Dies Natalis Ke-12 FKIP UTM, Mendikdasmen RI Paparkan Program Tingkatkan Kualitas-Kesejahteraan Guru
Ndaru Wijayanto May 24, 2026 10:47 PM

Dies Natalis Ke-12 FKIP UTM, Mendikdasmen RI Paparkan Program Peningkatan Kualitas-Kesejahteraan Guru

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ahmad Faisol

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN - Gelaran Studium Generale dengan pemateri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof Dr Abdul Mu'ti, MEd menjadi puncak rangkaian Dies Natalis Ke-12 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) di Gedung Pertemuan RP Mohammad Noer UTM, Minggu (24/5/2026) sore. 

Dalam Kuliah Umum tersebut, FKIP UTM mengusung tema 'Roadmap Pendidikan Nasional : Transformasi Deep Learning dan Strategi Penguatan Sekolah Berkualitas di Bumi Madura'. Ribuan mahasiswa FKIP beserta seluruh dosen UTM tampak antusias mendengarkan paparan Prof Mu'ti. 

"Saya ingin menyampaikan dua hal, semoga dapat selesai sebelum waktu Adzan Maghrib berkumandang. Pertama program perbaikan kualitas guru melalui deep learning atau pembelajaran secara mendalam dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Kedua program peningkatan kesejahteraan guru melalui sertifikasi," ungkap Prof Mu'ti. 

Ia menjelaskan, program berkaitan peningkatan kompetensi guru melalui pemenuhan kualifikasi dan sertifikasi guru yang akan dilaksanakan tahun 2025-2026 adalah Program RPL.

Sebuah program yang dibuka bagi para guru yang belum berpendidikan D4 ataupun S1 untuk dapat melanjutkan studi S1 melalui program RPL. 

Tahun 2025, lanjutnya, Kemendikdasmen RI telah memberikan kesempatan untuk 12.500 guru dan meningkat di tahun 2026 sebanyak 150 ribu guru yang didukung dengan sentuhan beasiswa per semester. Anggarannya langsung dialokasikan melalui perguruan tinggi mitra. 

Baca juga: Pemkab Sampang dan UTM Bangkalan Matangkan Pengusulan Pangeran Trunojoyo Jadi Pahlawan Nasional

"Mudah-mudahan UTM termasuk yang mendapatkan alokasi dari program kami. Pak Rektor, hal-hal yang menyangkut pelaksanaan RPL dilaksanakan secara seksama dalam tempo jangan terlalu lama. Karena kesempatan utnuk 150 ribu guru itu, sekarang kuotaya masih terbuka, kesempatan masih terbuka," jelas Prof Mu'ti kepada Rektor UTM, Prof Dr Safi', SH, MH. 

Selain Prof Safi', hadir pula Dekan FKIP, Dr Badrud Tamam, SSi, MPd bersama seluruh jajaran FKIP, para Warek UTM, Wakil Bupati Bangkalan, Moch Fauzan Ja'far, Ketua MUI Bangkalan, KH Makki Nasir, serta Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendididan Dasar Formal dan Non-Fromal, hingga pimpinan Dinas Pendidikan Jawa Timur-Kabupaten Bangkalan, dan unsur Forkopimda Kabupaten Bangkalan. 

"Kami berkeyakinan bahwa faktor yang sangat penting dan menentukan keberhasilan pendidikan di Indonesia adalah kualitas dan kesejahteraan para guru," tegas Prof Mu'ti. 

Berkaitan upaya peningkatan kesejahteraan guru melalui sertifikasi, Prof Mu'ti menyatakan pihaknya telah melaksanakan program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam jabatan dan guru pra jabatan. 

"Memang sekarang kuotanya hampir habis karena tahun ini kami membuka untuk 41 ribu guru. Palin banyak tahun lalu hingga mencapai lebih dari 800 ribu telah mengikuti PPG dalam jabatan dan sudah lulus. Mudah-mudahan setelah PPG, bisa memenuhi ketentuan jam mengajar dan semoga memenuhi persyaratan untuk mendapatkan tunjangan sertifikasi," ujarnya. 

5 Kompetensi Kebijakan Strategis Kemendikdasmen 

Dalam upaya perbaikan kualitas guru, Kemendikdasmen RI bertumpu pada 5 kompetensi atau pelatihan-pelatihan yang telah dirangkum dalam kebijakan strategis.

Meliputi pelatihan tentang Pembelajran Mendalam atau Deep Learning, Pelatihan Coding dan Artificial Intelligence (AI), Pelatihan Badan Konseling (BK), Pelatiahn Bahasa Inggris, dan Pelatihan Kepemimpinan Kepala Sekolah. 

Prof Mu'ti mengungkapkan, Kemendikdasmen RI memberikan kesempatan kepada para guru untuk mengikuti semua program tersebut. Pasalnya, program pelatihan Guru Bahasa Inggris sudah dilakukan dalam rangka mendukung kebijakan kementeraian di tahun 2027. 

"Sesuai arahan Bapak Presiden yang ingin memperkuat kemampuan bahasa asing di kalangan pelajar. Sehingga di tahun pelajaran 2027-2028, Bahasa Inggris merupakan mata pelajaran wajib yang dimulai dari kelasa 3 SD. Karena itu kami membuka kesempatan untuk para guru mengikuti program pelatihan Bahasa Inggris," ungkap Prof Mu'ti. 

Untuk Pelatihan Kepemimpinan Kepala Sekolah, lanjutnya, Kemendikdasmen RI telah bekerja sama dengan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPP).

Hal itu dikarenakan sekarang setiap kepala sekolah harus memiliki golongan sekurang-kurangnya golongan III C dan sudah lulus pelatihan bakal calon kepsek. 

"Pelatihan ini bekerja sama dengan UPT Kemendikdasmen dapat juga dilaksanakan oleh beberapa lembaga mitra yang pembiayaannya bisa melalui dana BOS di masing-masing sekolah," paparnya. 

Pelatihan BK Dihitung Pemenuhan Tugas Guru 24 Jam/Pekan

Prof Mu'ti menekankan, pelatihan BK bisa diikuti semua guru termasuk guru non-BK untuk meng-upgrade kemampuan karena semua guru harus melaksanakan tugas dari ke-BK-an. 

Pada kompetensi tersebut, para guru mempunyai waktu satu hari belajar untuk dapat meningkatkan kompetensi melalui pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan dengan koordinasi melalui Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) mapun bentuk pelatihan lainnya. 

"Tugas berkaitan BK itu kami hitung sebagai bagian dari pemenuhan tugas guru yang 24 jam dalam 1 pekan," tegasnya. 

Sementara Pelatihan Coding dan AI, Kemendikdasmen RI disebut Prof Mu'ti telah bermitra dengan banyak perguruan tinggi meski Coding dan AI hingga sekarang masih menjadi mata pelajar pilihan mulai dari kelas V SD. 

Tetapi nanti, lanjut Prof Mu'ti, apabila keterampilan guru-guru sudah mencukupi dan sarana prasarana sudah tersedia, maka Coding dan AI pada waktunya akan menjadi mata pelajaran wajib di semua jenjang pendidikan.

"Ini kesempatan untuk para guru dalam upaya meningatkan kompetensi dan kemampuan melalui berbagai pelatihan di tingkat perguruan tinggi. Sehingga akan semakin terbuka dengan program-prgoram dan kebijakan yang kami terapkan," harapnya. 

Deep Learning Pacu Ketertinggalan Pembelajaran akibat Covid-19

Pembelajaran jarak jauh yang diterapkan pada masa pandemi Covid-19 telah berdampak terjadinya Learning Loss terhadap siswa.

Sebuah fenomena menurunnya penguasaan pengetahuan dan keterampilan akademis siswa. 

Kemendikdasmen RI menilai, fenomena Learning Loss dan Learning Poverty sangat terasa pada kemampuan literasi, numerasi, motibasi belajar siswa, serta memperlebar jurang ketimpangan akses pendidikan. 

Prof Mu'ti menjelaskan, Kemendikdasmen melalui metode Deep Learning akan berusaha memperbaiki penurunan kualitas pembelajaran yang cukup serius akibat penggunaan teknologi digital yang belum sepenuhnya mendukung kegiatan pembelajaran.

Karena itu, lanjutnya, Deep Learning yang pondasinya bertumpu pada pembelajaran main soul (berkesadaran), meaning full (sangat bermakna) akan menjadi kebijakan pendidikan dasar dan menenegah di masa mendatang. 

"Kita mengalami Learning Loss dan Learning Poverty yang cukup serius, capaian belajar anak-anak lita jauh dari yang diharapkan. Dengan prinsip itu, kami berusaha mengatasi  persoalan Learning Loss dan Learning Poverty mulai dari hulu," paparnya. 

Ia berharap, Rektor dan FKIP UTM dapat menjadi mitra Kemendikdasmen RI untuk melatih para guru dalam pembelajaran mendalam atau Deep Learning yang akan menyasar semua guru mata pelajaran maupun guru kelas.

"Bahkan kalau di FKIP UTM memasukkan Deep Learning sebagai mata kuliah, maka kami akan memberikan dukungan sesuai kemampuan dan kewenangan yang ada di Kemendikdasmen," pungkas Prof Mu'ti.
 
FKIP UTM Meresmikan 3 Prodi Baru dan TK Labschool

Momen kehadiran Mendikdasmen RI, Prof Dr Abdul Mu'ti, MEd bersamaan dengan FKIP UTM meresmikan tiga program studi (Prodi) dan TK Labschool.

Tiga prodi baru itu terdiri dari Magister Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam, Magister Bahasa Inggris, dan Rekognisi Pembelajaran Lampau ((RPL).

Rektor UTM Prof Dr Safi', SH, MH mengungkapkan, kehadiran Mendikdasmen RI Prof Mu'ti dalam rangka memberikan Studium Generale merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi Civitas Akademika  UTM, khususnya bagi FKIP yang merayakan Dies Natalis Ke-12. 

"Saya berharap fakultas-fakultas yang lain nanti bisa menghadirkan menteri-menteri terkait di masing-masing fakultas, ini luar biasa diawali oleh FKIP. Semoga seluruh rangkaian acara Dies Natalis berjalan lancar dan barokah bagi kita semua," singkat Prof Safi

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.