TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Jajaran Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Banyumas secara resmi mulai memanaskan mesin politik partai demi menyongsong berbagai agenda politik penting di masa mendatang.
Dalam pergelaran Musyawarah Anak Cabang (Musancab) yang dihelat di gedung GOR Serba Guna GOR Satria Purwokerto pada Minggu (24/5/2026), kubu PDIP Banyumas secara berani menetapkan sebuah target raihan yang besar, yakni membidik perolehan hingga 27 kursi parlemen di DPRD Banyumas dalam perhelatan pemilu berikutnya.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, mengutarakan bahwa impian target puluhan kursi tersebut sejatinya bukanlah sebuah perkara yang mudah untuk diwujudkan, serta dipastikan memerlukan konsistensi kerja keras dari seluruh elemen kader partai hingga ke lapisan paling bawah.
Baca juga: Dua Kursi DPRD Kebumen Kosong, PDI-P Belum Proses PAW
"Kalau saya enggak usah muluk-muluk lah. Kalau PDI betul-betul solid ya, saya pikir untuk mempertahankan itu bukan hal yang susah. Tapi untuk menaikkan kursi itu memang kita harus kerja keras," tuturnya secara terbuka kepada Tribunbanyumas.com.
Dalam agenda Musancab kali ini, terpantau dihadiri oleh jajaran pengurus Pengurus Anak Cabang (PAC) berikut struktur fungsional partai tingkat kecamatan yang berasal dari total 27 kecamatan di seluruh wilayah Banyumas. Rangkaian perhelatan ini didesain sebagai bagian penting dari langkah konsolidasi internal partai sebelum nantinya berlanjut ke tahap musyawarah di tingkat ranting hingga ke anak ranting.
Sadewo memaparkan, selepas rampungnya agenda Musancab ini, struktur partai dijadwalkan bakal segera melanjutkan rangkaian tahapan Musyawarah Ranting (Musran) guna menyusun komposisi pengurus di tingkat desa serta kelurahan, sebelum pada akhirnya ditutup dengan agenda Musyawarah Anak Ranting.
"Kita masih konsentrasi di konsolidasi internal. Setelah ini nunggu jadwal Musran, jadi pemilihan ranting serta pengurus tingkat desa dan kelurahan. Kemudian musyawarah anak ranting. Setelah itu baru bagaimana mensolidkan partai," urainya menjabarkan rencana kerja organisasi.
Menurut pandangan dia, penguatan fondasi konsolidasi internal menjadi sebuah hal yang sangat krusial mengingat peta struktural kepengurusan PDIP di wilayah Banyumas sejauh ini sudah berhasil dibentuk rapi hingga menyentuh level anak ranting.
"Kalau PDI memang sudah sampai ke tingkatan pelopor, urusannya sudah sampai ke anak ranting. Semua terpenuhi. Jadi konsolidasi internal itu sangat penting. Harapannya tentunya elektoral," katanya memaparkan kekuatan basis akar rumput.
Ia mengimbuhkan bahwa nantinya pada setiap kepengurusan PAC akan diisi oleh personel sekitar 9 hingga 11 orang pengurus sebagai bentuk konkret dari penguatan manajemen organisasi partai. Di sisi lain, Sadewo mengekspresikan rasa optimisme yang tinggi bahwa konstelasi politik Banyumas ke depan akan tetap bertahan sebagai basis pertahanan kuat bagi PDIP, atau yang lazim dijuluki oleh publik sebagai “kandang banteng”.
"Banyumas memang dari dulu kandang banteng. Kita akan berupaya keras untuk dipertahankan dan ditingkatkan," ungkapnya penuh rasa percaya diri.
Saat disinggung mengenai dinamika situasi politik di tingkat nasional yang saat ini tengah dinakhodai oleh jajaran partai politik yang berbeda, Sadewo memberikan penegasan jika perbedaan tersebut sama sekali tidak menjadi batu sandungan atau rintangan bagi wilayah Kabupaten Banyumas untuk terus memperoleh perhatian pembangunan dari jajaran pemerintah pusat.
Dirinya mengklaim telah berulang kali melakoni agenda pertemuan tatap muka bersama sejumlah menteri kabinet, dan dalam kesempatan tersebut ia sama sekali tidak pernah mendapatkan diskriminasi atau dipertanyakan mengenai latar belakang warna politiknya sebagai seorang kepala daerah yang diusung oleh PDI Perjuangan.
"Kalau di Banyumas ini enjoy-enjoy aja. Saya beberapa kali ketemu menteri, tidak pernah ditanya, 'eh kamu bupati dari PDI enggak?' Tidak pernah," cetusnya menceritakan pengalamannya.
Menurut hemat dia, keharmonisan hubungan kerja antar-level pemerintahan tersebut telah terbukti secara nyata dengan masih derasnya kucuran alokasi dana bantuan dari pemerintah pusat yang mengalir masuk ke area Kabupaten Banyumas.
"Bahkan kemarin dapat apresiasi dari Pak Presiden. Kita rencananya akan diberikan bantuan 15 TPST total nilainya Rp111 miliar," akunya membeberkan nominal angka bantuan infrastruktur sampah tersebut.
Sadewo memberikan penilaian bahwa kucuran bantuan dana bernilai jumbo itu menjadi sebuah bukti konkret jika pihak pemerintah pusat senantiasa memberikan sokongan pembangunan yang adil tanpa pernah memandang sebelah mata latar belakang sekat partai politik dari sang kepala daerah di wilayah.
"Bagi saya, meskipun saya dari PDI Perjuangan, ternyata di pusat tidak pernah ditanyakan. Tetap dikasih bantuan," tandasnya memungkasi perbincangan. (jti)