Jembrana, Bali (ANTARA) - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyatakan mewaspadai cuaca ekstrem di Selat Bali yang menghubungkan Pelabuhan Gilimanuk di Kabupaten Jembrana, Bali dengan Pelabuhan Ketapang di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
"Perubahan kondisi cuaca di Selat Bali berdampak pada penyesuaian operasional kapal, terutama saat proses manuver sandar dan bongkar muat yang harus dilakukan lebih hati-hati," kata Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry Windy Andale di Jembrana, Minggu.
Situasi itu, kata dia, menyebabkan antrean kendaraan di sejumlah titik di sekitar pelabuhan.
Namun pihaknya memastikan penanganan dilakukan cepat dan terukur agar arus kendaraan tetap bergerak.
Pihaknya memahami adanya peningkatan waktu tunggu masuk kapal yang menjadi perhatian pengguna jasa, namun dalam kondisi cuaca yang dinamis seluruh proses pelayanan harus dilakukan dengan prinsip kehati-hatian.
"Keselamatan tidak bisa dikompromikan dan menjadi prioritas utama dalam setiap perjalanan penyeberangan,” katanya.
Terkait kesiapan menghadapi libur Hari Raya Idul Adha, menyusul insiden dua kapal kandas di lintasan Ketapang–Gilimanuk beberapa waktu lalu, menurut dia ASDP melakukan evaluasi operasional bersama regulator dan seluruh pemangku kepentingan.
Evaluasi itu, kata dia, mencakup penguatan prosedur keselamatan pelayaran, pengaturan pola operasi kapal, hingga kesiapsiagaan petugas lapangan.
Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, kantong parkir di Bulusan yang mampu menampung 400 unit truk akan dimaksimalkan.
"Pada titik-titik krusial juga akan ditempatkan petugas untuk memastikan arus kendaraan tetap bergerak dan tidak mengalami stagnasi panjang," katanya.
Selain itu, menurut dia, akan ada tambahan armada kapal yaitu KMP Rodhita yang memiliki kapasitas angkut hingga 58 unit kendaraan kecil atau sekitar 30 unit kendaraan campuran.
General Manager PT ASDP indonesia Ferry Ketapang Arief Eko Kurniansjah mengatakan fokus utama di lapangan adalah menjaga kelancaran distribusi kendaraan secara bertahap dan tertib.
“Meski ada antrean, kendaraan harus tetap bergerak. Itu yang paling penting. Karena itu kami memastikan seluruh pola pengaturan kendaraan berjalan terkoordinasi sehingga kepadatan di area pelabuhan tetap terkendali,” katanya.
Baca juga: ASDP perkuat akses wisata Danau Toba selama libur panjang





