Bagaimana Cristiano Ronaldo Menjadi 'Jenius': Luiz Felipe Scolari Ungkap Alasan Tak Pernah Memilih Lionel Messi di Pemungutan Suara Ballon d’Or
Hendra Wijaya May 25, 2026 01:14 AM

Luiz Felipe Scolari mengungkapkan pandangannya mengenai rivalitas abadi antara Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, serta membocorkan detail yang sebelumnya tidak diketahui tentang hubungannya dengan kapten tim nasional Portugal tersebut. Mantan pelatih timnas Portugal itu menjelaskan alasan emosional dan profesional di balik pilihannya dalam pemungutan suara untuk penghargaan pemain terbaik dunia.

Messi adalah jenius, tetapi Ronaldo menjadi jenius

Scolari, yang menukangi tim nasional Portugal antara tahun 2003 hingga 2008, membagikan sudut pandang menarik mengenai dua pemain terbesar di era modern. Bagi “Felipao”, perbedaan antara Messi dan Ronaldo terletak pada asal-usul talenta mereka masing-masing, sesuatu yang telah memengaruhi pandangannya terhadap keduanya selama bertahun-tahun.

Dalam wawancara dengan program Abre Aspas, Scolari mengenang percakapan langsungnya dengan bintang asal Argentina tersebut: “Messi berkata kepada saya: ‘Bos, Anda tidak pernah memilih saya untuk Ballon d’Or, Anda selalu memilih Cristiano.’ Dan saya menjawab: ‘Saya harus memilih Cristiano, dia seperti anak saya sendiri.’ Messi adalah seorang jenius. Jika dia menutup matanya, dia tahu di mana bola berada. Cristiano tidak lahir sebagai jenius. Dia menjadi jenius karena kemauan dan dedikasinya.”

Obsesi terhadap latihan dan target seribu gol

Pelatih asal Brasil itu juga menyoroti etos kerja Ronaldo yang hampir obsesif, yang mulai terlihat sejak masa awalnya di Manchester United. Scolari mengungkapkan bahwa ia sering menerima panggilan dari Sir Alex Ferguson, yang khawatir dengan kelelahan fisik penyerang muda Portugal tersebut akibat latihan individu yang berlebihan setelah pertandingan resmi.

“Ferguson sering menelepon saya dan berkata, ‘Scolari, tolong katakan padanya agar hari ini tidak mengambil tendangan bebas, dia sudah melakukannya 30 kali di sini.’ Lalu dia datang ke tim nasional dan ingin menendang 30 kali lagi. Saya bilang, ‘Demi Tuhan, kamu sudah melakukannya.’ Tapi itulah dedikasinya,” kenang Scolari. Ia juga percaya bahwa Ronaldo akan mencapai tonggak bersejarah 1.000 gol: “Saya bertemu dengannya setahun lalu dan bertanya, ‘Apakah kamu masih mengejar 1.000 gol itu? Apakah kamu benar-benar berusaha untuk itu?’ Dan dia menjawab, ‘Tidak, pelatih, tidak.’ Lalu saya berkata, ‘Ah… kamu tidak bisa membohongi saya.’ Saya yakin dia akan mencapainya.”

Momen tersulit dan persahabatan abadi

Salah satu momen paling berkesan dalam karier Scolari adalah ketika ia harus memberitahu Ronaldo tentang meninggalnya sang ayah, Dinis Aveiro, sesaat sebelum pertandingan penting di Moskow. Reaksi sang pemain memperkuat hubungan saling menghormati dan ikatan emosional yang mereka jaga hingga kini, jauh melampaui lapangan.

“Mereka menelepon saya dan memberi tahu apa yang terjadi. Saya merasa harus menyampaikan kabar itu. Saya memanggilnya ke kamar saya, memeluknya, menangis bersamanya, dan memberitahunya bahwa dia bebas pergi. Namun dia menjawab: ‘Tim nasional yang utama. Ayah saya ingin saya bermain.’ Dan dia menjadi pemain terbaik di lapangan pada pertandingan itu. Dari situlah saya membangun persahabatan yang lebih kuat dengan keluarganya juga,” ungkap Felipao dengan penuh emosi.

Pertarungan supremasi di tahun 2026

Tahun 2026 akan menandai apa yang diyakini banyak orang sebagai bab terakhir dari rivalitas terbesar dalam sejarah sepak bola, saat Piala Dunia kembali digelar di Amerika Utara. Ronaldo dan Messi bersiap untuk mencatat rekor penampilan keenam mereka di turnamen tersebut. Bagi Ronaldo, Piala Dunia 2026 bukan sekadar ajang perpisahan, tetapi kesempatan terakhir untuk meraih satu-satunya trofi besar yang belum pernah ia menangkan. Sementara itu, peran Messi sebagai jantung tim juara dunia bertahan tetap tak tergantikan, dan ia siap memimpin skuad Albiceleste yang menjadi salah satu kandidat kuat untuk mempertahankan gelar mereka di tanah Amerika.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.