Gagal Gelar Resepsi, Pasangan di Bekasi Bongkar Modus Penipuan WO: Hati-Hati, Ada Korban Lain!
Jaisy Rahman Tohir May 25, 2026 08:11 AM

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Pasangan pengantin asal Kota Bekasi, Aldi dan Feny, akhirnya melaporkan dugaan penipuan yang dilakukan wedding organizer (WO) ke Polres Metro Jakarta Timur, Minggu (24/5/2026).

Pasangan ini sebelumnya viral usai pesta resepsi pernikahan mereka di Islamic Center Bekasi berantakan dan nyaris gagal total.

Yang lebih mengejutkan, Aldi dan Feny menduga bukan hanya mereka yang menjadi korban.

Ada calon pengantin lain yang disebut sudah lebih dulu membayar kepada WO yang sama untuk jadwal pernikahan beberapa bulan ke depan.

Karena itu, Aldi dan Feny meminta masyarakat lebih waspada agar tidak ada lagi korban serupa.

“Ya kita ingin jangan ada korban-korban selanjutnya,” kata Aldi usai membuat laporan di Polres Metro Jakarta Timur.

Kasus ini bermula saat resepsi pernikahan Aldi dan Feny yang digelar di Islamic Center Bekasi pada Sabtu (23/5/2026) tidak berjalan sesuai rencana.

Berdasarkan video viral yang beredar di media sosial, acara resepsi disebut kacau karena pihak WO tidak memenuhi kewajibannya.

Gedung resepsi dikabarkan belum dibayar, dekorasi tidak tersedia, hingga makanan untuk tamu undangan pun tak disiapkan.

Akibat kondisi tersebut, Aldi dan Feny hanya bisa melangsungkan akad nikah tanpa resepsi seperti yang sudah direncanakan.

Bahkan keluarga pengantin harus bergerak cepat menyediakan makanan seadanya untuk tamu yang terlanjur datang.

Dalam laporan ke polisi, pasangan tersebut menyerahkan sejumlah bukti pembayaran kepada pihak WO senilai Rp 85,5 juta.

Selain itu, mereka juga membawa bukti percakapan digital terkait persiapan acara pernikahan.

“Untuk barang bukti masih digital semua. Chat, bukti transaksi semua ada. Kita pegang semua sama surat pernyataannya,” ujar Aldi.

Laporan Aldi dan Feny diterima Polres Metro Jakarta Timur dengan dugaan tindak pidana penggelapan dan perbuatan curang.

Kasus ini dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Timur karena saat transaksi pembayaran dilakukan, kantor WO tersebut berada di wilayah Kecamatan Cakung.

Aldi mengatakan dirinya masih diminta datang kembali ke kantor polisi untuk melengkapi bukti tambahan, termasuk rekening koran.

“Insya Allah biarlah nanti prosesnya. Kita juga masih diminta datang lagi ke Polres untuk kasih bukti tambahan seperti rekening koran,” katanya.

Tak hanya Aldi dan Feny, berdasarkan informasi yang mereka dapat, ada pasangan pengantin lain yang juga diduga menjadi korban WO yang sama di waktu bersamaan.

Selain itu, sejumlah calon pengantin lain juga disebut sudah melakukan pembayaran untuk jadwal resepsi pada Juni 2026 mendatang.

Kini para calon pengantin tersebut diliputi rasa cemas terkait nasib acara pernikahan mereka.

Sebab setelah kasus viral ini mencuat, pihak WO disebut belum menunjukkan itikad menyelesaikan kewajibannya.

“Iya kita berharap pokoknya untuk korban-korban selanjutnya harusnya udah enggak ada lagi sih,” tutur Feny.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.