Tanggal 25 Mei 2026 Memperingati Hari Apa? Ada 3 Momen Penting
Tiara Shelavie May 25, 2026 06:20 AM

TRIBUNNEWS.COM - Tanggal 25 Mei 2026 bukan sekadar penanda pergantian hari dalam kalender internasional. 

Di balik tanggal tersebut, terdapat sejumlah peringatan penting yang membawa pesan besar tentang kesehatan manusia, hingga kelestarian lingkungan.

Masing-masing momentum diperingati untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dunia terhadap isu yang selama ini sering dianggap sepele, padahal memiliki dampak besar dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu peringatan yang jatuh pada 25 Mei adalah World Thyroid Day atau Hari Tiroid Sedunia. 

Peringatan ini mengajak masyarakat untuk lebih memahami pentingnya kelenjar tiroid, organ kecil berbentuk kupu-kupu yang berada di leher namun memiliki peran vital dalam mengatur metabolisme tubuh, energi, suhu tubuh, hingga detak jantung. 

Banyak orang baru menyadari pentingnya kesehatan tiroid ketika mulai mengalami gangguan seperti mudah lelah, perubahan berat badan drastis, atau masalah hormon. 

Karena itu, Hari Tiroid Sedunia hadir sebagai pengingat bahwa kesehatan organ kecil ini tidak boleh diabaikan.

Selain isu kesehatan tubuh, tanggal 25 Mei juga diperingati sebagai International Plastic Free Day atau Hari Bebas Plastik Internasional. 

Momentum ini lahir dari meningkatnya kekhawatiran dunia terhadap pencemaran sampah plastik yang terus mengancam lingkungan. 

Plastik sekali pakai yang digunakan hanya dalam hitungan menit sering kali membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai di alam. 

Dampaknya tidak hanya mencemari laut dan sungai, tetapi juga membahayakan satwa liar hingga berpotensi masuk ke rantai makanan manusia dalam bentuk mikroplastik. 

Baca juga: Daftar Tanggal Merah Juni 2026 Menurut SKB 3 Menteri, Ada Long Weekend di Awal Bulan

Hari Bebas Plastik Internasional menjadi ajakan global agar masyarakat mulai mengurangi ketergantungan terhadap plastik dan membangun gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

Tak hanya itu, 25 Mei juga diperingati sebagai International Skin Pigmentation Day atau Hari Pigmentasi Kulit Internasional.

Peringatan ini membawa pesan penting tentang kesehatan kulit sekaligus penerimaan terhadap keberagaman warna kulit manusia. 

Selama bertahun-tahun, perbedaan warna kulit kerap menjadi sumber stigma sosial dan standar kecantikan yang tidak realistis. 

Melalui momentum ini, masyarakat diajak untuk memahami berbagai kondisi pigmentasi kulit, meningkatkan kesadaran akan perawatan kulit yang sehat, serta menumbuhkan rasa percaya diri terhadap warna kulit alami masing-masing individu. 

3 Peringatan Penting pada Tanggal 25 Mei 2026

1. World Thyroid Day atau Hari Tiroid Sedunia

Setiap tanggal 25 Mei, dunia memperingati World Thyroid Day atau Hari Tiroid Sedunia. 

Peringatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya kelenjar tiroid bagi kesehatan tubuh manusia.

Tiroid merupakan kelenjar kecil berbentuk menyerupai kupu-kupu yang berada di bagian depan leher. 

Meski ukurannya kecil, organ ini memiliki fungsi vital karena menghasilkan hormon yang membantu mengatur metabolisme, suhu tubuh, energi, hingga detak jantung.

Hari Tiroid Sedunia pertama kali diperkenalkan pada tahun 2007 oleh Federasi Tiroid Internasional, dikutip dari National Today.

Tanggal 25 Mei dipilih untuk mengenang berdirinya European Thyroid Association (ETA) pada 25 Mei 1965. 

Seiring waktu, berbagai organisasi kesehatan dunia turut mendukung kampanye ini karena gangguan tiroid menjadi salah satu masalah kesehatan yang cukup sering terjadi.

Gangguan pada tiroid dapat berupa hipotiroidisme maupun hipertiroidisme. 

Hipotiroidisme terjadi ketika tubuh kekurangan hormon tiroid, sedangkan hipertiroidisme muncul akibat produksi hormon yang berlebihan. 

Kondisi tersebut bisa memicu berbagai keluhan seperti mudah lelah, perubahan berat badan, rambut rontok, gangguan konsentrasi, hingga masalah jantung.

Melalui peringatan ini, masyarakat diajak untuk lebih peduli terhadap gejala gangguan tiroid dan rutin memeriksakan kesehatan, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit serupa.

2. International Plastic Free Day (Hari Bebas Plastik Internasional)

Selain bidang kesehatan, tanggal 25 Mei juga diperingati sebagai International Plastic Free Day atau Hari Bebas Plastik Internasional. 

Momentum ini hadir untuk mengingatkan masyarakat tentang bahaya sampah plastik terhadap lingkungan dan kehidupan makhluk hidup.

Hari Bebas Plastik Internasional digagas oleh organisasi lingkungan Free the Ocean pada tahun 2019, dikutip dari Days of The Year.

Kampanye ini mendorong masyarakat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan mulai beralih ke produk yang lebih ramah lingkungan.

Selama bertahun-tahun, plastik menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari karena dianggap praktis dan murah. 

Namun, penggunaan berlebihan justru menimbulkan masalah besar, terutama pencemaran laut, kerusakan ekosistem, dan ancaman bagi satwa liar.

Kantong plastik menjadi simbol utama dalam kampanye ini karena sering ditemukan mencemari sungai, pantai, hingga saluran air. 

Material plastik yang ringan membuatnya mudah terbawa angin dan sulit terurai dalam waktu singkat.

Peringatan ini juga menekankan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti membawa tas belanja sendiri, menggunakan botol minum isi ulang, serta mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai.

Di berbagai negara, Hari Bebas Plastik Internasional sering diperingati dengan aksi bersih lingkungan, edukasi daur ulang, hingga kampanye pengurangan sampah plastik di ruang publik.

3. International Skin Pigmentation Day (Hari Pigmentasi Kulit Internasional)

Tanggal 25 Mei juga menjadi momen peringatan International Skin Pigmentation Day atau Hari Pigmentasi Kulit Internasional. 

Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran tentang gangguan pigmentasi kulit sekaligus mendorong penerimaan terhadap keberagaman warna kulit manusia.

Hari Pigmentasi Kulit Internasional pertama kali diperkenalkan pada tahun 2020 oleh perusahaan asal Spanyol, Lullage atau Bella Aurora. 

Sejak saat itu, kampanye ini berkembang ke berbagai negara dan mendapat perhatian luas dari komunitas kesehatan kulit serta industri kecantikan.

Gangguan pigmentasi kulit sendiri merupakan kondisi umum yang menyebabkan munculnya warna kulit tidak merata, seperti bercak gelap atau hiperpigmentasi. 

Kondisi tersebut biasanya dipicu oleh paparan sinar matahari, perubahan hormon, faktor usia, hingga penggunaan obat tertentu.

Selain fokus pada edukasi kesehatan kulit, peringatan ini juga membawa pesan penting mengenai inklusivitas dan penerimaan diri. 

Masyarakat diajak untuk menghargai seluruh warna kulit tanpa diskriminasi maupun stigma sosial.

Hari Pigmentasi Kulit Internasional turut menjadi pengingat bahwa standar kecantikan tidak seharusnya terbatas pada warna kulit tertentu. Keberagaman justru menjadi bagian dari identitas manusia yang patut dihormati dan diapresiasi.

(Tribunnews.com/Farra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.