TRIBUNNEWS.COM - Momen emosional perpisahan Pep Guardiola bersama Manchester City harus berakhir pahit setelah mereka kalah 1-2 dari Aston Villa pada laga terakhir musim Liga Inggris, Minggu (25/5/2026).
Pertandingan di Stadion Etihad itu awalnya dipenuhi suasana penghormatan untuk Guardiola, yang resmi mengakhiri kebersamaan 10 tahunnya bersama Manchester City.
Pelatih asal Spanyol tersebut mendapat sambutan meriah dari para suporter, termasuk banner raksasa bertuliskan "Game changer. History maker. City forever."
Tak hanya Guardiola, laga ini juga menjadi pertandingan terakhir bagi Bernardo Silva dan John Stones bersama City.
Keduanya merupakan bagian penting dari era keemasan klub dengan total 19 tahun pengabdian (9th Silva + 10th Stones).
Bernardo Silva masuk ke lapangan dengan mengenakan ban kapten. Ia bahkan menangis sebelum pertandingan dimulai.
Atmosfer emosional semakin terasa ketika para suporter membentangkan bendera Catalan dan tribun baru bernama Pep Guardiola Stand resmi digunakan untuk pertama kalinya.
Baca juga: Tottenham Hotspur Bertahan di Liga Inggris usai Tundukkan Everton, West Ham Degradasi
Di balik nuansa perpisahan itu, Man City yang sudah kehilangan gelar juara tetap mencoba menutup musim dengan kemenangan.
Namun sayang, usaha Man City tak membuahkan hasil. Aston Villa membuat momen perpisahan ketiganya menjadi pahit.
Guardiola melakukan sembilan perubahan susunan pemain dan mencadangkan sejumlah bintang, termasuk Erling Haaland yang bahkan tidak masuk daftar pemain cadangan.
City sempat unggul lebih dulu lewat gol Antoine Semenyo. Gol tersebut lahir melalui skema sepak pojok yang diselesaikan dengan cerdik untuk membawa tuan rumah memimpin.
Namun Aston Villa yang masih berada dalam euforia juara Liga Europa mampu bangkit pada babak kedua.
Tim asuhan Unai Emery tampil efektif dan memanfaatkan kelengahan pertahanan City.
Gol penyama kedudukan dicetak Ollie Watkins setelah memanfaatkan sundulan buruk John Stones dari situasi sepak pojok, semenit setelah babak kedua dimulai.
Striker Inggris itu kemudian kembali mencetak gol di menit 61' lewat serangan balik cepat yang diakhiri penyelesaian tenang untuk memastikan kemenangan Villa.
Di tengah babak kedua, momen paling emosional tercipta saat Bernardo Silva ditarik keluar lapangan.
Pertandingan sempat dihentikan untuk memberi guard of honour kepada gelandang Portugal tersebut.
Silva kembali menitikkan air mata, sementara Guardiola juga terlihat emosional di pinggir lapangan.
Baca juga: Hasil Akhir Brighton Vs Manchester United: Rekor 21 Assist Bruno Fernandes, Setan Merah Menang 0-3
Tak lama setelah itu, laga kembali dihentikan ketika John Stones mendapat penghormatan serupa dari suporter Manchester City.
Setelah dilanjutkan, City sebenarnya sempat merasa menyamakan skor lewat gol Phil Foden yang menghantam mistar bagian bawah sebelum masuk ke gawang.
Namun, VAR menganulir gol tersebut karena Foden dianggap berada dalam posisi offside, meski tayangan ulang memunculkan kontroversi.
Sampai peluit akhir berbunyi, Man City gagal menyamakan skor dan akhirnya harus kalah 1-2 di kandang sendiri dalam laga terakhir Pep Guardiola.
Kekalahan ini menjadi penutup yang pahit bagi Guardiola setelah mempersembahkan era paling sukses dalam sejarah Manchester City.
Selama 10 musim, mantan pelatih FC Barcelona dan Bayern Munich itu berhasil membawa City meraih 20 trofi, termasuk enam gelar Liga Inggris dan satu trofi Liga Champions Eropa.
Man City menutup musim ini dengan 78 poin, berjarak tujuh poin dari Arsenal yang meraih 85 poin setelah kemenangan 2-1 di laga terakhir dari Crystal Palace.




















(Tribunnews.com/Tio)