Kuala Lumpur (ANTARA) - Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia Dato' Mohammad Iman Hascarya Kusumo mengatakan guru-guru di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) merupakan pionir dalam pendidikan anak-anak Indonesia di Malaysia.

Hal tersebut disampaikan Dubes Iman dalam sambutannya di acara Upacara Wisuda bagi siswa dan siswi lulusan SIKL dan Program Pendidikan Non Formal (PNF), di Aula Hassanuddin KBRI Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (23/5).

"Guru-guru SIKL pionir dalam mengemban amanat, karena mereka selain mengajar di SIKL, juga mengajar Pendidikan Jarak Jauh, serta menjadi guru bina bagi Sanggar Bimbingan di Seluruh Semenanjung Malaysia," kata Dubes Iman.

Dubes menyatakan KBRI Kuala Lumpur melalui Atase Pendidikan akan senantiasa memberikan perhatian yang maksimal terhadap pendidikan putra dan putri Indonesia di Malaysia.

Dia mengucapkan selamat kepada anak-anak SIKL yang telah lolos ke Perguruan Tinggi pilihan di Indonesia, serta kepada 33 siswa jenjang SMP yang akan kembali ke tanah air untuk meneruskan pendidikan melalui program “Beasiswa Afirmasi Pendidikan Menengah atau ADEM Repatriasi.”

Dubes menyampaikan KBRI dan SIKL mengajak semua pihak, terutama orang tua murid untuk bersinergi dalam mendidik putra putri bangsa agar bukan saja mahir dalam bidang akademik, tetapi memiliki wawasan luas serta akhlak yang baik.

"Kita tidak ingin melahirkan generasi yang minim wawasan kebangsaan dan budi pekerti. Dunia pendidikan harus mampu melahirkan generasi-generasi yang berintegritas tinggi, generasi yang menguasai dunia internasional, namun pada saat yang sama juga dekat dengan kearifan lokal tanah airnya," jelas Dubes Iman.

Dubes berjanji akan berusaha yang terbaik untuk kepentingan warga negara Indonesia di Malaysia.

"Mari kita berbuat untuk nusa, bangsa, dan agama kita, sesuai dengan posisi kita masing-masing," seru Dubes.

Upacara wisuda pelajar SIKL dan PNF dilaksanakan dua hari yakni Sabtu (23/5) untuk lulusan SIKL dan Minggu (24/5) bagi lulusan PNF.

Lulusan untuk seluruh jenjang pendidikan pada tahun ini berjumlah 410 siswa, terdiri atas 170 lulusan dari SIKL dan 240 lulusan dari PNF, baik Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Pembelajaran Jarak Jauh (PKBM PJJ) maupun Sanggar Bimbingan (SB).