SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG - SDN Tulungrejo 2 Kota Batu berhasil menjadi juara KU 10 pada final MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Malang Seri 2 2025-2026 di Stadion Gajayana Kota Malang, Minggu (24/5/2026).
SDN Tulungrejo 2 lahir sebagai juara baru usai mengalahkan SDN Tunjungsekar 3 Kota Malang dengan skor 3-1.
Kemenangan SDN Tulungrejo 02 ditentukan lewat gol Azzahra Nur Fitria Umayra pada menit ke-11, serta dua gol tambahan dari Kholifah Nur Avilia pada menit ke-17 dan 27.
Sedangkan gol semata wayang SDN Tunjungsekar 3 dicetak oleh Jingga Meutia Ardhanareswari pada menit ke-13.
Pencapaian ini menurut Pelatih SDN Tulungrejo 02, Tri Cahyo Suseno tak lepas kerja keras dan motivasi para pemain usai gagal di babak delapan besar saat MLSC Seri 1 Malang lalu.
“Tahun ini alhamdulillah kami bisa juara di Seri 2. Setelah gagal di seri 1 lalu anak-anak terus berlatih untuk memperbaiki diri dan hasilnya maksimal."
"Anak- anak tadi moodnya juga baik, fisik juga oke karena daerah kami di dataran tinggi, tinggal menata mentalnya saja,” kata Tri Cahyo Suseno, Minggu (24/5/2026).
Baca juga: Lucas Frigeri Sampaikan Salam Perpisahan untuk Arema FC
Sedangkan di KU 12, SDN Lowokwaru 3 berhasil menjadi juara setelah mengalahkan SDN 3 Pandanlandung dengan skor 3-0.
Tiga gol dicetak oleh sang top skor Adelice Maureen Hanum Faisal yang berhasil mengemas total 36 gol sepanjang jalannya turnamen.
Ditemui usai pertandingan, Adelice mengatakan usahanya dalam meraih gelar top skorer tidaklah mudah.
Dalam seminggu ia harus berlatih selama empat kali bersama anak laki-laki. Selain itu ia juga harus membagi waktu antara latihan dan sekolah.
“Tentunya senang meskipun capek latihan. Tapi akhirnya perjuangan terbayar di final tadi."
"Senang bisa bawa sekolah juara dan juga jadi top skorer."
"Kemenangan ini buat orang tua yang selalu mendukung saya selama latihan dan pertandingan,” ujar Adelice.
Sementara itu Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono menjelaskan MLSC Malang Seri 2 2025-2026 diikuti sebanyak 2.161 peserta. Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan Seri 1 yang diikuti 1.918 peserta.
Bertambahnya jumlah peserta ini juga menambah jumlah Madrasah Ibtidaiyah dan Sekolah Dasar yang ikut serta. Dari 120 menjadi 122 sekolah.
“Antusias peserta meningkat baik di Malang dan juga di kota-kota lain."
"Melihat animo dan keseriusan tim dalam berlatih serta terlihat adanya peningkatan kualitas, tim All-Stars Malang tidak bisa dianggap sebelah mata,” jelas Teddy.
Teddy memprediksi, nantinya Malang memiliki kesempatan seperti All Stars Solo di gelaran tahun lalu yang menjadi kuda hitam yang tak dapat dipandang sebelah mata meski baru kali pertama mengikuti turnamen sepak bola usia dini ini.
“Sebetulnya kalau melihat kota-kota yang punya sejarah sepak bola kuat sejak era perserikatan memang memperlihatkan animo luar biasa. Jadi secara kualitas Malang juga bagus,” tambahnya.
Senada dengan Teddy, Head Coach MLSC, Timo Scheunemann menilai kekuatan Malang terletak pada dukungan wilayah yang saling terhubung dan saling berdekatan mulai dari Kabupaten Malang, Kota Malang, hingga Kota Batu.
Ia optimistis antusiasme sekolah-sekolah di Malang Raya khususnya akan mendorong pembinaan yang lebih berkelanjutan, terlebih dengan adanya turnamen MLSC yang nantinya akan bernaung untuk sepak bola putri di tanah air.
“Saya melihat ke depannya sekolah-sekolah, khususnya di Malang yang memang memiliki cerita panjang di sepak bola akan lebih serius untuk berlatih secara kontinu. Kalau itu terjadi, pemain-pemain yang berbakat akan muncul,” ucap Timo.
“Sebelumnya kami juga sudah gerilya pemain-pemain yang kami anggap berpotensi, punya bakat, kami datangi sekolahnya, memastikan supaya sekolahnya ikut."
"Termasuk yang bertanding di final KU 12 ini yaitu Adelice yang nantinya kemungkinan akan memperkuat All- Star-nya Malang,” tambahnya.
Sedangkan Anggota Executive Committee PSSI Bidang Kompetisi Kota Malang, Rochman Hadi menilai adanya turnamen ini menjadi kabar baik bagi perkembangan ekosistem sepak bola putri di Malang dan sekitarnya.
“Semoga kompetisi sepak bola putri di Malang semakin banyak digelar karena hal tersebut menjadi salah satu barometer dalam proses pembinaan dan pencarian pemain putri potensial,” terang Rochman.
Untuk diketahui selain di Malang, MLSC Seri 2 2025-2026 juga digelar di 11 kota lain, yakni Kudus, Surabaya, Jakarta, Tangerang, Bandung, Yogyakarta, Solo, Semarang, Bekasi, Samarinda dan Banjarmasin.
Baca juga: Peluang Klub Pengusaha Indonesia Tembus Liga Champions, Misi Como Finis 4 Besar Liga Italia