DPRD Jatim Usul MBG Perbanyak Menu Telur untuk Bantu Serap Produksi Peternak
Dyan Rekohadi May 25, 2026 01:32 AM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Anggota Komisi B Khusnul Khuluk mendorong keseriusan pemerintah untuk mengatasi anjloknya harga telur di tingkat peternak yang belakangan ini menjadi keluhan.

Untuk membantu peternak, maka Khusnul mendorong agar menu telur di program Makan Bergizi Gratis atau MBG perlu terus digalakkan. 

"Misalnya seminggu dua kali menu telur, sehingga pasaran telur ini bisa terserap," kata politisi PKS ini ketika dikonfirmasi dari Surabaya, Minggu (24/5/2026). 

Baca juga: DPRD Jatim Desak Langkah Cepat Pemerintah Tangani Keluhan Harga Telur Anjlok Peternak


Belakangan ini, peternak memang menyuarakan keluhan terkait harga telur dari kandang.

Dari penjelasan peternak, harga telur dari kandang peternak saat ini hanya berada di kisaran Rp21.500 hingga Rp22.500 per kilogram. 

Harga tersebut jauh di bawah harga pokok produksi (HPP) yang mencapai sekitar Rp24.000 per kilogram.

Bahkan angka itu juga masih lebih rendah dibanding harga acuan pembelian produsen yang berada di level Rp26.500 per kilogram.

Baca juga: BGN Tambah Menu Telur MBG Jatim, Respons Protes Peternak Magetan

 

Pertimbangan Subsidi bagi Peternak


Khusnul mengungkapkan, kondisi ini harus direspons secara cepat.

Jika nantinya upaya penyerapan MBG ini belum sepenuhnya optimal maka pemerintah perlu memberikan subsidi kepada peternak.

Sebab jangan sampai peternak telur ini gulung tikar akibat harga telur dari kandang yang rendah sementara harga pakan tetap tinggi. 

Tentu kondisi tersebut memberatkan para peternak. Khusnul mendorong betul agar pemerintah optimal menangani kondisi ini.

"Harapannya memang bisa menekan harga pakan, terutama yang dari impor ini, termasuk jagung dan lain sebagainya. Harga telur juga bisa distabilkan," tandasnya. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.