Tribunlampung.co.id, Metro - Pelaku yang tembak Dedi Kristian Agung (40), berinisial FJP (21), membuat pengakuan seusai menyerahkan diri ke polisi.
FJP blak-blakan mengaku nekat mendatangi kantor polisi karena dihantui rasa takut yang luar biasa akan dihadiahi timah panas oleh petugas, jika terus-terusan bersembunyi.
Sambil menunjukkan kedua tangannya yang sudah terikat borgol cable ties, FJP membuat pernyataan jujur di hadapan petugas saat berada di dalam mobil tim gabungan.
Di bawah kawalan ketat aparat, pria muda ini mengakui semua perbuatan kasarnya yang telah menghilangkan nyawa orang lain.
Langkah menyerahkan diri ini ia pilih sebagai jalan pintas agar selamat dari kejaran polisi yang sudah mengepung pergerakannya pasca-kejadian.
Baca juga: Warga Takut Menolong Dedi Seusai Ditembak OTK, Pelaku Terus Todongkan Senpi
FJP sadar betul, pelariannya setelah meletuskan senjata api ke arah korban tidak akan bisa bertahan lama.
"Nama FJP, pelaku penembakan (Dedi) yang meninggal dunia di Metro. Saya menyerahkan diri dengan kesadaran kepada Resmob Polda Lampung karena takut ditembak di tempat," tuturnya dengan wajah pasrah, dalam video yang diterima Tribunlampung.co.id, Minggu malam.
Insiden FJP tembak Dedi, yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Perkebunan, Peternakan dan Perikanan Lampung Tengah ini, terjadi di Kelurahan Ganjar Asri, Kecamatan Metro Barat, Kota Metro pada Sabtu (24/5/2026) sekira pukul 19.50 WIB.
Aksi nekat FJP tersebut diduga dipicu oleh masalah penagihan utang piutang.
Seusai kejadian, tim gabungan dari Resmob Polda Lampung, Intelkam Polda Lampung, Resmob Polres Metro, dan Resmob Lampung Utara, yang dipimpin Kanit Resmob Polda Lampung Kompol Jonnifer serta Kasat Reskrim Polres Metro Iptu Rizky Dwi Cahyo, langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku.
Sampai akhirnya, berhasil mengamankan pelaku dari tangan keluarganya. Korban sendiri diketahui meninggal akibat dua peluru yang bersarang di kepalanya.
Penyerahan diri pelaku dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Metro Iptu Rizky Dwi Cahyo yang juga tergabung dalam tim gabungan. Ia mengatakan bahwa pihaknya telah berhasil mengamankan pelaku dengan aman.
"Alhamdulillah pelaku sudah kita amankan," kata Kasat Reskrim Polres Metro saat dikonfirmasi Tribunlampung.co.id, Minggu (24/5/2026).
Kapolres Lampung Utara, AKBP Deddy Kurniawan juga membenarkan pelaku penembakan tersebut mendatangi Mapolres Lampung Utara untuk menyerahkan diri pada Minggu (24/5/2026).
Pelaku yang merupakan warga Desa Sukadana Ilir, Kecamatan Bunga Mayang, Kabupaten Lampung Utara itu, mendatangi kantor polisi didampingi pihak keluarga, serta Wakil Bupati Lampung Utara, Romli.
"Betul pelaku ini datang ke kantor kami dengan didampingi keluarga, informasi lanjutan ke Kasat Reskrim Polres Lampung Utara," kata AKBP Deddy Kurniawan saat dikonfirmasi via WhatsApp.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dan mendalami motif asli di balik penembakan sadis ini, FJP kini sudah digelandang dan diserahkan ke Polda Lampung untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Ditambahkan Kasatreskrim Polres Lampung Utara, AKP Ivan Roland Cristofel, pelaku juga membawa senpi yang digunakan untuk menembak Dedi.
"Tadi dalam proses penyerahan pelaku berikut senpi yang digunakan untuk menembak korban dihadirkan," kata AKP Ivan Roland Cristofel.
(Tribunlampung.co.id/Fajar Ihwani Sidiq/Bayu Saputra)