Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Pasar Tempel Kuripan di Jalan Dr Setia Budi, Kelurahan Kuripan, Kecamatan Teluk Betung Barat, Kota Bandar Lampung kebakaran, Senin (25/5/2026) dini hari.
Sedikitnya satu kios permanen, enam kios non permanen, dan 20 lapak pedagang terdampak dalam peristiwa kebakaran itu.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan ( Damkarmat) Kota Bandar Lampung Anthoni Irawan mengatakan, pihaknya telah memadamkan api di pasar tempel Kuripan.
"Kami menerima laporan kebakaran pada pukul 00.07 WIB. Berdasarkan keterangan petugas pasar, api diduga berasal dari termis listrik di kios milik salah satu pedagang," ujarnya Senin
Menurut dia, ada saksi mata melihat percikan api dari instalasi listrik sebelum api membesar dan merembet ke kios serta lapak lainnya.
Baca juga: Penyebab Kebakaran Hebat yang Ludeskan 5 Bedeng dan 1 Rumah, Warga Panik
Damkarmat Bandar Lampung menerjunkan sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran (damkar). Terdiri dari Unit Supply Pos Siaga, Unit Banteng Mako Tandean, Unit Supply Mako Tandean, Unit Supply Teluk Betung Timur, dan Unit Supply Kedamaian.
Sebanyak 27 personel Damkarmat Kota Bandar Lampung diterjunkan untuk melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi kejadian. "Proses pemadaman selesai sekitar pukul 02.10 WIB dengan menghabiskan enam tangki air," kata Anthoni.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun menimbulkan kerugian materiil yang cukup besar.
Antara lain satu kios permanen milik pedagang sembako, Rusli mengalami kerusakan dengan estimasi kerugian sekitar Rp15 juta.
Kemudian enam kios non permanen turut terbakar dalam kejadian itu. Empat kios di antaranya dalam kondisi terisi, sementara dua lainnya kosong.
Kios yang terdampak antara lain milik Tuti, Wisnu, Abi, dan Mbah Tria dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp 35 juta.
Tidak hanya kios, sebanyak 20 lapak pedagang juga terbakar. Dari jumlah tersebut, 15 lapak dalam kondisi terisi dan lima lainnya kosong.
Para pedagang yang terdampak mayoritas merupakan penjual sembako, ayam, ikan basah, ikan asin, hingga jagung.
Total kerugian akibat kebakaran lapak diperkirakan mencapai Rp3,75 juta berdasarkan pendataan pamong setempat.
( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )