningkat.
"Ini menunjukkan bahwa UT sudah menjadi bagian penting. Transformasi UT saat ini sudah sangat baik, memberikan layanan yang mungkin tidak bisa dijangkau oleh perguruan tinggi lain melalui fleksibilitasnya. Mudah-mudahan kualitas tetap terjaga dan bisa bermanfaat bagi masyarakat Indonesia umumnya dan masyarakat Bangka Belitung pada khususnya," ungkap Dr. Adrian Sutawijaya, S.E., M.Si.
(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy).