Menilik Hubungan Anggi Wanita Tewas di Bogor dengan Pelaku, Kesaksian Ayah dan Teman Korban Serupa
Rr Dewi Kartika H May 24, 2026 11:52 PM

TRIBUNJAKARTA.COM - Seorang wanita muda, Anggi Auliya Arsyad atau AAA (25) ditemukan tewas di Simpang Yasmin, Jalan Soleh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Sabtu (23/5/2026) dini hari.

Jasad wanita asal Kemang, Kabupaten Bogor itu ditemukan dalam kondisi mata tertutup kain.

Di tubuh korban juga ditemukan luka sayatan di leher.

Tiga jam setelah jasad korban ditemukan, polisi pun berhasil mengetahui identitas terduga pelaku.

Polisi langsung mengejar pelaku hingga ke tol arah Paseh, Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (23/5/2026).

Identitas Pelaku

Kasatreskrim Polres Bogor Kota AKP Azi Lesmana menyebut pelaku adalah seorang pria berinisial MF.

Belakangan sosok MF ramai diperbincangkan publik di media sosial.

Sebab MF memiliki nama alias lain yakni FA atau Febry.

Adapun perihal motif MF tega menghabisi nyawa hingga melempar Anggi dari jembatan flyover menuju ke aspal, penyidik masih mendalaminya.

Setelah melancarkan aksi kejinya, MF diketahui hendak kabur ke Garut, Jawa Barat.

Namun MF segera terciduk oleh kepolisian saat tengah melaju di jalan tol.

Saat ditangkap, pelaku kepergok membawa dua barang bukti yang mengarah kepada pembunuhan terhadap Anggi.

Dua benda tersebut adalah dasi dan golok.

"(Ditemukan di mobil pelaku) dasi biru yang digunakan pelaku untuk menjerat korban. (Ditemukan juga) golok yang digunakan dan dibawa oleh pelaku pada saat bersama korban," ujar AKP Azi Lesmana.

Ayah Sebut Teman SMA

Di sisi lain, hubungan MF dan Anggi ternyata teman saat sekolah.

“Almarhum dengan pelaku itu bukan pacar, memang teman sekolah waktu di SMK,” kata ayah angkat Anggi, Samsudin kepada TribunnewsBogor.com di rumahnya daerah Kemang, Minggu (24/5/2026).

“Dan saya yakini itu bukan pacar, kalau ada yang menyampaikan di media apapun bahwa itu pacarnya bukan, saya membantah, karena saya sebagai orang tua kalau pelaku mengaku sebagai orang tua, pasti kami tahu,” tambahnya.

Samsudin menduga, pelaku sudah merencanakan ingin menghabisi anaknya ini.

Ia juga menduga, pelaku ingin mengambil barang berharga dari Anggi.

“Cuman mungkin karena almarhum sudah dibukakan rezekinya sama Allah, sudah bekerja, punya mobil sendiri, sering terlihat di dunia maya.  Mungkin temannya melihat di postingannya, seorang penjahat kalau melihat yang seperti itu, kalau pikirannya jahat, pasti ada keinginan perbuatan jahat. Jadi sudah punya niat jahat,” ujarnya.

Samsudin mengatakan, anaknya itu izin untuk pergi bertemu teman-temannya.

“Awalnya, hari Jumat sore, almarhumah pulang kerja jam 20.00 WIB, kemudian setelah mengganti pakaian, bilang sama keluarga mau keluar ngopi sama teman-teman,” kata Samsudin kepada TribunnewsBogor.com di kediamannya wilayah Kemang, Kabupaten Bogor, Minggu (24/5/2026).

“Setelah itu motornya disimpan, dan keluar membawa mobil, pesan dari keluarga jangan pulang terlalu malam,” tambahnya.

Rekan Kerja Sebut Tak Pernah Lihat Pelaku

Rekan kerja AAA, Anwarudin mengatakan, tidak mengetahui hubungan antara pelaku dan korban.

Ia juga tidak pernah melihat pelaku datang menjemput AAA di kantornya.

“Selama ini saya belum pernah lihat juga. Dan saya juga tidak tahu hubungannya apa. Dia (Anggi) tidak bercerita kalau kesaya. Hubungan kita atau komunikasi kita hanya sebatas rekan kerja saja,” kata Anwarudin saat dihubungi TribunnewsBogor.com, Minggu (24/5/2026).

AAA dengan Anwarudin sudah bekerja di kantor yang sama hampir 6 tahun.

Selama itu AAA dikenal sebagai sosok yang rajin bekerja.

“Kerja pada normalnya orang bekerja saja. Pagi masuk dan sore pulang,” ujarnya.

Ia mengaku kaget kejadian ini menimpa rekannya sendiri.

Ia tidak mengetahui secara pasti kronologi tewasnya AAA.

Sebelum kejadian, AAA paginya itu bekerja dan pulang saat sore hari.

“Dia itu sudah pulang ke rumahnya. Jadi paginya memang bekerja gitu normal,” ujarnya.

Sumber: TribunnewsBogor

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.