3 Berita Populer Padang: Ibu dan Anak Nekat Curi Emas, Sopir Truk Rela Antre Solar Sejak Pagi
Rezi Azwar May 25, 2026 07:02 AM

Kemudian, antrean panjang kendaraan angkutan barang memadati SPBU Kayu Gadang, Kuranji.

Selanjutnya sebuah pohon tumbang menimpa dapur rumah warga di Padang Selatan.

1. Ibu dan Anak Ditangkap Usai Curi Emas di Padang, Polisi: Keduanya Residivis

PELAKU PENCURIAN EMAS DITANGKAP - Tim Satreskrim Polresta Padang memperlihatkan dua terduga pelaku pencurian emas berinisial I (66) dan R (29) usai diamankan di Mapolresta Padang, Sabtu (24/5/2026). Keduanya yang merupakan ibu dan anak kandung diduga mencuri kalung emas seberat tiga gram di salah satu toko emas di Kota Padang dengan modus berpura-pura sebagai pelanggan. Aksi mereka terungkap setelah terekam kamera CCTV dan kini masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik. (TribunPadang.com/Polresta Padang)

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Padang mengungkap kasus pencurian emas yang melibatkan hubungan keluarga. Seorang ibu berinisial I (66) bersama anak kandungnya R (29) ditangkap setelah diduga mencuri perhiasan emas di salah satu toko emas di Kota Padang.

Kedua pelaku diamankan di lokasi berbeda pada Sabtu (24/5/2026). I ditangkap di kawasan Kurao Pagang, Kecamatan Nanggalo, sedangkan R diringkus di wilayah Lolong Belanti, Kecamatan Padang Utara.

Kasubnit Opsnal Satreskrim Polresta Padang, Ipda Ryan Fermana, mengatakan pengungkapan kasus tersebut berawal dari rekaman kamera pengawas (CCTV) yang merekam aksi pelaku saat beraksi di toko emas.

Baca juga: Siasat Sopir Hadapi Antrean Solar di Padang: Korbankan Waktu Demi Kelancaran Kerja

Aksi Terekam CCTV

Ryan menjelaskan, setelah menerima laporan, petugas melakukan penyelidikan dengan menganalisis rekaman CCTV yang ada di lokasi kejadian. Dari hasil identifikasi tersebut, polisi berhasil mengetahui ciri-ciri pelaku dan melakukan penangkapan.

“Kami menangkap pelaku pencurian emas di salah satu toko emas di Kota Padang, aksinya terekam CCTV,” kata Ryan, Minggu (24/5/2026).

Menurutnya, penyelidikan kemudian mengungkap fakta bahwa kedua pelaku memiliki hubungan keluarga.

“Memang benar kedua pelaku diketahui memiliki hubungan darah, kedua pelaku adalah ibu dan anak,” ujarnya.

Berpura-pura Jadi Pembeli

Dari hasil pemeriksaan, polisi mengetahui bahwa kedua pelaku menjalankan aksinya dengan berpura-pura menjadi pelanggan yang datang ke toko emas.

Saat penjaga toko sedang melayani dan lengah, pelaku memanfaatkan situasi tersebut untuk mengambil perhiasan emas yang menjadi target.

“Modusnya berpura-pura pelanggan yang datang ke toko emas yang disasar. Kemudian ketika penjaga toko lengah, mereka berdua mengambil emas di toko emas tersebut,” jelas Ryan.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan barang bukti berupa satu kalung emas dengan berat sekitar tiga gram.

“Barang bukti berupa kalung emas seberat tiga gram dan kedua pelaku sudah kami amankan di Polresta Padang,” katanya.

Pernah Terlibat Kasus Serupa

Polisi juga mengungkap bahwa I dan R bukan kali pertama berurusan dengan hukum. Berdasarkan hasil penyelidikan, keduanya diketahui merupakan residivis dalam perkara pencurian emas.

Fakta tersebut menjadi salah satu perhatian penyidik dalam proses pengembangan kasus untuk mengetahui kemungkinan keterlibatan keduanya dalam aksi serupa di lokasi lain.

Saat ini, kedua tersangka masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolresta Padang. Polisi juga mendalami kemungkinan adanya tindak pidana lain yang berkaitan dengan aktivitas keduanya.

Sementara itu, kepolisian mengimbau para pemilik toko emas dan pelaku usaha untuk meningkatkan kewaspadaan, termasuk memaksimalkan penggunaan CCTV dan pengawasan terhadap aktivitas pelanggan guna mencegah terjadinya tindak kejahatan serupa.

2. Cerita Sopir di Padang Rela Antre Solar Sejak Pagi: Pas Giliran Kita Habis, Itu Bikin Pusing

ANTRE SOLAR - Antrean panjang kendaraan angkutan barang memadati Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kayu Gadang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat, Minggu (17/5/2026) pagi. Sejumlah supir mengeluh karena panjangnya antrean untuk mengisi BBM Subsidi tersebut dan sulit mendapatkannya.
ANTRE SOLAR - Antrean panjang kendaraan angkutan barang memadati Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kayu Gadang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat, Minggu (17/5/2026) pagi. Sejumlah supir mengeluh karena panjangnya antrean untuk mengisi BBM Subsidi tersebut dan sulit mendapatkannya. (TribunPadang.com/Arif Ramanda Kurnia)

Antrean panjang kendaraan angkutan barang memadati Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kayu Gadang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat, Minggu (24/5/2026) pagi. 

Kepadatan yang didominasi oleh truk tersebut meluber hingga ke bahu jalan dan mulai mengganggu kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi.

Berdasarkan pantauan reporter TribunPadang.com, Arif Ramanda sekitar pukul 10.45 WIB langsung di lapangan, antrean didominasi oleh armada angkutan barang berukuran besar yang berjejer rapi di jalur pengisian solar.

Saking panjangnya, barisan truk tersebut meluber hingga memakan bahu jalan di sekitar kawasan SPBU Kayu Gadang.

Kondisi ini sempat memicu kepadatan arus lalu lintas di sekitar lokasi karena sebagian badan jalan terpakai oleh kendaraan yang mengantre.

Baca juga: Pohon 15 Meter Tumbang di Padang, Timpa Dapur dan Tutup Jalan Warga

Tidak hanya jalur solar yang padat, area pengisian BBM jenis Pertalite juga terpantau diserbu oleh masyarakat.

Pada jalur pertalite, antrean panjang didominasi oleh kendaraan roda dua atau sepeda motor milik warga setempat yang hendak mengisi bahan bakar.

Sejumlah pengendara mengaku rela meluangkan waktu libur akhir pekan mereka demi memastikan tangki kendaraan tetap terisi.

Strategi Sopir Angkutan Barang

Fenomena ini membuat para sopir truk harus memutar otak agar aktivitas pekerjaan mereka tidak terganggu pada hari berikutnya.

Salah seorang sopir truk asal Kota Padang, Nurman, memilih untuk ikut mengantre sejak pagi hari guna mengantisipasi kelangkaan BBM.

Ia mengaku lebih baik mengorbankan waktu senggangnya hari ini daripada harus menanggung risiko kehabisan solar saat hendak bekerja esok hari.

"Saya baru mengantre sekitar setengah jam di sini. Langkah ini sengaja diambil karena besok jadwalnya memuat pasir," ujar Nurman saat ditemui TribunPadang.com di lokasi.

Nurman menjelaskan, jika ia baru mengantre besok pagi, maka jadwal kerjanya dipastikan akan berantakan dan tertunda cukup lama.

Baca juga: Pasien Tak Perlu Lagi ke Faskes, Puskesmas Lubeg Buka Layanan Dokter Warga di Padang

Oleh karena itu, mempersiapkan bahan bakar satu hari sebelum jadwal angkutan dianggap sebagai solusi paling aman saat ini.

Sabar Menanti demi Solar

Meskipun harus menghadapi barisan kendaraan yang sangat panjang, Nurman mengaku tidak mempermasalahkan hal tersebut selama pasokan solar tetap tersedia.

Bagi para sopir, kunci utama dalam situasi seperti ini adalah kesabaran yang ekstra tinggi.

Namun, ia tidak menampik adanya kekhawatiran terbesar yang kerap dialami oleh para pengemudi angkutan barang saat mengantre BBM.

"Antrean hari ini memang cukup panjang dan kita harus sabar. Itu tidak jadi masalah, asalkan pada akhirnya kita bisa mendapatkan solar," lanjutnya.

Menurut Nurman, hal yang paling menjengkelkan adalah ketika sudah lama mengantre, namun pasokan BBM justru habis tepat saat giliran kendaraannya tiba.

Kondisi tersebut diakuinya sering membuat para sopir pusing karena waktu dan tenaga mereka terbuang sia-sia tanpa hasil.

Dampak Migrasi Konsumen ke Solar

Di sisi lain, kepadatan yang terjadi di jalur solar disinyalir tidak hanya dipicu oleh kendaraan angkutan barang reguler saja.

Seorang pengendara bus, Fajar, turut memberikan pandangannya terkait penyebab semakin mengularnya antrean di SPBU tersebut.

Fajar mengungkapkan, salah satu faktor yang membuat jalur solar semakin padat adalah adanya perpindahan konsumen dari BBM nonsubsidi ke subsidi.

Menurutnya, saat ini masih ada sisi positif karena harga solar subsidi terpantau tidak mengalami kenaikan.

Namun, kondisi tersebut justru memicu para pengguna kendaraan yang biasanya mengisi dexlite beralih memburu solar.

"Masih ada untungnya karena harga solar tidak naik. Tapi dampaknya, orang-orang yang biasanya mengisi dexlite sekarang kadang ikut mengisi solar, sehingga antrean menjadi tambah padat," pungkas Fajar.

3. Pohon 15 Meter Tumbang di Padang, Timpa Dapur dan Tutup Jalan Warga

POHON TUMBANG - Sebuah pohon berukuran besar tumbang dan menimpa bagian dapur rumah milik warga di kawasan Padang Selatan, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Minggu (24/5/2025) pagi. Tidak ada korban jiwa pada kejadian tersebut.
POHON TUMBANG - Sebuah pohon berukuran besar tumbang dan menimpa bagian dapur rumah milik warga di kawasan Padang Selatan, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Minggu (24/5/2025) pagi. Tidak ada korban jiwa pada kejadian tersebut. (TribunPadang.com/BPBD Padang)

Sebuah pohon berukuran besar tumbang dan menimpa bagian dapur rumah milik warga di kawasan Padang Selatan, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Minggu (24/5/2025) pagi.

Insiden tersebut dipicu oleh cuaca buruk berupa hujan lebat yang disertai angin kencang yang melanda wilayah setempat sejak beberapa waktu terakhir.

Tidak Ada Korban Jiwa

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang mengejutkan warga sekitar tersebut.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, membenarkan terkait adanya laporan peristiwa pohon tumbang yang mengganggu aktivitas dan merusak bangunan warga ini.

"Kami menerima laporan dari masyarakat bahwa ada pohon tumbang yang menimpa dapur rumah warga di wilayah Padang Selatan,"terangnya tertulis.

Baca juga: Prakiraan Cuaca 7 Kota di Sumbar Hari Ini, BMKG: Didominasi Hujan Ringan

Hendri menjelaskan, lokasi tepatnya insiden ini berada di Jalan Koto Kaciak, RT 01/RW 10, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang.

Akibat Angin Kencang

Berdasarkan laporan di lapangan, peristiwa tersebut diketahui terjadi sekitar pukul 08.58 WIB saat wilayah Kota Padang diguyur hujan dan angin kencang.

"Kronologinya berawal saat hujan lebat dan angin kencang melanda. Akibatnya, satu pohon jenis salam tidak kuat menahan terpaan angin hingga akhirnya tumbang," jelas Hendri.

Ia menambahkan, pohon salam yang tumbang tersebut memiliki ukuran yang cukup besar, dengan panjang mencapai sekitar 15 meter.

Selain itu, diameter batang pohon tersebut diperkirakan mencapai 80 sentimeter, sehingga materialnya sempat menutup akses jalan di sekitar pemukiman warga.

"Batang dan dahan pohon tidak hanya mengenai bagian belakang rumah warga, tetapi posisinya juga menghambat akses jalan di sekitar lokasi," tuturnya.

Mendapat laporan tersebut, pihak BPBD Kota Padang langsung mengerahkan personel ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi dan pembersihan.

Baca juga: Semen Padang Jadi Tim Musafir, Imran Sebut Pengalaman Masa Lalu Jadi Modal Hadapi Championship

Tim Sudah Dikerahkan

Hendri menegaskan, operasi penanganan di lapangan ini berada di bawah komando langsung dirinya bersama Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Kabid KL) BPBD Padang.

"Anggota Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD Kota Padang sudah kita kerahkan ke lapangan untuk melakukan pemotongan dan pembersihan material pohon," kata Hendri.

Beruntung, dari hasil pendataan sementara oleh petugas di lapangan, nilai taksiran kerugian materiil akibat kerusakan dapur rumah tersebut dinyatakan nihil.

Begitu pula dengan korban luka maupun korban jiwa, Hendri memastikan seluruh penghuni rumah dan warga sekitar berada dalam kondisi aman dan selamat.

"Alhamdulillah, korban jiwa nihil dan taksiran kerugian juga nihil. Saat ini tim masih terus bekerja di lapangan, dan kondisi terakhir pohon tumbang masih dalam proses pengerjaan evakuasi," pungksanya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.