SURYA.CO.ID - Memasuki bulan Dzulhijjah, umat Islam di seluruh dunia menyambut salah satu waktu paling mulia dalam setahun.
Selain ibadah haji, terdapat amalan sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Muslim yang tidak berangkat ke Tanah Suci, yakni Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah.
Berikut adalah panduan lengkap mengenai Niat Puasa Tarwiyah 2026, jadwal pelaksanaannya, hingga keutamaan luar biasa yang terkandung di dalamnya.
Berdasarkan buku Buku Pintar Puasa Wajib dan Sunnah karya Nur Solikhin, Puasa Tarwiyah adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah.
Hari ini disebut Hari Tarwiyah (hari melepas dahaga/berbekal air) karena pada zaman dahulu, jamaah haji menyiapkan perbekalan air di Mina untuk perjalanan menuju Padang Arafah keesokan harinya.
Secara spiritual, hari ini adalah persiapan batin sebelum memasuki puncak haji, yaitu Wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah.
Baca juga: Keutamaan Puasa Arafah 9 Dzulhijjah 1447 H dan Bacaan Niatnya, Jatuh Pada 26 Mei 2026
Berdasarkan kalender Hijriah Indonesia 2026 (1447 H), berikut adalah perkiraan jadwal pelaksanaannya:
Sebelum menjalankan ibadah ini, niat dapat dilafalkan dalam hati atau diucapkan secara lisan pada malam hari atau sebelum terbit fajar.
1. Niat Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta'ala.
Artinya: "Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta'ala."
2. Niat Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta'ala.
Artinya: "Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta'ala."
Melaksanakan puasa di awal bulan Dzulhijjah memiliki kemuliaan yang besar. Berikut beberapa keutamaannya:
1. Menghapuskan Dosa Dua Tahun
Keutamaan utama puasa di bulan ini merujuk pada hadis Rasulullah SAW mengenai Puasa Arafah:
“Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim).
2. Mendekatkan Diri pada Keberkahan 10 Hari Pertama Dzulhijjah
Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah adalah hari-hari yang paling dicintai Allah SWT untuk beramal shalih. Puasa Tarwiyah pada tanggal 8 menjadi rangkaian pembuka menuju kemuliaan hari Arafah.
3. Mengikuti Sunnah Nabi Muhammad SAW
Puasa ini adalah amalan yang dicontohkan oleh Nabi SAW bagi mereka yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji, sebagai bentuk solidaritas spiritual dengan jamaah haji di Tanah Suci.
Tata cara puasa Tarwiyah sama dengan puasa sunnah pada umumnya:
1. Membaca Niat: Dilakukan pada malam hari hingga sebelum subuh.
2. Makan Sahur: Sangat dianjurkan meski hanya dengan segelas air.
3. Menahan Diri: Menghindari hal-hal yang membatalkan puasa (makan, minum, hubungan suami istri) dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
4. Menjaga Lisan dan Perbuatan: Menghindari maksiat, ghibah, dan emosi agar pahala puasa sempurna.
5. Berbuka Puasa: Menyegerakan berbuka saat adzan maghrib berkumandang.