Laporan langsung wartawan Tribunnews.com dan Media Center Haji dari Arab Saudi, Sri Juliati
SRIPOKU.COM - Mbah Marsiyah menjadi jemaah haji tertua asal Indonesia.
Di usia yang hampir 105 tahun, lansia asal Kabupaten Kediri, Jawa Timur itu bisa menyaksikan langsung Ka'bah di Masjidil Haram, Makkah.
Pada Jumat (22/5/2026), warga Desa Bulu, Kecamatan Semen itu mulai menjalani rangkaian ibadah hajinya dengan melaksanakan tawaf qudum, yakni tawaf penghormatan yang dianjurkan bagi jemaah setibanya di Kota Makkah.
"Alhamdulillah, seneng ndeleng Ka'bah. Wong wis diangen-angeni ket suwe (Alhamdulillah, senang melihat Ka'bah. Sudah diharapkan sejak lama)," ucapnya kepada tim Media Center Haji (MCH).
Baca juga: Kabar Duka dari Tanah Suci, Jemaah Haji Kloter 4 Palembang Berusia 73 Tahun Meninggal Dunia
Selama berada di Tanah Suci, hampir seluruh kegiatan Mbah Marsiyah dilakukan dari atas kursi roda.
Anaknya, Maidah, nyaris tak pernah bergantian mendorong sang ibu.
Wanita kelahiran 1 Juli 1921 itu sudah menunggu lima tahun untuk berangkat haji.
Pohon sawo di depan rumahnya menjadi saksi perjuangan Marsiyah mengumpulkan lembar demi lembar uang hasil berjualan bubur sumsum untuk mewujudkan impiannya menunaikan ibadah haji.
"Alah nggih sekedhik-sekedhik, kadang nggih Rp5.000, kadang Rp2.000, mboten kathah (Alah ya sedikit-sedikit, kadang ya lima ribu, kadang ya dua ribu, tidak banyak)," kata dia.
Oleh Mbah Marsiyah, uang tersebut dimasukkan ke dalam kaleng yang kemudian disimpan di rumah. Setelah tabungan terkumpul, anak-anaknya membantu menambahkan kekurangan biaya pendaftaran haji.
Selama menabung, Mbah Marsiyah bahkan tak pernah bercerita kepada tetangganya bahwa tengah mengumpulkan uang untuk berangkat ke Baitullah.
Kini, karena faktor usia, ia yang tergabung dalam kloter SUB 112 sudah berhenti berjualan. Aktivitas hariannya pun lebih banyak di rumah bersama keluarga yang merawatnya.
Di usianya yang lebih dari satu abad, Marsiyah masih terlihat bugar. Saban hari, ia berjalan-jalan di sekitar rumah, meski dalam durasi tak lama.
Ia mengaku pernah terjatuh saat di kamar mandi sehingga membuatnya tak bisa berjalan sendiri alias harus digandeng sang anak.
"Sekarang sudah tidak apa-apa," ujarnya.