BANJARMASINPOST.CO.ID - Wanita berinisial MA (40) meninggal dunia di tangan kekasihnya sendiri di sebuah kamar hotel melati.
Adanya peristiwa ini terjadi di Jalan Sungai Saddang Baru, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Warga Kepulauan Selayar itu ditemukan meninggal dunia di kamar nomor 401, Rabu (20/5/2026) malam.
Diketahui, sebelum ditemukan tewas, MA sedang ngamar bersama seorang lelaki berinisial EB.
Tubuhnya terbujur kaku di atas kasur, sementara darah tampak keluar dari hidung dan mulutnya.
Kematian MA sontak menggegerkan karyawan hotel dan warga sekitar.
Baca juga: Nasib Imam Masjid Babak Belur Dikeroyok Gegara Tegur Anak-anak Main di Masjid, Malah Jadi Tersangka
Tak ada yang menyangka, hidup perempuan yang tiga hari sebelumnya check in bersama seorang pria itu akan berakhir tragis, ratusan kilometer dari kampung halamannya di Selayar.
Malam itu, lorong hotel mendadak ramai.
Polisi dari Polsek Rappocini datang lebih dulu, disusul Tim Dokpol Biddokkes Polda Sulsel.
Hasil pemeriksaan polisi, ditemukan kejanggalan dalam kematian korban.
Bagi tim forensik yang terbiasa menangani kasus kematian, kondisi MA dinilai tidak wajar.
Dugaan bunuh diri yang sempat muncul perlahan memudar.
Penyelidikan pun bergerak cepat.
Polisi memeriksa para karyawan hotel yang terakhir melihat korban hidup.
Dari keterangan mereka, MA diketahui check in pada 17 Mei 2026 bersama seorang pria berinisial EB (40).
Mereka menyewa kamar selama tiga hari.
Namun hingga masa sewa habis, MA tak kunjung keluar kamar.
Kecurigaan karyawan muncul.
Dari balik jendela belakang kamar, mereka melihat tubuh MA sudah tak bergerak.
Empat jam setelah jasad korban ditemukan, polisi menangkap EB di rumahnya di kawasan BTP, Kecamatan Tamalanrea, Makassar.
Ia kemudian dibawa ke Posko Resmob Polda Sulsel untuk diperiksa.
Kanit Resmob Polda Sulsel, AKP Wawan Suryadinata, mengungkapkan hubungan asmara antara korban dan pelaku telah berlangsung sekitar setahun.
Namun, hubungan itu perlahan berubah menjadi kecurigaan dan kecemburuan.
“Pelaku cemburu karena menduga korban memiliki hubungan dengan laki-laki lain,” ujar Wawan, Jumat (22/5/2026).
Rasa cemburu itulah yang diduga membuat EB gelap mata.
Saat MA tertidur, EB disebut menumbuk empat butir obat antinyeri menggunakan batu di dalam toilet kamar hotel.
Serbuk obat itu kemudian dicampur ke dalam air mineral.
Ketika semuanya siap, MA dibangunkan dari tidurnya dan dipaksa meminum air tersebut.
Tak lama kemudian, kondisi korban memburuk hingga akhirnya meninggal dunia.
Selama berjam-jam pemeriksaan, EB sempat membantah keterlibatannya.
Namun, setelah interogasi panjang, ia akhirnya mengakui perbuatannya kepada penyidik.
Pengakuan itu diperkuat melalui prarekonstruksi di lokasi kejadian.
Di hadapan polisi, EB memperagakan cara dirinya menggerus obat sebelum melarutkannya ke dalam botol air mineral.
Cemburu adalah emosi kompleks yang menimbulkan rasa curiga, marah, takut, atau terhina.
Cemburu bisa menyerang orang dari segala usia dan kerap muncul saat seseorang merasa terancam.
Emosi negatif ini bisa memengaruhi hubungan sampai merusak kesehatan mental.
Cemburu umumnya dikaitkan dengan hubungan percintaan pasangan.
Tapi, perasaan ini bisa dialami saudara kandung yang berebut perhatian orangtua, sampai sesama rekan kerja yang mencoba mengesankan atasan.
Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai apa itu cemburu, penyebab cemburu, dan cara mengatasi cemburu.
Setiap orang bisa merasakan cemburu. Rasa ini kerap muncul terutama pada hubungan percintaan.
Melansir Women's Health, cemburu berbeda dari iri. Perasaan iri muncul karena mendambakan milik orang lain.
Sementara rasa cemburu datang karena tidak ingin kehilangan atau ingin melindungi sesuatu yang dianggap berharga.
Menurut para ilmuwan, cemburu melibatkan otak bagian korteks frontal kiri. Bagian otak ini menangani emosi seperti rasa malu.
Selain itu, cemburu juga dipengaruhi kimia otak bernama dopamin. Bahan kimia ini biasanya mengendalikan kebahagiaan.
Dengan dorongan otak dan bahan kimia di otak tersebut, cemburu terbagi menjadi tiga, yakni:
Cemburu juga bisa memicu respons stres tubuh. Saat cemburu, hormon stres melonjak, tekanan darah meningkat, dan detak jantung jadi lebih cepat.
Kendati sekilas seperti emosi negatif, cemburu bukanlah perasaan yang harus ditekan.
Melansir Psychology Today, sejumlah psikolog lebih menyarankan seseorang memperhatikan perasaan cemburu.
Perasaan cemburu ini bisa menjadi sinyal, bahwa hubungan sedang bermasalah, atau butuh langkah baru untuk mendapatkan perhatian dari orang lain.
Dengan memperhatikan rasa cemburu, seseorang lebih berupaya menjaga hubungan sosial dengan orang lain.
Penelitian telah mengidentifikasi beberapa penyebab cemburu, antara lain:
Apa pun alasannya, cemburu adalah perasaan alami yang dirancang untuk menjaga suatu hubungan.
Rasa cemburu sesekali umumnya lumrah dan bisa membuat seseorang lebih menghargai suatu hubungan.
Tapi, cemburu buta atau tanpa alasan yang jelas justru bisa membuat seseorang mengalami cemas, resah, dan tidak puas dalam menjalani hubungan.
Seseorang perlu memiliki kontrol agar cemburu tidak kebablasan. Melansir Good Housekeeping, berikut cara mengatasi cemburu:
Jika sudah mencoba beberapa cara mengatasi cemburu di atas tapi cemburu justru makin parah, hal itu bisa jadi tanda hubungan sudah tidak sehat.
Terutama jika cemburu sampai memata-matai atau memantau keseharian, melontarkan tuduhan palsu, atau mengisolasi objeknya dari lingkungan sekitar.
Kondisi tersebut termasuk cemburu yang melewati batas. Saatnya mencari pertolongan tenaga kesehatan mental profesional.
(Banjarmasinpost.co.id/Tribun-timur.com)