TRIBUNNEWS.COM - Tottenham Hotspur akhirnya memastikan diri bertahan di kasta tertinggi Liga Inggris musim depan setelah mengalahkan Everton dengan skor tipis 1-0, Minggu (24/5/2026).
Kemenangan penting di Tottenham Hotspur Stadium itu membuat The Lilywhites sukses keluar dari ancaman degradasi pada pekan terakhir musim.
Spurs pun mengirim West Ham sebagai tim yang turun ke kasta kedua di Divisi Championship musim depan bersama Burnley dan Wolverhampton Wanderers atau Wolves.
Spurs finis di klasemen akhir Liga Inggris di posisi 17 dengan 41 poin, dua poin lebih banyak dari West Ham yang merupakan tim terakhir yang dipastikan degradasi.
West Ham sendiri sebenarnya juga menang 2-0 di laga terakhir saat melawan Leeds United.
Namun tiga poin terakhir West Ham belum cukup untuk mengamankan mereka dari degradasi karena Spurs juga menang, meski tipis.
Gol tunggal kemenangan Spurs dicetak gelandang Portugal, Joao Palhinha, menjelang turun minum, tepatnya di menit 42'.
Tottenham sebenarnya tampil sangat dominan sepanjang pertandingan dan berkali-kali mengancam gawang Everton, tetapi penampilan apik Jordan Pickford membuat skor tidak bertambah.
Sejak menit awal, Spurs langsung tampil agresif. Tim asuhan Roberto De Zerbi itu menekan Everton melalui pergerakan Mathys Tel, Pedro Porro, hingga Djed Spence dari sisi sayap.
Baca juga: Hasil Akhir Brighton Vs Manchester United: Rekor 21 Assist Bruno Fernandes, Setan Merah Menang 0-3
Peluang pertama datang pada menit ketujuh ketika Conor Gallagher menyambar bola rebound di dalam kotak penalti. Namun sepakannya masih melebar tipis di sisi kiri gawang Everton.
Tekanan Tottenham terus berlanjut. Kevin Danso membuang peluang emas dari jarak dekat pada menit ke-10.
Tak lama, Joao Palhinha gagal memaksimalkan bola muntah empat menit berselang. Tendangannya justru melambung tinggi meski posisi gawang sudah terbuka.
Everton lebih banyak bertahan dan mencoba mengandalkan serangan balik.
Meski sempat menikmati penguasaan bola di pertengahan babak pertama, tim tamu kesulitan menciptakan peluang bersih karena lini belakang Spurs tampil disiplin.
Gol yang ditunggu tuan rumah akhirnya lahir pada menit ke-43.
Berawal dari situasi sepak pojok, sundulan Joao Palhinha sempat membentur tiang gawang.
Bola liar kembali jatuh ke arahnya dan kali ini ia sukses melepaskan sepakan rendah ke pojok kiri gawang untuk membawa Tottenham unggul 1-0.
Memasuki babak kedua, Spurs tidak mengendurkan tekanan. Pada menit ke-48, Djed Spence melepaskan tembakan keras ke pojok bawah gawang, tetapi Jordan Pickford melakukan penyelamatan refleks yang menjaga Everton tetap hidup.
Statistik menunjukkan dominasi mutlak Tottenham. Hingga pertengahan babak kedua, Spurs unggul jauh dalam jumlah tembakan tepat sasaran dengan perbandingan 19 berbanding 5.
Everton mencoba bangkit lewat bola mati dan beberapa pergantian pemain yang dilakukan David Moyes.
Tyrique George dan Harrison Armstrong dimasukkan untuk menambah daya serang, tetapi peluang demi peluang mereka tetap mampu dipatahkan pertahanan Tottenham.
Di sisi lain, De Zerbi juga melakukan rotasi dengan menarik keluar Richarlison dan memasukkan Randal Kolo Muani demi menjaga intensitas permainan Spurs hingga akhir laga.
Everton terus menekan pada menit-menit akhir melalui sepak pojok dan umpan silang, tetapi Tottenham mampu mempertahankan keunggulan sampai peluit panjang dibunyikan wasit Michael Oliver.
Kemenangan ini menjadi salah satu hasil paling penting Tottenham musim ini karena memastikan mereka lolos dari degradasi dan tetap bermain di Liga Inggris musim depan.
(Tribunnews.com/Tio)