Renungan Malam Markus 14:22-25, Perjanjian Baru
Alpen Martinus May 25, 2026 12:22 AM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Membaca Alkitab akan menambah pengetahuan kita tentang kehendak Tuhan dalam kehidupan kita.

Petunjuk kehidupan yang Tuhan Yesus sudah tinggalkan untuka kehidupan kita.

Setelah membaca, kita harus merenungkan dan melakukan Firman Tuhan tersebut.

Baca juga: Renungan Harian Kristen Markus 14:12-21, Teguran Kasih

Berikut renungan harian Kristen perjanjian baru.

Ditulis oleh Zandy Keliduan dalam moment of inspiration LPMI.

Firman Tuhan dalam Markus 14:22-25

"Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu.” (Lukas 22:20b)

Orang Israel merayakan Paskah (ּpeh'-sakh) perjanjian lama untuk memperingati pembebasan Israel dari perbudakan Mesir.

Perayaan Paskah dilakukan dengan menyembelih domba Paskah dan makan Roti tidak beragi selama 1 minggu untuk mengingat Allah (peh'-sakh) : melewati, rumah-rumah orang Israel yang memiliki darah anak domba di ambang pintu rumah mereka, dan kepahitan yang mereka alami dengan memakan roti tidak beragi dan sayur pahit.

Makan Paskah Yesus dengan murid-muridNya adalah perjamuan paskah ala Perjanjian Lama, namun di dalam prosesnya Yesus merubah moment tersebut dengan mengumumkan bahwa Perjanjian Baru telah dimulai menggantikan Perjanjian Lama.

Darah Perjanjian anak domba Paskah diganti dengan diriNya yang digambarkan dengan roti yang akan dipecah-pecahkan.

Darah yang tercurah akibat penyembelihan anak domba adalah darahNya yang dilambangkan dengan anggur yang akan dicurahkan.

Beberapa jam kemudian terjadi penangkapan Yesus sehingga proses penggenapan Perjanjian terlaksana pada keesokan harinya mulai dari Getsemani sampai Golgota.

Tuhan mengingatkan kepada kita, bahwa Perjanjian yang kita pegang saat ini adalah Perjanjian Baru, yaitu perjanjian yang dibuat dengan Tubuh dan Darah Yesus, suatu pengorbanan tertinggi yang dibuat oleh Allah sendiri bagi penyelamatan umat manusia dari dosa, maut dan penghukuman kekal.

Perjanjian ini merupakan dasar dari segala harapan kita kepada Allah melalui Tuhan Yesus Kristus, bukan perbuatan-perbuatan baik dengan segala macam kurban-kurban seperti di Perjanjian Lama.

Hal-hal itu kelihatan begitu “mulia” namun tidak ada ikatan perjanjian dibaliknya dari Allah kepada manusia.

Inspirasi: Mari mengucap syukur, sampai kapanpun kita tidak akan bisa memenuhi standard tuntutan Perjanjian Lama.

Namun dengan Perjanjian yang diperbaharui ini, tuntutan Allah dipenuhi melalui pengorbanan Tuhan Yesus Kristus.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.