Selama lima tahun berkarier di Liverpool, Fabinho menjadi sosok penting dalam periode transformasi besar yang dialami klub tersebut.
Selain menjadi pilar utama dalam tim yang berhasil mengakhiri penantian tiga dekade untuk meraih gelar juara Liga Inggris pada tahun 2020, gelandang asal Brasil itu juga memenangkan Liga Champions, Piala FA, dan Piala Dunia Antarklub selama masa baktinya di Anfield.
Namun, musim 2022/23 berakhir dengan hasil yang mengecewakan. Liverpool hanya finis di posisi kelima Premier League dan tersingkir lebih awal di semua ajang piala domestik. Musim itu pun menjadi musim terakhir Fabinho bersama klub.
Mantan pemain AS Monaco tersebut kemudian memutuskan untuk meninggalkan Merseyside dan bergabung dengan klub asal Arab Saudi, meskipun saat itu ia berusia 29 tahun dan berada di puncak performanya. Mengapa demikian?
“Saya menghabiskan lima tahun di Liverpool, dan ketika tawaran untuk pindah ke Arab Saudi datang, saya memikirkannya dengan matang bersama keluarga, karena kami sangat menyukai klub dan kota itu,” ujar Fabinho kepada majalah FourFourTwo.
“Kami sudah memiliki rumah di sana dan berencana untuk tinggal dalam jangka panjang. Namun akhirnya kami memutuskan untuk menerima tawaran tersebut – saya datang ke Arab Saudi dengan rasa bangga dan bahagia atas cerita yang saya ciptakan di Liverpool.”
“Ini adalah tantangan baru, tempat baru, budaya baru, tetapi ambisi untuk terus meraih kemenangan tidak berubah sama sekali. Al Ittihad berkompetisi di enam turnamen pada tahun pertama saya datang – termasuk Piala Dunia Antarklub.”
“Saya datang untuk menjadi salah satu pemain kunci dalam perjalanan itu. Tentu saja, kesempatan untuk menandatangani kontrak yang bagus juga menjadi pertimbangan besar,” lanjutnya.
Meski tertarik dengan tantangan baru, Fabinho mengakui tak mudah bagi dirinya untuk meninggalkan Liverpool, dan ia masih mengenang masa-masanya di sepak bola Inggris dengan penuh rasa hangat.
“Saya tidak tahu apakah saya bisa mengungkapkannya dengan kata-kata,” ujarnya. “Ada klub-klub yang baru benar-benar kamu sadari betapa besar dan istimewanya mereka ketika kamu berada di sana dan mengalaminya setiap hari.”
“Ketika menjalani tur pramusim ke Thailand, Singapura, dan Amerika Serikat, melihat stadion penuh di mana-mana, kamu akan menyadari betapa besar klub ini. Dan di kota Liverpool sendiri, kamu bisa melihat betapa besar gairah para penggemarnya.”
“Setelah bermain untuk Liverpool, keinginan saya sekarang adalah selalu bermain untuk klub dengan basis suporter besar dan penuh semangat, karena pengalaman di sana sangat luar biasa, dan menjadi bagian dari tim pemenang adalah hal yang indah.”
“Waktu saya di Liverpool benar-benar tak terlupakan.”