SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Pelarian ER (40), seorang asisten rumah tangga (ART) gadungan yang nekat menguras emas batangan dan uang dolar milik majikannya di Jalan Legundi, Genteng, Surabaya, akhirnya berakhir di sel tahanan.
Wanita bertubuh tambun ini, diringkus di tempat kosnya, setelah terbukti melancarkan aksi pencurian dengan modus pura-pura melamar pekerjaan melalui grup lowongan kerja di media sosial Facebook.
Dari hasil pengembangan kepolisian, pelaku ternyata merupakan komplotan spesialis yang setidaknya sudah berhasil memperdaya dua korban di lokasi berbeda, dengan total kerugian mencapai puluhan juta rupiah.
Pelaku ER yang merupakan warga Desa Manggisan, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, Jawa Timur, ditangkap saat bersembunyi di kosannya kawasan Jalan Banyu Urip, Sawahan, Surabaya, pada Jumat (22/5/2026).
Plt Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Hadi Ismanto mengatakan, ER tepatnya ditangkap pukul 18.00 WIB, Jumat (22/5/2026).
Penangkapan dilakukan petugas setelah melakukan serangkaian tahapan penyelidikan, seperti meminta keterangan saksi, menganalisa rekaman CCTV, dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Mengenai modusnya, pelaku menawarkan diri sebagai asisten rumah tangga pada unggahan tawaran lowongan kerja yang dibuat korban melalui Facebook.
Kemudian, pelaku berlagak sebagai asisten rumah tangga berpengalaman, hingga akhirnya berhasil memperoleh kepercayaan korban, atau sang majikan untuk dipekerjakan.
Baca juga: Baru Sehari Kerja: ART di Surabaya Gasak Emas dan Dolar, Majikan Syok Lihat Get Contact Pelaku
Setelah memperoleh kepercayaan tersebut, pelaku mulai bekerja membersihkan dan merapihkan area dalam kamar rumah majikannya.
Pada momen tersebut, pelaku memanfaatkannya untuk mencuri harta benda milik korban di dalam kamar.
"Tersangka mengakui telah melakukan pencurian emas dengan cara bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Tersangka mencuri emas dan uang di kamar korban," ujar AKP Hadi Ismanto saat dihubungi, pada Minggu (24/5/2026).
Menurut Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Raditya Herlambang, ER sudah berhasil memperdaya dua orang korban.
Selain korban di Kecamatan Genteng, Surabaya, pelaku pernah beraksi di rumah warga Jalan Kedinding Lor, Kenjeran Surabaya.
Korban berinisial T mengalami kerugian hingga sekitar Rp 26 juta, pada Kamis (30/4/2026).
Baca juga: Mantan Istri Andre Taulany Laporkan Balik Eks ART, Dituduh Lakukan Aniaya karena Telat Tutup Jendela
Kemudian mengenai keberadaan barang bukti emas curian pelaku, Herlambang mengaku masih mendalami keterangan pelaku dalam proses interogasi lanjutan.
"Tersangka di Banyu Urip kos atau kontrak. Untuk motif ekonomi. Untuk emas masih belum mengaku apakah sudah dijual atau belum. Kami masih perlu pemeriksaan pendalaman," ujar Herlambang.
Di sisi lain, korban Diah Lesty (32) menceritakan, baru menyadari harta bendanya hilang dicuri, setelah menyadari gelagat aneh terduga pelaku.
Pada hari pertama bekerja membersihkan rumah, ER mendadak meminta izin untuk menjemput anaknya pulang sekolah, tepat pukul 10.00 WIB, pada Senin (20/4/2026).
Lesty lantas memberi izin istirahat sejenak, hingga menyadari ER tak kunjung kembali ke rumahnya untuk melanjutkan bekerja.
Bahkan, saat ditelepon melalui sambungan seluler dan WhatsApp (WA), nomor telepon ER tidak bisa tersambung.
"Jam 10 dia tiba-tiba izin mau menjemput anaknya. Nah, terus setelah itu dia enggak balik lagi," ujar Lesty saat ditemui di depan teras rumahnya, pada Rabu (20/5/2026).
Baca juga: Kronologi Elpiji Bocor Meledak di Trenggalek: Ibu, Anak, dan ART Kritis Dirujuk ke Surabaya
Menyadari ada gelagat yang tak beres dari ART baru, Lesty berinisiatif mencari informasi lain mengenai sosok ER melalui aplikasi pendeteksi penamaan kontak WA, bernama Get Contact.
Ternyata, nomor ER banyak dinamai oleh orang lain dengan penyebutan; pelaku penipuan.
Setelah mengetahui fakta tersebut, Lesty bergegas memeriksa kamar tempatnya menyimpan harta benda perhiasan dan uang tabungan dolar senilai sekitar Rp30-an juta.
"Uangnya dolar sih gitu itu saya juga belum hitung berapanya gitu, tapi yang jelas ya emas itu yang paling kelihatan," katanya.
Setelah memeriksa seisi kamar pribadi bersama sang suami, Lesty mendapati 10 gram emas batangan dan sejumlah uang tunai mata uang dolar tabungan keluarganya telah hilang.
Lesty menduga kuat hilangnya sejumlah harta benda tersebut, dicuri oleh ART barunya yang menunjukkan gelagat mencurigakan dan tiba-tiba kabur tanpa kejelasan.
Apalagi seingat Lesty, pada momen terakhir sebelum keluar rumah untuk izin pulang, ER sempat berlagak sibuk menyapu dan membersihkan area kamarnya, sementara Lesty saat itu sedang mengasuh anak di ruangan tengah.
"Nah, setelah saat itu akhirnya saya sadar terus cek-cek barang juga dan ternyata memang ada yang hilang. Setelah kejadian saya langsung cek CCTV dan langsung lapor Polisi dan diproses juga hari itu," ungkapnya.
Lesty menceritakan, mengenal ER melalui media sosial, setelah memasang informasi lowongan kerja lewat akun pribadinya.
ER lantas menghubungi Lesty melalui nomor WhatsApp (WA) yang tertera pada unggahan, untuk melamar pekerjaan tersebut.
"Ya memang untuk kerjanya PP (pulang-pergi) harian pulang pergi gitu. Terus habis itu baru kerja sehari ternyata dia ternyata maling gitu," jelasnya.
Baca juga: Viral Isu Pocong Begal di Malang Raya, Polisi Minta Masyarakat Kota Batu Tenang dan Tak Terpancing
Mengingat kembali perilaku ER, Lesty mengakui sebenarnya ada banyak hal ganjil yang ditunjukkan pelaku.
Sejak awal datang, pelaku selalu menghindar dan berkelit setiap kali dimintai kartu identitas (KTP).
Bukan hanya itu, ER juga menyembunyikan wajahnya, dengan mengenakan masker, kacamata hitam, serta kerudung yang menutup rapat seluruh kepalanya selama bekerja menyapu dan mengepel.
"Dia kerja pakai ketutup semua pakai kerudung, pakai kacamata, dan pakai masker selama kerja gitu, dan ternyata pelat nomor motornya juga palsu setelah diselidiki sama Polisi," ungkapnya.
Pasca-kejadian ini, Lesty mengaku lebih berhati-hati dan waspada.
"Harapannya sih buat yang mencari tenaga kerja lebih hati-hati aja dalam menyeleksi orang gitu, karena sekarang modus kejahatan itu macam-macam gitu," pungkasnya..