Misteri Mayat Wanita Digantung di Pohon Melinjo Banten, Ternyata Dibunuh Pacar dan Dilumuri Oli
Delta Lidina May 25, 2026 09:44 AM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Warga Lingkungan Pakel Pudak, Kelurahan Gelam, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, sempat digegerkan dengan penemuan jasad seorang perempuan yang tergantung di pohon melinjo pada Senin (18/5/2026) sore.

Saat pertama ditemukan, banyak warga menduga korban meninggal karena bunuh diri. Namun kondisi jenazah yang dianggap janggal justru memunculkan kecurigaan lain.

Belakangan, polisi memastikan perempuan bernama Babay (41), warga Kampung Pakel Masjid, Kelurahan Gelam itu ternyata menjadi korban pembunuhan.

Tak butuh waktu lama, polisi akhirnya menangkap seorang pria berinisial AS (47) yang diduga kuat sebagai pelaku.

‎“Alhamdulillah semalam sudah ditangkap terduga pelaku pembunuhan wanita tergantung,” kata Kasat Reskrim Polresta Serang Kota, Kompol Alfano Ramadhan, Jumat (22/5/2026).

Menurut polisi, AS diketahui memiliki hubungan dekat dengan korban. Hingga kini, penyidik masih mendalami detail lengkap peristiwa tersebut.

‎“Intinya sudah ketangkap semalam, kami yakini itu pelaku,” ucap Alfano.

Pelaku diamankan tim gabungan Polresta Serang Kota di sebuah rumah kontrakan kawasan Jalan Garuda Benda Baru, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Jumat dini hari sekitar pukul 01.30 WIB.

Sakit Hati

Dari hasil pemeriksaan sementara, kasus bermula ketika korban dan pelaku bertemu di sekitar lokasi kejadian pada Senin (11/5/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.

Menurut polisi, saat itu korban disebut ingin meminjam uang kepada pelaku.

‎‎"Korban itu mau meminjam uang, karena pelaku ini tidak mempunyai uang, lalu korban mengeluarkan kata-kata yang membuat pelaku ini sakit hati," kata Angga, Jumat (22/5/2026).

Perkataan korban disebut memicu emosi pelaku hingga berujung tindakan kekerasan.

‎Merasa tersinggung, AS langsung melakukan penganiayaan dengan memiting leher korban.

Setelah korban tidak bernyawa, pelaku panik lalu berupaya membuat kematian tersebut seolah-olah bunuh diri dengan menggantung jasad korban menggunakan tali tambang.

‎"Untuk motifnya sendiri jadi pelaku ini merasa sakit hati atas ucapan dari korban, menurut keterangan dari pelaku bahwa korban mengatakan kepada pelaku dengan kata-kata kasar ataupun kata-kata yang tidak baik," jelasnya.

Baca juga: Gigitan Misterius di Tangan Mayat IRT Tulungagung, Ada 5 Sayatan di Leher yang Buat Urat Nadi Putus

‎"Sehingga pelaku sakit hati kemudian melakukan penganiayaan, awalnya dengan memiting leher korban. Karena panik pelaku ini mengambil satu buah tali tambang untuk bawa korban itu melakukan bunuh diri," tambah Angga.

Korban sendiri baru ditemukan warga beberapa hari kemudian dalam kondisi sudah membusuk.

Hasil autopsi dari tim forensik RS Bhayangkara Polda Banten menemukan sejumlah luka di bagian tubuh korban yang dinilai tidak sesuai dengan ciri khas kasus gantung diri.

MAYAT DIGANTUNG DI BANTEN - AS, pelaku pembunuhan ditangkap tim gabungan Polresta Serang Kota pada Jumat (22/5/2026) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB. Korban diketahui bernama Babay (41), warga Kampung Pakel Masjid, Kelurahan Gelam, Kota Serang. Jenazah korban ditemukan warga tergantung di pohon melinjo pada Senin (18/5/2026).
MAYAT DIGANTUNG DI BANTEN - AS, pelaku pembunuhan ditangkap tim gabungan Polresta Serang Kota pada Jumat (22/5/2026) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB. Korban diketahui bernama Babay (41), warga Kampung Pakel Masjid, Kelurahan Gelam, Kota Serang. Jenazah korban ditemukan warga tergantung di pohon melinjo pada Senin (18/5/2026). ((Ist)/TribunBanten/Dokumentasi Polisi)

‎"Dari hasil keterangan dari pihak forensik bahwa korban ini terdapat luka-luka di atas alis kemudian di pipi dan di lengan. Dengan adanya hasil tersebut bahwa mengindikasikan terdapat kejanggalan bahwa korban ini melakukan gantung diri ataupun bunuh diri," ujarnya.

Selain itu, polisi juga menemukan fakta bahwa ponsel milik korban, OPPO A51, hilang setelah kejadian.

Penyelidikan akhirnya mengarah pada AS yang diketahui merupakan warga Kelurahan Gelam dan memiliki kedekatan khusus dengan korban.

Kini, AS telah diamankan dan dijerat pasal pembunuhan. Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya unsur pembunuhan berencana dalam kasus tersebut.

Baca juga: Mutilasi Pegawai Kios Ayam Goreng di Bekas, Mayat Dimasukkan ke Freezer Dibungkus Selimut dan Baju

Tubuh Diduga Dilumuri Oli

Sebelum identitas korban terungkap, warga sekitar lebih dulu dibuat syok dengan kondisi mayat perempuan yang ditemukan menggantung di pohon melinjo sekitar pukul 17.00 WIB.

Salah seorang warga, Muhammad Hafis Arafi, mengaku awalnya jasad tersebut ditemukan oleh warga yang sedang menggembala kambing di sekitar kebun.

‎"Lagi ngembala kambing ngelihat kondisi korban, habis itu langsung lapor ke warga setempat. Sudah ngebengkak wajahnya, pudar gitulah, bau bangkai. Terikat tali," ucap Hafis.

Namun menurut Hafis, posisi tubuh korban terasa janggal bila disebut bunuh diri.

‎"Kalau misalnya bunuh diri itu kakinya enggak nepak ke tanah, ini kakinya nepak ke tanah. Jadi kayak bukan bunuh diri, bukan gantung diri, kayak dibunuh sama orang," jelasnya.

‎"Kelihatannya kayak pakai cadar gitu, ditutupin pakai kerudung ternyata," tambah Nafis.

Tak hanya itu, warga juga curiga tubuh korban sempat dilumuri oli karena seluruh badan korban tampak menghitam.

‎"Kayaknya mah iya dilumurin oli, biar enggak bau bangkai. Hitam semua (badannya)," ucap Hafis.

MAYAT DIGANTUNG DI BANTEN - Tempat kejadian perkara (TKP) penemuan mayat perempuan tergantung di sebuah pohon melinjo sekitar pukul 17.00 WIB di Lingkungan Pakel Pudak, Kelurahan Gelam, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten, pada Senin (18/5/2026).
MAYAT DIGANTUNG DI BANTEN - Tempat kejadian perkara (TKP) penemuan mayat perempuan tergantung di sebuah pohon melinjo sekitar pukul 17.00 WIB di Lingkungan Pakel Pudak, Kelurahan Gelam, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten, pada Senin (18/5/2026). ((Ist)/TribunBanten)

Meski demikian, di sekitar lokasi tidak ditemukan bungkus oli. Polisi hanya menemukan sepasang sandal di area kejadian.

‎"Enggak ada, tapi sendal mah ada. Cuma sendal doang," singkatnya.

Hafis juga menyebut ada warga yang sebelumnya melaporkan anggota keluarganya hilang selama sekitar satu minggu.

‎"Ada yang kehilangan warga juga perempuan, katanya kehilangan sudah seminggu. Pas sama kejadian ini sudah 5 hari, seminggu kan," pungkasnya.

Pernyataan Polisi

Pihak kepolisian membenarkan penemuan jasad perempuan tersebut sejak awal laporan diterima.

‎"Pada hari Senin sekira pukul 17.00 WIB, di kebun rambutan milik almarhum SN yang berada di Linkungan Pakel Pudak, Kelurahan Gelam, Kecamatan Cipocok Jaya, telah ditemukan diduga mayat perempuan yang belum diketahui identitasnya,” ujar Kasi Humas Polresta Serang Kota, Ipda Raden, Selasa (19/5/2026).

Setelah menerima laporan warga, aparat langsung melakukan pengamanan lokasi dan berkoordinasi dengan tim Inafis Satreskrim Polresta Serang Kota serta RS Bhayangkara untuk proses identifikasi.

‎"Identitas korban masih belum diketahui dan kepolisian juga masih mendalami penyebab pasti kejadian tersebut," jelas Raden. (TribunNewsmaker/BanjarmasinPost/TribunMedan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.