TRIBUN-VIDEO - Sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 tiba di Tanah Air melalui Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Minggu (24/5/2026).
Suasana di Bandara Soekarno-Hatta menjadi haru lantaran keluarga dan warga menyambut kedatangan 9 WNI yang sempat ditahan Israel.
Menteri Luar Negeri Sugiono serta Direktur Jenderal Imigrasi Kemenimipas Hendarsam Marantoko menyambut kedatangan 9 WNI itu.
Mengenakan pakaian kaus hitam dibalut kain sorban di leher, senyum tampak terpancar dari kesembilan WNI tersebut.
Adapun, kesembilan WNI itu adalah Andi Angga, Rahendro Herubowo, Andre Prasetyo, Thoudy Badai, Bambang Noroyono, Herman Budianto, Ronggo Wirasanu, Asad Aras Muhammad, dan Hendro Prasetyo.
Mereka sempat ditahap oleh pihak Israel dalam misi kemanusiaan ke Gaza, Palestina.
Pihak keluarga dan kerabat para WNI ini pun terlihat turut menyambut kedatangan mereka.
Teriakan ‘Free Palestine’ pun menggema di Terminal 3 Bandara Soetta.
Pelukan hangat hingga haru bahagia terlihat saat momen pertemuan tersebut. Senyum bahagian juga terpancar dari keluarga dan kerabat ketika menyambut para relawan kemanusiaan ini.
Para kerabat pun turut membentangkan sepanduk dukungan bertuliskan ‘Selamat Datang Pejuang Kemanusiaan’, mengkibarkan bendera Palestina hingga membawa mawar merah.
Tangis Haru dan Pelukan Keluarga Sambut 9 WNI
Suasana haru langsung menyelimuti pintu kedatangan internasional Terminal 3 Bandara Seokarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu sore (24/5/2026), ketika sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi relawan Global Sumud Flotilla 2.0 akhirnya bertemu dengan keluarga mereka.
Andi Angga Prasadewa langsung memeluk erat istrinya, begitu juga Hendro Prasetyo yang dipeluk erat oleh tiga orang kerabatnya sekaligus.
Sejumlah kerabatnya juga menyambut dengan buket bunga, poster bertuliskan 'welcome home' 'selamat datang pejuang kemanusiaan', kemudian pengibaran bendera Palestina, dan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI).
Andi bersama Hendro dan rekan - rekan lainnya tiba selamat di Indonesia setelah sekitar tiga sampai empat hari ditahan oleh Israel, usai kapal GSF yang mereka tumpangi diintersep otoritas Israel di perairan Siprus, Mediterania Timur pada Senin (18/5/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Asad Aras selaku anggota GSF yang ikut ditahan mengatakan bahwa insiden penahanan ini tidak membuat mereka gentar untuk berjuang mengatasi krisis kemanusiaan di Palestina.
Ia mengatakan, dirinya bersama delapan orang lain mungkin selamat kembali ke tanah air. Tetapi warga Palestina harus terus berjuang untuk hidup di atas penindasan militer Israel.
"Tidak berhenti pada kami warga sembilan orang yang diculik, tapi di belakang itu kami meninggalkan warga Palestina yang harus kita suarakan terus," kata As'ad di lokasi.
Ia menyatakan, dirinya bersama rekan - rekan seperjuangan lain sepakat tidak berhenti untuk berjuang dengan menempuh jalur dan cara apapun untuk membantu rakyat Palestina.
"Dan kami sepakat kami tidak akan berhenti untuk berjuang entah itu melalui daratan, lautan dengan cara apapun, dan sesuai amanat undang undang kita apalagi kita sebagai muslim," ucap dia.(*)