Soliditas Tim dan Latihan Disiplin Antar SF Barret Jadi Juara Bekasi Junior Liga
TRIBUNNEWS.COM - Sekolah Futsal Barret (SF Barret) sukses meraih gelar juara dalam ajang futsal bertajuk 'Bekasi Junior Liga' berkat persiapan matang, latihan disiplin, dan kekompakan tim yang terus dibangun sepanjang musim.
Prestasi tersebut kembali menegaskan konsistensi akademi futsal yang berdiri sejak 23 Oktober 2012 dalam pembinaan pemain usia dini.
Baca juga: Michael Sianipar Soal Ranking FIFA Timnas Futsal Indonesia: Ranking 14 Dunia, Strategi Harus Berbeda
Owner Sekolah Futsal Barret, Dian Yusuf, mengatakan keberhasilan tim tidak diraih secara instan.
Menurutnya, seluruh pemain menjalani program latihan yang terstruktur mulai dari penguatan fisik, teknik dasar, hingga pemahaman taktikal.
“Latihan kami berlangsung dari pukul 14.00 hingga 16.00, dimulai dari fisik, lalu basic skill, sampai taktikal. Semua dipersiapkan dengan sangat matang,” ujar Dian.
Ia menilai performa positif tim sudah mulai terlihat sejak tampil di Liga AAFI sebelumnya.
Para pemain disebut memiliki kualitas individu yang baik dan terus berkembang dari waktu ke waktu.
Namun, menurut Dian, faktor terpenting yang menjadi kunci sukses SF Barret adalah kekompakan antarpemain yang dibangun melalui berbagai kegiatan, termasuk training camp.
“Di training camp, anak-anak saling mengenal lebih dalam. Itu yang membuat mereka lebih solid saat bertanding,” jelasnya.
Pada partai final Bekasi Junior Liga, SF Barret tampil percaya diri dengan permainan stabil dan mental bertanding yang kuat.
Dian menyebut seluruh pemain mampu tampil lepas tanpa tekanan dan memiliki motivasi tinggi untuk memberikan performa terbaik.
“Tidak ada pemain yang down, semuanya ingin menunjukkan performa terbaiknya,” katanya.
Keberhasilan menjadi juara kini menjadi modal penting bagi SF Barret untuk melangkah ke kompetisi yang lebih tinggi.
Tim dijadwalkan mengikuti Liga Jawa Barat kelompok usia 13 tahun pada Juni mendatang.
Meski begitu, Dian menegaskan target utama akademinya bukan hanya soal gelar juara, tetapi juga membentuk karakter pemain agar mampu bersaing di level yang lebih tinggi hingga menembus tim nasional.
“Kami tidak hanya berpikir soal juara, tapi bagaimana setiap pemain punya ciri khas dan karakter, serta ke depan bisa menembus tim nasional,” pungkasnya.