Soal dan Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 SMP Halaman 158-159 Kurikulum Merdeka
Evan Saputra May 24, 2026 10:03 PM

BANGKAPOS.COM - Berikut ini rangkuman kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 Kurikulum 2013 halaman 158-159 hanya sebagai panduan, jawaban dari setiap soal tidak terpaku dari kunci jawaban ini.

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 SMP halaman 158-159 Kurikulum 2013

Kegiatan 6.2

A. Sebutkanlah judul-judul yang kamu ketahui berkaitan dengan jenis-jenis karya di bawah ini! Tuliskan pula isinya secara ringkas!

Baca juga: Soal dan Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 240-241 Kurikulum Merdeka

Kunci Jawaban:

1. Kumpulan Cerpen

Judul (I): 11:11 (Fiersa Besari)

Isi (I): Berisi sebelas cerita yang disertai soundtrack atau lagu-lagu pengiring.
Judul (II): Laki-Laki Yang Salah (Lan Fang)

Isi (II): Kumpulan cerpen ini berisi lima belas kisah tentang laki-laki yang memiliki kesalahan pada masing-masing kisahnya. Kumpulan cerpen ini dibagi menjadi tiga bagian: siang, malam, dan pagi.
2. Novel

Judul (I): 5 CM (Dhonny Hirgantoro)

Isi (I): Berkisah tentang lima sahabat yang berpetualang dan membawa mereka kedalam lika-liku kehidupan.
Judul (II): Laskar Pelangi (Andrea Hirata)

Isi (II): Mengisahkan tentang dunia pendidikan saat sebuah sekolah akan ditutup karena kekurangan murid dan tidak memiliki sarana dan prasarana yang lengkap.
3. Buku Ilmu Pengetahuan

Judul (I): Miracle Number (Addit, P dan Budiarto, SE)

Isi (I): Berisi tentang strategi belajar cepat matematika menggunakan konsep yang mudah dipahami dalam melatih dan memaksimalkan fungsi otak agar lebih mudah berkonsentrasi.
Judul (II): Budidaya Mangga (Kusno Waluyo)

Isi (II): Berisi tentang budidaya buah mangga, di dalam buku ini terdapat pembahasan tentang morfologi tanaman mangga sampai dengan cara budidaya buah mangga.

4. Film

Judul (I): Cek Toko Sebelah

Isi (I): Film ini bercerita tentang seorang pedagang bernama koh Afung yang ingin mencari penerusnya dalam mengurus toko.
Koh Afung memiliki dua anak laki-laki yang memiliki kecerdasan dan sikap yang berbanding terbalik.
Judul (II): Habibie dan Ainun (2012)

Isi (II): Film ini dibuat berdasarkan kisah nyata antara mantan presiden Indonesia B.J. Habibie dan istrinya Ainun.
Tidak hanya menyajikan kisah romansa saja, tapi film ini juga menceritakan tentang perjuangan B.J Habibie dalam meraih cita-citanya.

5. Drama

Judul (I): Tanah Yang Hilang

Isi (I): Menceritakan perjuangan seorang ayah yang tidak ingin menjual tanahnya oleh seorang pengusaha walaupun sudah diberi iming-iming harta yang banyak dan kehidupan yang gemilang.
Judul (II): Ningrat

Isi (II): Menceritakan tentang kisah percintaan dua anak manusia yang memiliki perbedaan derajat kehidupan dalam masyarakat.
6. Album Lagu

Judul (I): Kisah Klasik Masa Depan (Sheila On 7)

Isi (I): Berisi 12 lagu " Sahabat Sejati", "Bila Kau Tak Disampingku", "Sephia", "Just For My Mom", "Temani Aku", "Sebuah Kisah Klasik", "Pagi Yang Menakjubkan", "Lihat, Dengar dan Rasakan", "Tunggu Aku Di Jakarta", "Karna Aku Setia", "Tunjuk Satu Bintang" dan "Selamat Tidur".
Judul (II): Bintang di Surga (Peterpan)

Isi (II): Dirilis tahun 2004 dan berisi sepuluh lagu single berjudul: "Ada Apa Denganmu", "Tentangmu", "Di Belakangku", "Ku Katakan Dengan Indah", "Khayalan Tingkat Tinggi", "2 DSD", "Diatas Normal", "Aku", "Masa Lalu Tertinggal", dan "Bintang di Surga".

B. 1. Bacalah pula sebuah contoh teks ulasan, baik itu bersumber dari buku, surat kabar, majalah, ataupun internet!

2. Jelaskanlah isi karya dari yang diulasnya itu (objek ulasan)!

3. Tuliskan pula kelebihan dan kelemahannya secara garis besar!

Judul ulasan: ….

Sumber :

Kunci Jawaban:

Judul ulasan: Review Novel Gadis Kretek Ratih Kumala

Sumber: Gramedia Pustaka Utama

Jenis/Objek Ulasan: Novel Gadis Kretek: Kaya Wangi Tembakau, Sarat Aroma Cinta

Kelebihan:

Kekuatan novel ini terletak pada ide cerita dan racikan yang apik yang dilakukan oleh penulis.

Tidak menyangka rokok kretek yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat dapat disulap menjadi novel yang luar biasa keren. Ia mampu memadukan antara cinta, keluarga, bisnis dalam balutan sejarah dan budaya.

Tidak heran jika berkat novel ini Ratih Kumala masuk nominasi Khatulistiwa Literary Award 2012. Lebih dari itu, novel ini juga telah dialihbahasakan dalam dua versi, yakni bahasa Jerman dengan judul Das Cigarettenmadchen (Culturbooks, 2015) dan bahasa Inggris Cigarette Girl (Moonsoon Books, UK, 2017).

Saat membaca novel ini, pembaca merasa mendapatkan informasi baru mengenai rokok, baik sejarahnya, prosesnya, rasanya, hingga resep rahasia racikan rokok.

Pembaca perlu mengapresiasi penulis yang berusaha meramu semua unsur tersebut dengan porsi yang pas dan riset yang serius sekaligus mendalam mengenai industri rokok Indonesia.

Dari segi romansa, novel ini tidak terlalu berlebihan dan pas. Tidak hanya mengisahkan kisah cinta yang kosong. Berkat dibungkus sejarah perjuangan Indonesia, kisah picisan menjadi lebih berbobot.

Kekurangan:

Tidak diketahui parameter kenikmatan isapan rokok kretek tetapi dari membaca novel ini hampir bisa merasakan asap kretek mengelilingi pembaca dengan rasa yang berbeda.

Adapun beberapa hal yang menjadi kekurangan dalam novel ini. Pertama, kisah Gadis Kretek yang menjadi judul dalam novel ini porsinya kurang banyak, kurang tergali. Ketika membaca novel ini pembaca tidak lantas mengetahui siapa Jeng Yah. pembaca menunggu dengan sabar kapan tokoh Jeng Yah ini muncul.

Lebih kurang separuh halaman didominasi oleh kisah perjuangan dan persaingan generasi pertama, Idroes Moeria (ayah Jeng Yah) dengan Soedjagad (mertua Pak Soeraja) dalam memulai dan membangun kerajaan bisnis kretek mereka, sementara Jeng Yah berasal dari generasi kedua.

Kedua, di dalam novel ini pembaca masih menemukan beberapa salah ketik (typo), penulisan nama tokoh yang tertukar atau tidak sesuai, dan ketidakkonsistenan dalam menggunakan ejaan lama. Oleh karena novel yang pembaca baca adalah cetakan pertama pada tahun 2012, pembaca berharap kesalahan seperti itu tidak ditemukan dalam cetakan terbaru (2019).

Ketiga, pembaca merasa terganggu dengan sebutan nama Kota M. Pasalnya nama-nama Kota lain ditulis dengan gamblang, seperti Kota Kudus, Magelang, Jakarta, Soerabaya. Sementara Kota M tetap menjadi misteri hingga akhir cerita.

Penulis hanya memberikan clue letak kota M berada di antara Magelang dan Jogjakarta, serta hanya memiliki satu jalan utama. pembaca pernah membaca salah satu reviewer novel ini menebak bahwa Kota M adalah Kota Muntilan.

Keempat, pembaca dibuat penasaran mengenai siapa yang mencuri ari-ari Jeng Yah. Sampai akhir cerita pembaca tidak menemukan pelakunya.

Tidak dibahas lebih lanjut sehingga pembaca hanya mampu menerka-nerka pelaku pencuri ari-ari berdasarkan akhir cerita nasib keluarga Jeng Yah.

Kelima, di awal kisah sampai pertengahan pembaca menikmati kisahnya tetapi ketika menjelang akhir terkesan harus cepat selesai.

Padahal sebelumnya ritmenya terjaga, runtut menjadi sedikit berantakan, seperti ada bagian yang sengaja dipotong. Meski demikian pembaca cukup dibuat terkejut dengan ending yang sedikit meleset dari tebakan pembaca.

Disclaimer: 

(Tribunnews/bangkapos.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.