Deni Wicaksono: Anak Muda Kini Memilih Berdasarkan Kredibilitas, Bukan Sekadar Uang
Rendy Nicko Ramandha May 24, 2026 10:54 PM

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, JEMBER - Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, menegaskan generasi muda saat ini mulai menentukan pilihan politik berdasarkan kredibilitas calon maupun partai politik, bukan semata-mata karena faktor uang.

Pernyataan itu disampaikan Deni saat menghadiri pelantikan Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Kabupaten Jember di Ballroom Cempaka Hotel, Minggu (24/5/2026).

Menurut Deni, kondisi tersebut menjadi peluang besar untuk membangun politik yang lebih sehat dan substantif menjelang Pemilu 2029.

“Kalau 58 persen pemilih besok adalah anak muda, maka memilih tidak hanya karena urusan duit sebagai penentu, tetapi juga kredibilitas diperhatikan. Ruang itu yang harus kita rangkul,” tegas Deni di hadapan kader dan pengurus PAC yang dilantik.

Baca juga: Lantik Pengurus PAC Kota dan Kabupaten Pasuruan, PDI Perjuangan Pastikan Keterlibatan Gen Z

Wakil Ketua DPRD Jawa Timur itu juga menyoroti meningkatnya pragmatisme masyarakat dalam setiap momentum politik di Jember.

Namun, ia meminta seluruh kader partai tidak gentar menghadapi kondisi tersebut dan tetap memperjuangkan politik berbasis gagasan serta keberpihakan kepada rakyat.

“Di Jember, pragmatisme rakyat dalam event politik memang naik. Karena itu kita tidak boleh gentar. Kita harus bertekad menjungkirbalikkan politik uang menjadi politik perjuangan,” ujarnya.

Menurut Deni, dominasi pemilih muda pada Pemilu 2029 menjadi tantangan sekaligus peluang bagi partai politik. Berdasarkan proyeksi internal partai, sekitar 58 persen pemilih pada pemilu mendatang berasal dari kalangan generasi muda.

Karena itu, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur terus membuka ruang kreatif dan komunitas yang lebih dekat dengan gaya hidup anak muda.

Beberapa program seperti Soekarno Fun Run dan forum diskusi “Red Talk” disebut menjadi sarana untuk menjangkau komunitas di luar lingkaran partai politik.

“DPD partai menyediakan berbagai ruang untuk anak muda, di antaranya Soekarno Fun Run dan Red Talk. Ini untuk merangkul komunitas di luar partai politik,” katanya.

Deni mengakui pendekatan politik secara formal kerap sulit diterima generasi muda.

Karena itu, partai memilih pendekatan yang lebih inklusif melalui kegiatan sosial, olahraga, komunitas, hingga ruang kreatif yang lebih cair dan dekat dengan keseharian anak muda.

“Karena kalau kita ingin mengajak anak muda langsung berbicara politik dan pemerintahan, itu akan menjadi berat,” imbuhnya.

Baca juga: Pengangguran Masih Tinggi, PDI Perjuangan Kota Pasuruan Soroti Kinerja Pemerintah Daerah

Ia menambahkan, kader muda yang bergabung dengan PDI Perjuangan diberi ruang untuk berkarya dan berekspresi sesuai minat masing-masing.

Menurutnya, partai juga menyediakan berbagai wadah organisasi sayap untuk mengembangkan kreativitas generasi muda.

“Mereka bebas melakukan karya apa pun. Bisa berkreasi melalui Repdem, TMP, atau BMI,” pungkasnya. (*)

(TribunJatimTimur.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.