Hari Ini, Jemaah Haji Bergerak ke Arafah dalam Tiga Trip
M Syofri Kurniawan May 25, 2026 06:14 AM

TRIBUNJATENG.COM, MEKKAH - Seluruh jemaah haji Indonesia sudah tiba seluruhnya di Mekkah, Arab Saudi, pada Minggu (24/5/2026) waktu setempat.

Kini, jemaah bersiap memasuki tahapan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). 

"Alhamdulillah memasuki hari operasional pelaksanaan haji ke-33, seluruh jemaah haji Indonesia kini telah tiba di Mekkah, Arab Saudi," kata Juru Bicara (Jubir) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Maria Assegaf, dalam konferensi pers secara daring di Jakarta, Minggu. 

Berdasarkan data operasional terbaru, kata Maria, 527 kloter dengan 202.551 jemaah dan 2.098 petugas telah tiba di Makkah.

Selain itu, sebanyak 16.596 jemaah haji khusus juga telah tiba di Arab Saudi.

 “Saat ini, seluruh layanan kami arahkan untuk memastikan kesiapan Armuzna, mulai dari tenda, penempatan jemaah, konsumsi, transportasi, kesehatan, perlindungan jemaah, hingga penempatan petugas,” ujar Maria.

Dia menuturkan, fokus layanan Kemenhaj bersama Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi kini diarahkan sepenuhnya pada persiapan puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). 

Maria mengungkapkan, pada Senin (25/5/2026) hari ini, jemaah akan bergerak menuju Arafah untuk menjalani puncak haji.

Oleh karena itu, para jemaah tengah melakukan persiapan. 

"Saat ini, seluruh jemaah haji Indonesia tengah berada dalam fase persiapan akhir menghadapi rangkaian Armuzna yang merupakan inti dari seluruh prosesi ibadah haji," ucap Maria. 

Maria mengatakan, penggeseran jemaah haji Indonesia dari hotel ke Arafah akan mulai dilakukan secara bertahap.

Pergerakan jemaah akan dibagi dalam tiga trip.

Kloter pertama akan berangkat pukul 07.00 pagi, kloter kedua berangkat pukul 11.30 pagi, sementara kloter keempat pada pukul 16.30 sore waktu Arab Saudi. 

"Kami mengimbau seluruh jemaah untuk mematuhi jadwal, arahan petugas kloter, petugas sektor, pembimbing ibadah, serta seluruh petugas layanan di lapangan," ucap Maria. 

Ia menekankan, jemaah tidak bergerak sendiri dan mendahului jadwal.

Selain itu, jangan terpisah dari rombongan yang telah ditentukan, tetap bersama.

Sebab, fase Armuzna adalah tahapan paling penting, paling padat, dan paling membutuhkan kesiapan fisik, mental, serta kedisiplinan dari seluruh jemaah. 

Dia mengatakan seluruh layanan juga terus dimatangkan, mulai dari kesiapan tenda, penempatan jemaah, transportasi, layanan kesehatan, dan konsumsi hingga penempatan-penempatan petugas di titik-titik layanan.

Dia juga meminta seluruh jemaah dan petugas untuk saling peduli dan saling memperhatikan satu sama lain.  

"Bila melihat jemaah yang berjalan sendirian, tampak kebingungan, maupun kelelahan atau terpisah dari rombongan, segera sapa dan tanyakan kondisinya. Jika jemaah tersebut memang membutuhkan bantuan, langsung antarkan ke petugas terdekat, pos layanan, ataupun laporkan kepada petugas sektor dan kloter," ucap Maria. 

Maria meminta, jemaah tidak dibiarkan berjalan sendiri tanpa pendampingan, terutama bagi jemaah lansia, disabilitas, dan jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu.

Kepedulian tersebut sangat penting untuk mengurangi kemungkinan jemaah hilang, tersesat, dan terpisah dari rombongan.

"Pada fase Armuzna ini, keselamatan jemaah adalah tanggung jawab bersama," ungkap Maria. 

Di sisi lain, Kementerian Haji dan Umrah akan terus melakukan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi, PPIH Arab Saudi, petugas kloter, sektor, serta seluruh unsur layanan agar pelaksanaan Armuzna dapat berjalan dengan optimal.

"Kami ingin memastikan seluruh jemaah mendapatkan layanan yang tertib, aman, dan nyaman, serta dapat menjalankan rangkaian ibadah puncak haji dengan khusyuk," tandas Maria.

Pengecekan akhir

Maria mengatakan, Satuan Tugas Jemaah Haji Arafah bergerak ke lokasi untuk melakukan pengecekan akhir terhadap sejumlah fasilitas, pada Minggu (24/5), menjelang puncak haji. Pengecekan itu meliputi kesiapan tenda, distribusi konsumsi, hingga menyiapkan proses penerimaan kedatangan jemaah yang dimulai pada 8 Dzulhijjah pagi hingga 9 Dzulhijjah dini hari. 

"Pada hari ini (Minggu kemarin—Red) pula, seluruh petugas juga telah bergerak penuh menyiapkan layanan di Arafah, di mana sejak pukul 7 pagi waktu Arab Saudi, Satuan Tugas Arafah mulai diberangkatkan menuju ke lokasi," kata Maria. 

Ia menuturkan, Satgas ini bertugas memastikan seluruh kesiapan layanan di Arafah berada dalam kondisi optimal.

Nantinya, kata dia, petugas juga akan memastikan seluruh kebutuhan jemaah dapat terpenuhi selama pelaksanaan wukuf dan masa layanan di Arafah.

Kebutuhan tersebut meliputi layanan akomodasi, konsumsi, transportasi, kesehatan, dan bimbingan ibadah, serta perlindungan bagi jemaah. 

"Koordinasi juga terus diperkuat untuk memastikan bahwa proses pergerakan dari Arafah menuju ke Muzdalifah berjalan tertib, aman, dan terpantau dengan baik," tuturnya.

Lebih lanjut, Maria mengimbau, agar para jemaah memanfaatkan waktu untuk mempersiapkan diri secara fisik maupun spiritual sebaik-baiknya.

Pastikan seluruh perlengkapan yang dibutuhkan selama Armuzna telah disiapkan dengan baik, seperti dokumen identitas yang wajib hukumnya selalu menempel kepada jemaah, obat-obatan pribadi, perlengkapan ibadah, pakaian secukupnya, serta kebutuhan dasar lainnya. 

Evaluasi Timwas

Sementara itu, Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI menggelar evaluasi komprehensif terkait penyelenggaraan ibadah haji 2026 bersama jajaran Kemenhaj di Al Qim'ma Hall, Mekkah, Minggu (24/5/2026).

Dalam pertemuan ini Timwas DPR menyoroti sejumlah pencapaian positif sekaligus catatan perbaikan menjelang fase puncak ibadah haji.

Ketua Timwas Haji DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal menyampaikan, pengawasan penyelenggaraan haji dibagi menjadi dua tahap.

Tahap pertama di Madinah telah resmi ditutup dengan apresiasi tinggi dari pihak parlemen.

"Dari Madinah sudah closing, kami apresiasi penyelenggaraan haji yang cukup luar biasa. Ini adalah pencapaian perdana Kementerian Haji menyelenggarakan haji di tahun ini, kita sangat apresiasi," ujar Cucun.

Memasuki tahap pengawasan di Mekkah, Timwas DPR RI tetap mengantongi sejumlah catatan kritis, terutama menyangkut kelayakan fasilitas dan jarak pemondokan (hotel) jemaah.

Ia menegaskan,seluruh masukan ini akan menjadi acuan utama perbaikan pada musim haji mendatang.

Terkait persiapan puncak haji di Armuzna, Timwas menemukan adanya lompatan dan perubahan tata kelola yang signifikan, khususnya dalam menindak syarikah (perusahaan penyedia layanan) yang kerap memanipulasi kapasitas tenda.

"Dulu kita kadang-kadang dibilang oleh pemilik tenda syarikah isinya 100, padahal cuma 50. Sekarang betul-betul dicek secara ketat," ungkap Cucun.

Timwas DPR pun memuji para petugas yang telah dididik di Jakarta atas dedikasi mereka memeriksa kelayakan fasilitas Armuzna secara mendetail, termasuk mengecek ketersediaan kasur satu per satu.

Ke depannya, DPR RI berkomitmen untuk mengkalkulasi ulang komponen biaya penyelenggaraan ibadah haji agar kualitas layanan dapat terus meningkat secara eksponensial setiap tahunnya. (Kompas.com/Tribunnews)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.