BANJARJARMASINPOST.CO.ID,BANJAR - Tewasnya tiga pengguna jalan akibat terlindas grader atau alat berat perata tanah di Jalan Desa Lawahan RT 4 Kecamatan Beruntung Baru Kabupaten Banjar pada Sabtu (23/5) terus diselidiki polisi.
Peristiwa tragis sekitar pukul 12.00 Wita itu menewaskan tiga pengguna sepeda motor asal Jalan Irigasi Kecamatan Gambut, Banjar, yang merupakan satu keluarga.
Mereka adalah Ita, yang mengemudikan kendaraan, Dillan (bocah SD yang duduk di depan) dan Iris (duduk di belakang Ita). Sedangkan Taniah, yang duduk paling belakang, selamat karena meloncat.
Saat itu mereka menuju rumah keluarga, Ayu, di Lawahan. Sementara grader tengah melakukan perbaikan jalan.
Kecelakaan membuat warga geger. Beberapa warga melihat korban dibopong ke tepi jalan sudah dalam kondisi meninggal dunia. “Saya tadi melihat tiga yang meninggal, satu selamat.
Korban meninggal seorang anak dan dua orang dewasa,” kata Masud. Oleh karena tidak tega melihat korban meninggal dan berlumuran darah, Mas’ud menutupi jenazah dengan daun pisang.
Baca juga: Dandhy, Mangun dan Nasionalisme
Kasus ini sedang ditangani Polres Banjarbaru, yang membawahi lokasi kejadian. Mewakili Kapolres Banjarbaru AKBP Pius X Febry Aceng Loda, Kasi Humas Ipda Kardi Gunadi mengatakan anggota Polsek Beruntung Baru, Satlantas, Inafis dan Reskrim turun ke lokasi sesaat setelah kejadian. Polisi langsung mengamankan lokasi dan memasang pita di sekeliling alat berat.
Petugas juga ke lokasi melakukan identifikasi seperti memfoto bagian bawah grader dekat ban yang ada bercak darahnya. Termasuk ke Rumah Sakit Idaman Banjarbaru untuk mendata kondisi korban.
Berdasarkan keterangan Taniah, Ayu mengatakan korban berkendaraan berempat menuju rumahnya. Taniah berhasil melompat setelah kendaraan terjatuh.
“Kendaraan mereka sempat berhenti. Namun alat berat itu mundur dan tak sempat mengerem hingga melindas mereka,” kata Ayu.
Dia pun menyampaikan keempatnya hendak ke rumah untuk acara masak. Ayu pun meminta pertanggungjawaban pihak alat berat.
Ketua RT 4, Ramli, menerangkan grader berada di wilayahnya untuk perbaikan jalan program pemerintah kabupaten. “Alat berat itu sudah sekitar 10 hari bekerja,” kata Ramli.
Sejak kejadian, grader tak bergerak dari lokasi. Sore jelang magrib, alat berat diangkut ke Mapolres Banjarbaru sebagai barang bukti. Polisi juga meminta keterangan beberapa pihak termasuk operator,” ujar Ramli saat dikonfirmasi kembali, Minggu.
Dia pun menyampaikan proyek dihentikan. “Harapan kami proyek peningkatan jalan tetap berjalan,” kata Ramli mewakili warga.
Dikonfirmasi soal kelanjutan proyek, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Banjar, Jimmy, mengatakan akan berkoordinasi lebih dulu dengan sejumlah pihak. “Insya Allah Senin (25/5) kami rundingkan dengan kontraktor dan konsultan pengawas,” ujarnya. (lis)