TRIBUNNEWS.COM - Mohamed Salah memastikan diri menjadi raja assist di Liverpool dalam laga terakhirnya bersama The Reds.
Liverpool menutup musim ini dengan hasil imbang 1-1 melawan Brentford pada pekan terakhir Liga Inggris 2025/2026, Minggu (24/5/2026).
Hasil imbang itu membuat Liverpool finis dengan 60 poin, unggul tiga poin dari Bournemouth yang menempati posisi enam dengan 57 poin.
Meski bermain imbang, hasil itu cukup membawa tim asuhan Arne Slot finis di posisi kelima dan lolos ke Liga Champions musim depan.
Sorotan utama laga Liverpool vs Brentford ini utamanya tertuju pada Mohamed Salah dan Andy Robertson.
Kedua pemain ini menjalani laga perpisahan setelah sembilan tahun berseragam Liverpool.
Mo Salah sendiri tampil sebagai penentu dalam laga ini. Pada menit ke-58, pemain asal Mesir itu mengirim umpan matang kepada Curtis Jones yang sukses membawa Liverpool unggul lebih dulu.
Baca juga: Klasemen Akhir Liga Inggris: Chelsea Gagal Dapat Tiket Eropa, Liverpool Tim Kelima Lolos Champions
Assist itu bukan sekadar membantu gol, tetapi juga membuat Salah resmi menjadi raja assist Liverpool di Premier League.
Tambahan satu assist membuat koleksinya mencapai 93 assist bersama Liverpool di Liga Inggris.
Capaian ini telah melewati rekor legenda klub Steven Gerrard yang sebelumnya mencatat 92 assist.
Secara keseluruhan, Salah kini mengoleksi 94 assist di Premier League, termasuk satu assist saat masih membela Chelsea.
Catatan tersebut membuatnya sejajar dengan legenda Arsenal, Dennis Bergkamp, di daftar assist terbanyak sepanjang sejarah Premier League.
Anfield sebenarnya hampir mendapatkan akhir sempurna untuk Salah. Pada babak pertama, ia nyaris mencetak gol lewat tendangan bebas melengkung yang hanya membentur tiang gawang.
Sepanjang laga, Liverpool banyak menekan lewat Dominik Szoboszlai dan Rio Ngumoha, tetapi Brentford memberikan perlawanan sengit.
Tim tamu bahkan sempat mengancam melalui Kevin Schade sebelum akhirnya berhasil menyamakan skor pada menit ke-64.
Gol Brentford lahir ketika Schade menyambut bola silang yang gagal dibuang sempurna lini belakang Liverpool.
Setelah itu pertandingan berjalan terbuka, tetapi tidak ada tambahan gol hingga peluit akhir dibunyikan.
Baca juga: Raja Rekor Anfield: Jejak Tak Tertandingi Mohamed Salah di Liverpool
Di pertengahan babak kedua, momen emosional terjadi ketika Salah ditarik keluar, tepatnya pada menit ke-74.
Para pemain dan suporter memberikan guard of honour untuk sang bintang Mesir yang tampak menahan air mata saat meninggalkan lapangan.
Tak hanya itu, setelah laga selesai Mo Salah juga menerima penghormatan dari publik Anfield.
Salah sendiri mengakui setelah pertandingan, dirinya irinya sulit mengendalikan emosi karena harus meninggalkan klub yang telah dibelanya selama sembilan tahun.
"Saya banyak menangis. Sangat sulit meninggalkan tempat seperti ini," kata Salah.
Ia juga menyebut Liverpool sebagai rumah yang membentuk perjalanan kariernya hingga mencapai berbagai kesuksesan besar.
"Anda selalu melihat saya tangguh, agresif tetapi di dalam diri saya saya menganggapnya seperti bayi."
"Ini sangat rumit. Kami meninggalkan masa muda kami di sini, berbagi semuanya dari awal hingga akhir," kata dia.
Selama membela Liverpool, Salah sukses mempersembahkan 9 gelar bergengsi dan menjadi salah satu pemain terbaik dalam sejarah klub.
Ia menegaskan bahwa hal paling penting baginya adalah cinta yang diberikan para suporter hingga hari terakhir.
Bagi Liverpool, tiket Liga Champions menjadi hadiah penutup yang sempurna untuk perpisahan dua legenda mereka, Mohamed Salah dan Andy Robertson.








(Tribunnews.com/Tio)