4 Berita Populer Sumbar: 2 Petani Karet Tewas dalam Kolam dan Jemaah Haji Sawahlunto Wafat di Makkah
Rezi Azwar May 25, 2026 07:02 AM

 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Sejumlah informasi menarik disajikan pagi ini terkait kejadian seputar Sumatera Barat dalam 24 jam terakhir yang tayang TribunPadang.com.

Kemudian update pemulihan sistem kelistrikan di Sumatera Barat. Sebelumnya sempat mengalami gangguan transmisi yang menyebabkan pemadaman listrik massal di sejumlah daerah.

Jemaah haji asal Sawahlunto wafat di Makkah jelang puncak ibadah haji. Almarhumah mengembuskan napas terakhir di pemondokan Tower 9C Hotel Al Hidayah setelah sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Al Noor Makkah akibat gangguan pernapasan dan jantung.

1. Niat Tolong Teman, 2 Petani Karet Tewas di Pasaman Barat Masuk Kolam Penampungan

TEWAS TENGGELAM - Nasib tragis menimpa dua orang warga asal Kabupaten Pasaman, Sumatra Barat. Keduanya dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di sebuah kolam penampungan getah karet. Peristiwa memilukan ini terjadi di Jorong Rimbo Janduang, Nagari Lingkuang Aua Baru, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, pada Sabtu (23/5/2026) sore kemarin. (TribunPadang.com/Polres Pasbar)

Nasib tragis menimpa dua orang warga asal Kabupaten Pasaman, Sumatra Barat. Keduanya dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di sebuah kolam penampungan getah karet.

Peristiwa memilukan ini terjadi di Jorong Rimbo Janduang, Nagari Lingkuang Aua Baru, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, pada Sabtu (23/5/2026) sore kemarin.

Kedua korban diketahui beridentitas BY Senpri (32) dan Tanjung (25). Keduanya tercatat sebagai warga Jorong Benai, Nagari Muara Tais, Kecamatan Mapattunggul, Kabupaten Pasaman.

Pihak kepolisian memastikan bahwa insiden maut tersebut murni merupakan kecelakaan saat kedua korban sedang beraktivitas di area perkebunan.

Kapolres Pasaman Barat melalui Kasatreskrim Pasaman Barat, Iptu Agung, membenarkan adanya peristiwa yang merenggut dua nyawa sekaligus tersebut saat dikonfirmasi pada hari ini.

Baca juga: Pesisir Selatan Kaji Pemugaran Rumah Cetak Pitih Lengayang, Bakal Jadi Sarana Edukasi

"Benar, kami telah menerima laporan terkait adanya dua warga yang meninggal dunia akibat tenggelam di kolam penampungan getah karet," ujar Iptu Agung saat dihubungi, Minggu (24/5/2026).

Iptu Agung menjelaskan kronologi kejadian bermula ketika kedua korban berniat untuk mengambil hasil sadapan getah karet. Getah tersebut disimpan di dalam kolam penampungan milik seorang warga setempat.

"Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa ini terjadi ketika para korban hendak mengambil getah karet yang memang sengaja direndam di dalam kolam penampungan itu," katanya.

Petaka dimulai saat salah satu korban, yakni BY Senpri, memutuskan untuk turun dan masuk terlebih dahulu ke dalam kolam penampungan tersebut untuk mulai mengumpulkan getah.

Namun, setelah beberapa saat masuk ke dalam air, korban pertama tidak kunjung muncul kembali ke permukaan, yang kemudian memicu kepanikan di lokasi kejadian.

Baca juga: PLN Sebut Penurunan Konsumsi Pagi Hari Percepat Listrik Sumbar Pulih 100 Persen

Melihat rekannya tidak kunjung keluar dan diduga mengalami kesulitan di dalam air, korban kedua yakni Tanjung langsung bergegas mengambil tindakan untuk memberikan pertolongan.

"Niatnya ingin menolong temannya yang tenggelam. Korban kedua langsung melompat ke dalam kolam, namun nahas, dia justru ikut terseret dan turut tenggelam di dalam kolam tersebut," jelas Kasatreskrim.

Warga sekitar yang berada di lokasi bersama saksi mata yang melihat kejadian itu langsung berteriak meminta pertolongan dan berupaya melakukan evakuasi secara mandiri.

Setelah berhasil diangkat dari dasar kolam penampungan, kedua korban yang sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jambak.

"Warga sempat melarikan kedua korban ke RSUD Jambak dengan harapan nyawa mereka masih bisa diselamatkan. Namun, sesampainya di sana, pihak medis menyatakan keduanya sudah meninggal dunia," imbuh Iptu Agung.

Baca juga: 53.264 Warga Padang Sudah Nikmati BPJS Kesehatan Gratis, Pemko Masih Siapkan Puluhan Ribu Kuota

Aparat kepolisian dari Polsek Pasaman bersama Tim Identifikasi Polres Pasaman Barat langsung bergerak cepat mendatangi lokasi kejadian begitu menerima laporan masyarakat.

Petugas di lapangan segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), memasang garis polisi, serta melakukan pendataan terhadap saksi-saksi yang mengetahui persis jalannya insiden tersebut.

"Dari hasil pemeriksaan awal dan olah TKP, kejadian ini diduga kuat murni merupakan kecelakaan kerja akibat tenggelam, tidak ditemukan adanya unsur kesengajaan atau tindak pidana," tegasnya.

Iptu Agung menambahkan, pihak keluarga kedua korban saat ini sudah mengikhlaskan kepergian anggota keluarga mereka dan menganggap peristiwa ini sebagai musibah.

Pihak keluarga juga telah membuat surat pernyataan resmi yang isinya menolak untuk dilakukan proses autopsi terhadap jenazah kedua korban.

"Keluarga sudah membuat surat pernyataan menolak autopsi dan menyatakan tidak akan menuntut pihak mana pun di kemudian hari. Saat ini jenazah sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan," pungkas Iptu Agung. (*)

2. Sempat Padam Massal, Sistem Kelistrikan Sumbar Kini Sudah Stabil 100 Persen

LISTRIK SUMBAR PULIH - Dua pemuda sedang bermain playstation usai listrik di Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang pulih, Minggu (24/5/2026). GM PLN UID Sumbar, Arjun Karim juga memastikan sistem kelistrikan dj Sumbar sudah 100 persen normal usai pemadaman massal.
LISTRIK SUMBAR PULIH - Dua pemuda sedang bermain playstation usai listrik di Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang pulih, Minggu (24/5/2026). GM PLN UID Sumbar, Arjun Karim juga memastikan sistem kelistrikan dj Sumbar sudah 100 persen normal usai pemadaman massal. (TribunPadang.com/Muhammad Iqbal)

PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumbar memastikan sistem kelistrikan di Sumatera Barat telah pulih sepenuhnya setelah sebelumnya mengalami gangguan transmisi yang menyebabkan pemadaman listrik massal di sejumlah daerah sejak Jumat (22/5/2026) malam.

Meski proses pemulihan dilakukan secara bertahap, hingga Sabtu (23/5/2026) malam masih terdapat beberapa wilayah yang mengalami pemadaman listrik.

Sistem Kelistrikan Sempat Minus Daya

General Manager PLN UID Sumbar, Arjun Karim, mengatakan hingga Minggu (24/5/2026) sekitar pukul 04.30 WIB, kondisi sistem kelistrikan di Sumbar sudah menguat hingga 96 persen.

Namun pada saat itu, sistem masih mengalami defisit daya sekitar 29,5 MW sehingga pemadaman masih tersebar di beberapa kabupaten dan kota.

“Pada pukul 04.30 WIB tadi, masih ada sebaran pemadaman di beberapa kabupaten dan kota tapi semakin mengecil,” ujar Arjun saat memberikan keterangan.

Baca juga: Diduga Keracunan Asap Genset, Orang Tua Temukan 3 Pelajar di Tanah Datar dengan Mulut Berbusa

Menurutnya, kondisi pada pagi hari cenderung lebih stabil karena beban penggunaan listrik masyarakat lebih rendah dibandingkan malam hari. Situasi tersebut membantu proses pemulihan sistem berjalan lebih cepat.

Ia juga berharap sejumlah pembangkit listrik di wilayah Sumatera dapat segera sinkron agar kekurangan daya yang terjadi bisa segera tertutupi.

“Semoga beberapa pembangkit di seluruh Sumatera bisa sinkron sehingga minus defisit daya secara keseluruhan bisa tercukupi,” katanya.

PLN Pastikan Listrik Sudah Pulih Total

Arjun Karim memastikan, pada Minggu (24/5/2026) pukul 05.10 WIB sistem kelistrikan di Sumbar akhirnya berhasil pulih sepenuhnya.

“Alhamdulillah sistem Sumbar pagi ini pada jam 05.10 sudah bisa 100 persen. Hingga siang ini pun tidak ada lagi gangguan dan sudah pulih semuanya,” tuturnya.

Sebelumnya, PLN UID Sumbar sempat menyampaikan bahwa proses normalisasi sistem masih terus berlangsung sambil menunggu tambahan pasokan daya dari sistem kelistrikan Sumatera Bagian Selatan (SBS).

Baca juga: Terungkap! Satu Korban Meninggal Akibat Asap Genset di X Koto Santri MTs Diniyah Pandai Sikek

Selain itu, proses sinkronisasi pembangkit PLTU Teluk Sirih dan PLTU Ombilin juga masih dilakukan guna memperkuat pasokan listrik di Sumbar.

PLN Sempat Siapkan Manajemen Beban

Pada Sabtu (23/5/2026) sore, PLN mengungkapkan bahwa kondisi kecukupan daya baru mencapai sekitar 70 persen dari total kemampuan sistem. Saat itu, sistem kelistrikan Sumbar masih membutuhkan tambahan daya sekitar 240 MW.

PLN juga menyebut kemungkinan dilakukan manajemen beban atau manual load shedding (MLS) sementara di sejumlah wilayah apabila kebutuhan daya belum terpenuhi.

“Apabila kondisi tersebut belum dapat terpenuhi sesuai kebutuhan sistem, maka akan dilakukan manajemen beban sementara di sejumlah wilayah di Sumatera Barat guna menjaga kestabilan sistem kelistrikan,” ujar Arjun.

PLN pun meminta masyarakat bersabar selama proses sinkronisasi pembangkit berlangsung dan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan akibat pemadaman listrik yang terjadi.

Pemulihan Bertahap

General Manager PLN UID Sumbar, Arjun Karim menyampaikan bahwa pihaknya saat ini masih menunggu tambahan pasokan daya dari sistem kelistrikan Sumatera Bagian Selatan (SBS) hingga sekitar pukul 19.00 WIB.

Selain itu, proses sinkronisasi pembangkit PLTU Teluk Sirih dan PLTU Ombilin juga masih berlangsung dan ditargetkan sinkron hingga pukul 21.00 WIB.

“Apabila kondisi tersebut belum dapat terpenuhi sesuai kebutuhan sistem, maka akan dilakukan manajemen beban (manual load shedding/MLS) sementara di sejumlah wilayah di Sumatera Barat guna menjaga kestabilan sistem kelistrikan,” ujarnya, Sabtu (23/5/2026) sore.

Arjun Karim menjelaskan, kondisi kecukupan daya saat ini telah mencapai sekitar 70 persen dari total daya mampu ssistem

"Namun, sistem kelistrikan masih membutuhkan tambahan kecukupan daya sebanyak 240 MW," sebutnya.

Ia menambahkan, jadwal manajemen beban (manual load shedding/MLS) akan segera diumumkan lebih lanjut kepada masyarakat.

Kata dia, pihak PLN terus mengoptimalkan seluruh upaya pemulihan agar pasokan listrik dapat kembali normal secepatnya.

Baca juga: Listrik 102 Kecamatan di Sumbar Masih Padam hingga Sabtu Siang

“PLN memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi serta mengucapkan terima kasih atas kesabaran dan pengertian masyarakat selama proses normalisasi sistem kelistrikan berlangsung,” tutupnya.

Ia menambahkan, informasi diupdate pada Sabtu (23/5/2026) sekira pukul 16.40 WIB dan meminta masyarakat bersabar.

"Kami meminta masyarakat bersabar, hingga proses sinkron ditargetkan pukul 21.00 WIB nanti," tambahnya.

Sementata di Parak Jigarang, Anduring, Kuranji, Kota Padang menjadi dampak dari pemadaman ukang listrik.

Warga, Aina mengatakan listrik kembali padam di daerahnya pada Sabtu sore, sekira pukul 15.49 WIB.

"Lampu kembali padam, sehingga aktivitas menjadi terganggu, hp dan laptop saya kehabisan baterai," pungkasnya.

Ia berharap, pihak PLN segera memperbaiki ganguan yang terjadi di daerahnya.

Sehingga masyarakat yang bergantung pada listrik dapat menjalankan aktivitas seperti biasa.

"Semoga cepat hidupnya, karena kerja pun susah, saya bekerja menghubungi pelanggan lewat handphone, kalau baterai habis jadi terganggu," tambahnya.

3. Jemaah Haji Asal Sawahlunto Wafat di Makkah, Petugas Langsung Badalhajikan

JEMAAH HAJI WAFAT - Jemaah haji asal Sawahlunto yang tergabung dalam Kloter PDG 12 Embarkasi Padang, Mainusni Marukun (74), wafat di Makkah, Arab Saudi, Jumat (22/5/2026) pukul 12.30 Waktu Arab Saudi (WAS).
JEMAAH HAJI WAFAT - Jemaah haji asal Sawahlunto yang tergabung dalam Kloter PDG 12 Embarkasi Padang, Mainusni Marukun (74), wafat di Makkah, Arab Saudi, Jumat (22/5/2026) pukul 12.30 Waktu Arab Saudi (WAS). (TribunPadang.com/Kemenhaj)

Jemaah haji asal Sawahlunto yang tergabung dalam Kloter PDG 12 Embarkasi Padang, Mainusni Marukun (74), wafat di Makkah, Arab Saudi, Jumat (22/5/2026) pukul 12.30 Waktu Arab Saudi (WAS).

Almarhumah mengembuskan napas terakhir di pemondokan Tower 9C Hotel Al Hidayah setelah sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Al Noor Makkah akibat gangguan pernapasan dan jantung.

Kabar duka mengenai jemaah haji asal Sawahlunto ini berembus tepat sebelum pelaksanaan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Sebelum berpulang, almarhumah yang berangkat ke Tanah Suci bersama anak kandungnya, Surtiyaningsih, menunjukkan semangat tinggi untuk mengikuti seluruh rangkaian ibadah dan tidak menunjukkan tanda-tanda akan menghadapi sakaratul maut.

Informasi ini disampaikan Pembimbing Ibadah, Yusmanto dan Ketua Kloter PDG 12, Ifkar. Ia menceritakan almarhumah sebelumnya sempat beberapa kali mendapatkan penanganan medis akibat sesak napas yang dialaminya.

Baca juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Sumbar: 13 Wilayah Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang

Mainusni bahkan dua kali dirujuk ke Rumah Sakit Al Noor, Makkah. Namun setelah mendapatkan penanganan medis, almarhumah kembali dipulangkan ke hotel untuk menjalani perawatan lanjutan bersama tim kesehatan sektor dan kloter.

“Yang bersangkutan sempat dua kali dirujuk ke rumah sakit karena sesak napas, namun kondisi beliau masih stabil dan tetap dalam pemantauan petugas kesehatan,” tulis petugas kloter, Minggu, 24 Mei 2026.

Disebutkan Yusmanto, berdasarkan hasil pemeriksaan medis, almarhumah didiagnosis mengalami acute lung edema dan acute decompensated heart failure (ADHF), yakni kondisi penumpukan cairan di paru-paru yang menyebabkan sesak napas dan gangguan jantung.

Meski sempat menjalani perawatan, kondisi Mainusni pada Jumat pagi disebut masih cukup baik. Almarhumah bahkan sudah bisa makan, dapat berkomunikasi normal, dan terlihat bersemangat menyambut keberangkatan menuju Armuzna.

“Pagi itu beliau masih bisa makan, berbicara normal, bahkan terlihat semangat untuk persiapan Armuzna,” ujar petugas kloter 12.

Baca juga: Polisi Olah TKP Dua Warga Tewas di Kolam Getah Pasaman Barat, Pastikan Murni Kecelakaan Kerja

Namun setelah pelaksanaan salat Jumat, petugas menerima kabar dari jemaah satu kamar bahwa kondisi almarhumah tiba-tiba menurun.

"Dokter dan perawat kloter langsung memberikan tindakan medis, termasuk pemeriksaan EKG. Namun hasil pemeriksaan menunjukkan denyut jantung almarhumah sudah tidak terdeteksi," jelasnya.

Meski demikian, petugas tetap membawa almarhumah ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah untuk pemeriksaan lanjutan sesuai prosedur penanganan jemaah sakit dan wafat di Arab Saudi.

Setelah dinyatakan wafat, proses penanganan jenazah dilakukan oleh pihak syarikah bersama Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Almarhumah kemudian disalatkan di Masjidil Haram usai salat Magrib sebelum dimakamkan di pemakaman Al Sharaya, Makkah.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Barat, M. Rifki, menyampaikan duka mendalam atas wafatnya jemaah asal Sawahlunto tersebut.

Baca juga: Pengakuan Hak Masyarakat Hukum Adat Tak Cukup di Atas Kertas, Prof Unand Soroti Tanah Ulayat

Ia juga menjelaskan sejumlah hak jemaah haji yang wafat sebelum puncak ibadah haji.

Menurut Rifki, seluruh proses pemulasaran jenazah jemaah haji Indonesia di Arab Saudi dilakukan tanpa biaya. Mulai dari memandikan, mengafani, menyalatkan, hingga pemakaman ditangani pihak syarikah bersama PPIH Arab Saudi.

Selain itu, jemaah yang wafat juga tetap mendapatkan hak badal haji. Karena itu, petugas diminta segera melaporkan jemaah wafat ke sektor untuk proses pengurusan badal haji oleh petugas PPIH Arab Saudi.

“Jemaah yang wafat sebelum menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah hajinya tetap akan dibadalhajikan oleh petugas,” kata Rifki.

Ia menambahkan, ahli waris juga akan menerima hak asuransi kematian sesuai ketentuan yang berlaku. Proses pengurusan dilakukan secara berjenjang oleh Kementerian Haji dan Umrah hingga nantinya diserahkan kepada keluarga jemaah.

Selain itu, Rifki memastikan barang-barang milik jemaah yang wafat di Tanah Suci akan dikembalikan kepada keluarga secara utuh melalui mekanisme PPIH.

Baca juga: 53.264 Warga Padang Sudah Nikmati BPJS Kesehatan Gratis, Pemko Masih Siapkan Puluhan Ribu Kuota

“Keluarga tidak perlu khawatir terkait barang-barang almarhumah di Tanah Suci karena akan dikembalikan kepada ahli waris,” ujarnya.

Rifki juga meminta jajaran Kementerian Haji dan Umrah di daerah asal jemaah untuk segera mengunjungi keluarga dan menyampaikan informasi terkait hak-hak jemaah haji yang wafat di Tanah Suci.

Hingga Minggu, (24/5/26), tercatat lima jemaah Embarkasi Padang wafat di Arab Saudi selama operasional haji tahun ini. Untuk jemaah wafat perku menunggu COD (Certifikat Of Date) dari rumah sakit. (*)

4. Kebakaran Tengah Malam di Limapuluh Kota, Satu Rumah Semi Permanen Rusak Berat

KEBAKARAN RUMAH - Petugas Damkar Limapuluh Kota Padamkan Api di Jorong Purwajaya, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Sabtu (23/5/2026). Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Limapuluh Kota, Budi Sanjaya sebut kebakaran menghanguskan sebuah rumah, penyebabnya pun masih diselidiki.
KEBAKARAN RUMAH - Petugas Damkar Limapuluh Kota Padamkan Api di Jorong Purwajaya, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Sabtu (23/5/2026). Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Limapuluh Kota, Budi Sanjaya sebut kebakaran menghanguskan sebuah rumah, penyebabnya pun masih diselidiki. (TribunPadang.com/Damkar Limapuluh Kota)

Kebakaran melanda sebuah rumah semi permanen di Jorong Purwajaya, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Sabtu (23/5/2026) malam.

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan pemukiman warga dan menghanguskan satu unit bangunan milik warga setempat.

Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 23.05 WIB. Setelah menerima laporan, petugas dari Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Kabupaten Limapuluh Kota langsung bergerak menuju lokasi kejadian pada pukul 23.10 WIB.

Tim pemadam kemudian tiba di lokasi sekitar lima menit kemudian untuk segera melakukan upaya pemadaman api agar tidak semakin meluas.

Baca juga: Korsleting Listrik Picu 73 Kebakaran di Padang Selama Januari-April 2026, April Paling Banyak

Pemadaman hingga Tengah Malam

Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Kabupaten Limapuluh Kota, Budi Sanjaya, mengatakan proses penanganan berlangsung hingga lewat tengah malam. 

Petugas berhasil menyelesaikan proses pemadaman dan penanganan kebakaran pada pukul 00.10 WIB, Minggu (24/5/2026).

Menurut Budi Sanjaya, rumah yang terbakar diketahui merupakan milik Bariani (63), warga Jorong Purwajaya, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau.

Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian.

Baca juga: Damkar Padang Tangani 100 Kasus Kebakaran dan 951 Aksi Penyelamatan hingga April 2026

Tidak Ada Korban Jiwa

Akibat kejadian tersebut, satu bangunan rumah mengalami kerusakan berat akibat dilalap api. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut. 

Sementara itu, jumlah kerugian material yang ditimbulkan masih belum dapat ditaksir.

Budi Sanjaya menjelaskan, lokasi kebakaran berada di kawasan pemukiman padat penduduk sehingga petugas berupaya maksimal agar api tidak merambat ke bangunan lain di sekitar lokasi kejadian.

Untuk menangani kebakaran tersebut, sebanyak lima unit armada pemadam dikerahkan dengan total 28 personel.

Armada yang diterjunkan terdiri dari Armada Fuso Posko Induk, armada Buaya Posko Harau, armada Posko Lareh, armada Posko Mungka, serta satu unit armada bantuan dari Kota Payakumbuh.

Petugas berjibaku memadamkan api hingga situasi dinyatakan aman dan terkendali.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.