Peluru Memecah Air saat Terduga Bandar Narkoba di Bungo Seberangi Sungai Batang Tebo
Mareza Sutan AJ May 24, 2026 11:48 PM

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO -- Seorang terduga bandar narkoba hilang nyawa setelah insiden penembakan yang terjadi di Kabupaten Bungo, tempo hari.

Informasi yang dihimpun, penembakan itu terjadi saat upaya penangkapan yang dilakukan Tim Opsnal Sat Resnarkoba Polres Bungo pada 18 Mei 2026.

Operasi itu dilakukan di Dusun Lubuk Landai, Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas, Bungo.

Dalam operasi tersebut, seorang terduga pelaku peredaran narkotika di Bungo dilaporkan melarikan diri dengan menyeberangi Sungai Batang Tebo.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diduga berusaha kabur dengan berenang

Video proses penangkapan dan penembakan pun sempat beredar di tengah masyarakat.

Dalam video yang beredar di sejumlah media sosial tampak seseorang tengah berenang. Kemudian suara letusan peluru terdengar diiringi air sungai yang memecah.

Video penangkapan dan penembakan terduga bandar narkoba itu pun viral di media sosial.

Penemuan Jenazah

Sabtu (23/5/2026), mayat tanpa identitas ditemukan mengapung di Sungai Batang Tebo, Dusun Kecamatan Tanah Sepenggal.

Korban diduga merupakan terduga bandar narkotika yang sebelumnya dikabarkan melarikan diri dengan menyeberangi Sungai Batang Tebo saat hendak diamankan oleh tim Opsnal Satresnarkoba Polres Bungo.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diduga berusaha kabur dengan berenang.

Namun ketika ditemukan, terdapat luka di beberapa bagian.

Insiden penembakan tersebut sempat menjadi perhatian masyarakat di wilayah Dusun Lubuk Landai beberapa hari sebelumnya.

Bahkan, sejumlah warga disebut merekam kejadian itu hingga videonya beredar luas di media sosial.

Berakhir Damai

Kasus penembakan terhadap seorang terduga pelaku narkoba di Kabupaten Bungo, Jambi, akhirnya diselesaikan melalui jalur kekeluargaan dan pendekatan adat.

Meski perdamaian telah tercapai antara keluarga korban dan pihak kepolisian, proses hukum terkait dugaan pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) tetap akan berjalan.

Kesepakatan damai tersebut tercapai setelah berlangsungnya pertemuan antara keluarga korban, tokoh masyarakat, lembaga adat, dan jajaran kepolisian yang dipimpin langsung oleh Kapolres Bungo.

Tokoh masyarakat Dusun Lubuk Landai sekaligus anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jambi dari daerah pemilihan Bungo-Tebo, Hambali, mengatakan seluruh pihak pada prinsipnya mendukung upaya pemberantasan narkoba di Kabupaten Bungo maupun secara nasional.

Namun demikian, masyarakat berharap aparat penegak hukum tetap menjalankan tugas secara profesional dan sesuai prosedur yang berlaku.

“Pada prinsipnya kita sepakat perang terhadap narkoba. Apapun bentuknya, kita harus lawan. Tapi kami berharap aparat penegak hukum bertindak sesuai SOP dan tidak menimbulkan keresahan di masyarakat,” ujarnya.

Peristiwa penembakan itu menjadi perhatian masyarakat setelah beredarnya video yang memperlihatkan proses penangkapan terduga pelaku.

Warga mempertanyakan tindakan aparat karena korban disebut sudah berada di sungai saat suara tembakan masih terdengar.

“Kami melihat dari video yang beredar, korban sudah berada di sungai tetapi masih ada tembakan. Karena itu kami berharap Propam Polres Bungo, Polda Jambi, hingga Mabes Polri turun tangan agar persoalan ini terang dan transparan,” kata Hambali.

Meski begitu, masyarakat tetap memberikan dukungan terhadap langkah kepolisian dalam memberantas peredaran narkoba.

“Kami tetap mendukung polisi memberantas narkoba. Tapi kalau memang ada SOP yang tidak dijalankan dengan benar, tentu harus diperiksa,” lanjutnya.

Hambali juga menjelaskan bahwa pihak keluarga sebelumnya sempat menolak proses visum terhadap jenazah korban.

Menurutnya, penolakan itu terjadi karena keluarga tidak memahami pentingnya visum dalam proses hukum.

“Keluarga tidak mengerti soal visum. Yang mereka pikirkan hanya kondisi jenazah agar tidak dibawa ke sana kemari karena takut semakin rusak,” jelasnya.

Meski demikian, keluarga disebut siap apabila nantinya diperlukan visum ulang demi kepentingan penyelidikan.

Dalam proses mediasi, tokoh masyarakat dan lembaga adat berperan untuk menjaga situasi tetap kondusif dan mencegah konflik berkepanjangan.

“Lembaga adat menjadi unsur penting untuk meredam situasi. Tokoh masyarakat dan pihak keluarga sepakat menyerahkan penyelesaian kepada Rio (kepala desa) Lubuk Landai,” ujarnya.

Hambali mengatakan pertemuan bersama Kapolres Bungo akhirnya menghasilkan kesepakatan damai secara kekeluargaan.

“Alhamdulillah, tadi kami duduk bersama dengan pihak Kapolres secara kekeluargaan dan perdamaian. Alhamdulillah perdamaian sudah terwujud dan selesai dengan hasil yang sangat memuaskan,” katanya.

Santunan Rp20 Juta

Kapolres Bungo, AKBP Zamri Elfino, mengatakan sebagai bentuk empati pihak kepolisian memberikan santunan kepada keluarga korban sebesar Rp20 juta.

“Untuk santunan tadi disepakati sekitar Rp 20 juta,” ujarnya, melalui keterangan yang Tribunjambi.com terima, Minggu (24/5/2026) malam.

Santunan tersebut diberikan dalam suasana musyawarah yang berlangsung kondusif dan turut disaksikan tokoh masyarakat serta lembaga adat setempat.

Sementara itu, Ketua Lembaga Adat Melayu Kabupaten Bungo, Tobroni Yusuf, mengatakan situasi masyarakat mulai kembali kondusif setelah tercapainya kesepakatan damai.

Ia berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan menyerahkan proses hukum kepada aparat berwenang.

"Kita berharap tidak ada lagi keributan. Semua proses kita serahkan kepada pihak yang berwajib," tutupnya.

Polisi Selidiki Pelanggaran SOP

Meski penyelesaian damai telah dicapai, pihak kepolisian tetap melakukan penyelidikan terkait dugaan SOP.

Kapolres menegaskan proses hukum terhadap anggota yang terlibat dalam insiden penembakan tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku.

“Yang jelas sejauh ini kami tetap akan memproses sesuai dengan peraturan yang ada,” tegas Kapolres.

Ia menyebut pihaknya belum dapat memastikan apakah anggota yang diperiksa terbukti bersalah atau tidak karena proses pemeriksaan masih berlangsung.

“Nanti hasilnya saya belum bisa bilang karena masih dalam proses. Kalau nanti ada pernyataan bersalah, tentu ada putusan dari sidang," katanya.

Selain pemeriksaan internal, kepolisian juga memastikan pengembangan kasus narkoba tetap dilakukan untuk memburu jaringan lain yang berkaitan dengan almarhum.

"Yang jelas kami tetap cari jaringannya. Kami punya komitmen untuk tetap memberantas narkoba," ujar Kapolres, melalui keterangannya, Minggu (24/5/2026).

 

Baca juga: Pria di Tebo Ditemukan Meninggal di Sungai Batanghari setelah Jatuh dari Perahu

Baca juga: Warga dan Damkar Jambi Kejar Sapi Kurban Kabur 5 Km Terobos Semak Belukar

Baca juga: Lokasi dan Kondisi Lahan 13 Hektare yang Pemprov Hibahkan untuk Kodam Jambi

Baca juga: Tiga Orang Luka akibat Wahana Kora-kora Patah di Pasar Malam Kerinci

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.