Kylian Mbappe meraih Trofi Pichichi untuk musim kedua berturut-turut setelah mencetak gol dalam kemenangan Real Madrid atas Athletic Club di laga terakhir musim ini. Penyerang asal Prancis tersebut kini menyamai pencapaian yang sebelumnya hanya pernah diraih oleh Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi dalam 38 tahun terakhir di La Liga.
Mbappe Pertahankan Gelar Pichichi
Mbappe secara resmi mengamankan Trofi Pichichi musim 2025-26 setelah mencetak gol dalam kemenangan Real Madrid 4-2 atas Athletic Club pada hari terakhir kompetisi. Gol tersebut membuat pemain internasional Prancis itu mengoleksi total 25 gol di liga musim ini. Ia menutup musim di atas penyerang Mallorca, Vedat Muriqi, yang mencetak 23 gol. Sementara itu, Ante Budimir dari Osasuna menempati posisi ketiga dengan 17 gol, diikuti oleh dua pemain Barcelona, Ferran Torres dan Lamine Yamal, yang masing-masing mencatat 16 gol. Bintang Los Blancos tersebut juga menjadi pemain dengan jumlah tembakan terbanyak di La Liga, yakni 63 kali percobaan, menegaskan dominasinya di lini depan sepanjang musim. Muriqi mengakhiri musim dengan 50 tembakan, sedangkan rekan setim Mbappe, Vinicius Jr, mencatatkan 46 tembakan.
Mbappe Masuk Daftar Elit di Spanyol
Gelar top skor terbaru Mbappe menempatkannya di jajaran nama besar dalam sejarah La Liga. Musim lalu, pemain asal Prancis itu juga memenangkan Trofi Pichichi dengan torehan 31 gol sebelum mempertahankan gelar tersebut musim ini dengan performa luar biasa. Prestasi tersebut menjadikannya pemain pertama sejak Ronaldo (2014 dan 2015) yang memenangkan penghargaan ini dalam dua musim berturut-turut untuk Real Madrid. Dalam 38 tahun terakhir, hanya segelintir pemain, termasuk Messi, yang mampu mempertahankan gelar tersebut secara beruntun.
Perpisahan Emosional di Akhir Musim yang Sulit
Laga terakhir Real Madrid musim ini di Stadion Santiago Bernabeu juga diwarnai dengan momen perpisahan penuh emosi. Dani Carvajal mendapat tepuk tangan meriah dalam penampilan terakhirnya bersama klub, sementara David Alaba turut mengucapkan selamat tinggal setelah masa pengabdiannya di ibu kota Spanyol.
Kesuksesan individu Mbappe datang di tengah musim yang dianggap mengecewakan bagi standar Real Madrid. Klub kesulitan mempertahankan konsistensi performa dan gagal meraih satu pun trofi musim ini. Meski begitu, dua gelar Pichichi beruntun yang diraih kapten tim nasional Prancis tersebut semakin menegaskan statusnya sebagai salah satu penyerang terbaik dunia dan pemain kunci dalam rencana jangka panjang Los Blancos.
Era Mourinho Siap Dimulai di Madrid
Fokus kini beralih ke era baru di Santiago Bernabeu, dengan Jose Mourinho diperkirakan akan kembali menukangi Real Madrid. Pelatih asal Portugal itu menghadapi tantangan besar untuk membangun kembali skuad yang mampu bersaing memperebutkan gelar-gelar utama. Salah satu fokus utamanya adalah menemukan keseimbangan yang tepat antara Mbappe dan Vinicius setelah kegagalan tim tampil solid meski memiliki lini serang berkualitas tinggi. Setelah membuktikan dirinya mampu tampil dominan di La Liga, Mbappe kini bertekad untuk mengubah kesuksesan individu menjadi prestasi kolektif pada musim mendatang.