Carlo Ancelotti mulai menghadapi tekanan besar sebagai pelatih tim nasional Brasil bahkan sebelum bola digulirkan di Piala Dunia 2026. Keputusan pelatih asal Italia itu untuk memasukkan bintang veteran Neymar ke dalam skuad final Brasil dianggap “absurd” oleh seorang mantan pemain timnas Brasil, yang mempertanyakan performa terbaru sang pemain Santos tersebut.
Velloso kecam keputusan 'absurd' Ancelotti
Mantan penjaga gawang tim nasional Brasil, Wagner Fernando Velloso, tidak menahan diri dalam menilai skuad pilihan Ancelotti untuk Piala Dunia 2026.
Berbicara dalam program 'Novabrasil em campo', Velloso mengungkapkan ketidakpercayaannya terhadap keputusan Ancelotti yang lebih memilih Neymar dibandingkan dengan Joao Pedro dari Chelsea.
“Saya tidak akan memanggil Neymar untuk Piala Dunia. Membawa Neymar dan tidak membawa Pedro adalah suatu hal absurd yang sayangnya masih terjadi di sepak bola. Pedro adalah pencetak gol terbanyak di semua kompetisi, sementara Neymar bahkan tidak bisa bermain melawan Recoleta, tapi justru dia yang dibawa ke Piala Dunia,” ujar Velloso.
Ia juga menuduh sang pemain Santos tersebut bersikap pilih-pilih dalam menjaga kebugarannya. “Neymar memilih pertandingan yang ia mainkan. Ia tidak bermain melawan Palmeiras, Flamengo, Bahia, tapi tampil melawan Recoleta dan Red Bull Bragantino... Hanya menghadapi tim-tim lemah, seolah ingin mencari perbedaan. Dan dia pun gagal melakukannya,” tambahnya.
Kekosongan kepemimpinan di tubuh Selecao
Kendati keras dalam mengkritik performa Neymar saat ini, Velloso tetap memberikan sedikit pemakluman mengenai alasan Ancelotti mungkin memanggil pemain berusia 34 tahun tersebut. Ia menilai bahwa skuad Brasil saat ini kekurangan sosok berkarakter kuat dan berwibawa untuk menghadapi turnamen besar.
Ia menambahkan: “Dengan tim nasional yang kehilangan identitas, karisma, dan tanpa pemimpin, saya pikir pemanggilan Neymar memberi sedikit harapan bagi para penggemar. Bukan karena saya yakin Neymar akan membuat perbedaan di Piala Dunia. Pemanggilannya bagus dalam konteks itu, karena kita punya tim nasional yang lemah. Tidak ada pemimpin di tim ini. Neymar mungkin bukan pemimpin sejati, tapi setidaknya dia pernah menjadi pemimpin teknis.”
Neymar ungkap reaksi emosional setelah dipanggil
Terlepas dari kritik yang datang, Neymar sendiri mengaku sangat terharu dengan kesempatan kembali membela Selecao. Meski kondisi fisiknya dipertanyakan oleh banyak pihak, mantan bintang Barcelona dan Paris Saint-Germain itu terbuka soal perjuangan emosionalnya untuk kembali ke tim nasional.
Dalam penampilan publik baru-baru ini, Neymar menceritakan momen penuh emosi pada malam saat skuad diumumkan. “Saya baru bisa tidur sekitar pukul 6:30 atau 7:00 pagi, menonton semua video,” ujarnya.
“Saya tidak berhenti menangis sepanjang malam. Saya bersama istri dan anak-anak saya di tempat tidur. Mereka tertidur, sementara saya menangis menonton setiap video, karena perjalanan ini tidak mudah.”
Persiapan menghadapi tantangan 2026
Perdebatan mengenai keputusan Ancelotti memanggil Neymar tampaknya belum akan mereda menjelang dimulainya turnamen. Pelatih asal Italia itu mengandalkan pengalaman sang penyerang veteran untuk membimbing generasi muda pemain Brasil, meski banyak yang masih meragukan konsistensi dan kebugarannya.
Neymar sendiri tetap tegar dan fokus pada tugas yang menantinya, berjanji akan memberikan segalanya untuk seragam kebanggaan negaranya. “Perjalanannya sulit, berat, tapi pada akhirnya semuanya sepadan. Sepadan untuk merasakan kasih sayang ini, emosi ini, dan kebanggaan menjadi orang Brasil serta mewakili kalian semua di Piala Dunia,” tutupnya.