Talenta Muda Sepak Bola Putri Bersinar di MLSC Kudus dan Malang
Mochamad Hary Prasetya May 25, 2026 01:33 AM

MLSC
Pemenang MLSC di Kudus, Jawa Tengah

BOLASPORT.COM - Gelaran MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Kudus dan Malang Seri 2 2025/2026 telah mencapai partai puncak usai melewati serangkaian laga yang kompetitif.

Di Kudus, MI NU Baitul Mukminin (KU 10) dan SDN Jambean 02 Pati (KU 12) menaklukkan lawan-lawan tangguhnya demi meraih gelar juara.

Sementara di Malang, SDN Lowokwaru 3 tampil gemilang dengan memastikan gelar juara di KU 10, sedangkan SDN Tulungrejo 02 sukses menjadi yang terbaik di kategori KU 12.

Program Director MLSC, Teddy Tjahjono mengatakan penyelenggaraan MLSC Kudus dan Malang Seri 2 2025/2026 merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan untuk membangun ekosistem sepak bola putri Indonesia sejak usia dini.

Menurutnya, konsistensi penyelenggaraan menjadi kunci penting dalam melahirkan calon atlet yang berkualitas di masa depan.

"MilkLife dan Djarum Foundation memiliki komitmen jangka panjang untuk mendukung sepak bola putri Indonesia."

"MLSC kini memasuki tahun ketiga dan secara kualitas terus menunjukkan perkembangan konsisten," kata Teddy Tjahjono.

Teddy Tjahjono menambahkan, jenjang berikutnya dari MLSC adalah Hydroplus Soccer League.

Dari hasil kedua turnamen ini, antusiasme peserta terus meningkat, kualitas permainan para pemain muda juga semakin berkembang dari seri ke seri.

"Hal ini menunjukkan kompetisi yang digelar secara konsisten mampu menjadi wadah pembinaan yang efektif untuk melahirkan talenta-talenta sepak bola putri masa depan,” ucap Teddy. 

Ia menilai keberlangsungan kompetisi secara rutin memberi ruang bagi para pemain muda untuk berkembang melalui pengalaman bertanding yang kompetitif dan terarah.

Dengan pembinaan yang berjalan berkesinambungan, Teddy optimistis ajang ini dapat menjadi wadah lahirnya bibit-bibit potensial bagi sepak bola putri Indonesia.

"Penyelenggaraan yang konsisten dan berkelanjutan seperti ini sangat penting untuk membangun fondasi sepak bola putri."

"Dari sini para pemain mendapat kesempatan berkembang, menambah pengalaman bertanding, sekaligus memupuk mental kompetitif sejak dini,” jelasnya.

Teddy juga melihat perkembangan positif dari sisi kualitas permainan dan pemahaman para peserta terhadap sportivitas di lapangan.

Semangat bertanding, fairplay, hingga keberanian menunjukkan kemampuan terbaik menjadi bagian penting yang terus tumbuh dalam setiap seri MLSC.

Pelatih Kepala MLSC 2025/2026, Timo Scheunemann, menegaskan proses seleksi pemain dalam seri ini tidak semata-mata melihat kemampuan olah bola para peserta.

Menurut Timo, pembinaan atlet muda sepak bola putri  tidak hanya berorientasi pada prestasi instan.

Ia menekankan pentingnya konsistensi latihan dan kecintaan siswi saat bermain sepak bola sebagai pondasi utama dalam proses pembentukan karakter maupun peningkatan kemampuan.

“Prestasi itu memang penting tapi yang tidak kalah penting adalah konsistensi para siswi dalam latihan."

"Ketika kemampuan mereka meningkat, mereka akan semakin senang bermain sepak bola."

"Dari situ, baru digali potensi dan bakatnya. Kemudian, sekolah juga bisa menyisipkan nilai-nilai pengembangan mental dan karakter yang  sejalan dengan dunia pendidikan,” tutur Timo.

Ia menambahkan Kudus sebagai kota pertama penyelenggaraan telah memperlihatkan fondasi pembinaan yang semakin matang.

Sementara Malang mulai menunjukkan peningkatan, baik dari sisi jumlah peserta maupun kualitas pemain.

Ia menyebut, tim pelatih juga aktif melakukan pemantauan langsung ke sekolah-sekolah untuk memastikan para pemain potensial mendapatkan kesempatan tampil dan berkembang dalam kompetisi.

"Kudus adalah kota pertama MLSC, jadi awal mula sepak bola putri tumbuh di sana dan terus konsisten dibangun."

"Sementara, Malang baru dua kali menggelar MLSC, namun perkembangannya sudah terlihat baik, dari jumlah pemain maupun kualitas pemain."

"Kami juga mendatangi sekolah-sekolah supaya mereka ikut berpartisipasi."

"Bahkan pemain yang tampil di final KU 12 nanti diproyeksikan memperkuat tim All-Star Malang untuk tampil di Kudus pada akhir Juni bersama perwakilan dari 12 kota lainnya,” tutup Timo.

Pertandingan MLSC di Malang, Jawa Timur
MLSC
Pertandingan MLSC di Malang, Jawa Timur

Daftar Pemenang MilkLife Soccer Challenge Kudus Seri 2 2025/2026:

Kategori Usia 10

Champion : MI NU Baitul Mukminin

Runner-up : MI NU Pendidikan Islam

Semifinalis : SDN Gunungwungkal 01 dan SD 2 Demaan

Top Scorer : Charissa Setya Ayudiana - SDIT Al Islam Kudus (37 Gol) dan Nadhira Adiba Syakila - MI NU Pendidikan Islam (37 Gol)

Best Player : Khusna Marsa Irsyad - MI NU Baitul Mukminin 

Best Goalkeeper : Aulia Agustin - SDN Gunungwungkal 01

Fairplay Team : MIM Al Tanbih Kudus

Kategori Usia 12

Champion : SDN Jambean 02 Pati 

Runner-up : SDUT Bumi Kartini Jepara 

Semifinalis : SDN 1 Rendeng dan SDIT Al Islam Kudus

Top Scorer : Rara Zenita Fatin - SDUT Bumi Kartini Jepara (42 gol)

Best Player : Sabrina Dwi Ristiyana - SDN Jambean 02 Pati

Best Goalkeeper : Queisha Sava Azzalfa - SDUT Bumi Kartini Jepara

Fairplay Team : SDN 1 Panggang Jepara

Daftar pemenang MilkLife Soccer Challenge Malang Seri 2 2025/2026:

Kategori Usia 10

Champion : SDN Tulungrejo 02

Runner-up : SDN Tunjungsekar 3

Semifinalis : SDN Tulungrejo 04 Batu dan SDN 1 Sukoanyar

Top Scorer : Syakila Naura Putri - SDN Sawojajar 6 (32 gol)

Best Player : Ya’qud Nadhifah Rafani Utomo - SD Islam Al Falah

Best Goalkeeper : Cahaya Ni’matul Solehah - SDN Tulungrejo 02

Fairplay Team : SD Islam Al Falah

Kategori Usia 12

Champion : SDN Lowokwaru 3

Runner-up : SDN 3 Pandanlandung

Semifinalis : SDK Santa Maria 01 dan SDN Lowokwaru 4

Top Scorer : Adelice Maureen Hanum Faisal - SDN Lowokwaru 3 (36 gol)

Best Player : Ananda Nindy Dwi Berlian - SDN Lowokwaru 4

Best Goalkeeper : Aira Firdayanti - SDN 3 Pandanlandung

Fairplay Team : MI Miftahul Huda Sukolilo  

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.