Kepala Hantam Trotoar, Pengendara Wanita Tewas Kecelakaan Tunggal di Rajabasa
Reny Fitriani May 25, 2026 12:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Kecelakaan tunggal tewaskan pengendara motor di Jalan ZA Pagar Alam, tepatnya di seberang Ramayana Robison, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Minggu (24/5/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.

Peristiwa tersebut terjadi di jalur menuju underpass Universitas Lampung (Unila).

Korban meninggal dunia usai kepalanya menghantam trotoar jalan. 

Korban diketahui mengendarai sepeda motor Honda Vario hitam bernomor polisi BE 2968 AQT sambil membonceng seorang anak perempuan yang masih duduk di bangku kelas VI SD.

Berdasarkan keterangan saksi mata bernama Yongki, korban diduga kehilangan kendali saat melintas di lokasi kejadian.

Baca Juga: 5 Penumpang Luka Berat dalam Kecelakaan Tunggal Bus di Tol Jombang-Mojokerto

Kondisi jalan yang bergelombang dan kurang baik disebut menjadi salah satu faktor penyebab kecelakaan.

“Korban sepertinya limbung atau oleng, lalu kepalanya menghantam trotoar hingga meninggal dunia di tempat,” ujar Yongki.

Ia menambahkan, korban mengalami luka parah di bagian kepala akibat benturan keras dengan pembatas jalan.

Meski demikian, helm yang dikenakan korban tidak terlepas saat kejadian.

“Kepala korban kena trotoar, jadi bukan ditabrak atau serempetan dengan kendaraan lain,” katanya.

Usai kejadian, petugas dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Bandar Lampung langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Tiga personel polisi terlihat mengukur lokasi kecelakaan menggunakan meteran, dipimpin seorang polisi wanita berpangkat Inspektur Dua (Ipda).

Arus kendaraan dari arah Natar, Lampung Selatan menuju Tanjungkarang sempat dihentikan sementara guna memperlancar proses olah TKP.

Kanit Gakkum Satlantas Polresta Bandar Lampung, Ipda Alvira Yunita, membenarkan adanya kecelakaan tunggal tersebut.

“Untuk sementara kejadian lakalantas ini merupakan kecelakaan tunggal yang dikendarai seorang perempuan menggunakan motor Vario hitam,” terang Alvira.

Menurutnya, saat kejadian kondisi arus lalu lintas di sekitar underpass Unila terpantau ramai namun tetap lancar. Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kecelakaan.

Warga sekitar mengaku lokasi tersebut kerap terjadi kecelakaan lalu lintas, bahkan beberapa di antaranya merenggut korban jiwa.

Yongki berharap pemerintah daerah segera memasang rambu lalu lintas di kawasan tersebut untuk meningkatkan keselamatan pengendara.

“Pengendara yang masuk ke underpass Unila maupun arah kampus Unila sering bingung karena tidak ada rambu lalu lintas. Harapannya segera dipasang supaya tidak ada lagi korban jiwa,” katanya.

Pada kendaraan korban juga terlihat stiker oranye bertuliskan Pondok Pesantren Al Hidayah Pringsewu.

Benturan Keras 

Kamis (19/3/2026), lalu lintas di Bandar Lampung masih ramai. Lampu kendaraan saling bersahutan di Jalan Sisingamangaraja, Gedong Air, Kecamatan Tanjung Karang Barat. 

Orang-orang bergegas pulang, sebagian masih dalam perjalanan, mengejar waktu sebelum malam semakin larut.

Di tengah arus kendaraan itu, sebuah momen singkat berubah menjadi tragedi.

Seorang pengendara sepeda motor Honda BeAT berusaha menyeberang jalan untuk masuk ke sebuah gang.

Mungkin hanya ingin segera sampai di rumah.

Namun dari arah berlawanan, melaju seorang pengemudi ojek online yang tengah bekerja sebagai driver ojol pengantar makanan.

Jarak yang sudah terlalu dekat membuat semuanya tak terhindarkan.

“Saat itu pengendara BeAT mau menyeberang ke gang, lalu dari arah depan ada driver. Karena sudah dekat, langsung tabrakan,” kata Dimas, saksi mata di lokasi, Jumat (20/3/2026).

Benturan keras terdengar. Kedua pengendara terjatuh. Dalam hitungan detik, suasana yang tadinya biasa saja berubah panik.

Warga sekitar berlarian mendekat, sebagian mencoba menolong, sebagian lain menghubungi ambulans.

Pengendara Honda BeAT mengalami luka berat. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong.

Sementara pengemudi ojol mengalami luka serius, sempat mengeluarkan darah dari hidung, namun masih dalam kondisi sadar saat dibawa untuk mendapatkan perawatan.

Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol Alfred Jacob Tilukay, membenarkan bahwa satu korban meninggal dunia akibat luka parah yang dialaminya.

“Korban dalam kondisi kritis saat dievakuasi. Namun karena luka berat, korban dinyatakan meninggal dunia,” ujar Kombes Pol Alfred.

Kini, polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tersebut. Saksi-saksi dimintai keterangan, dan barang bukti dikumpulkan dari lokasi kejadian.

Di balik lampu jalan yang tetap menyala malam itu, tersisa satu pelajaran yang pahit, bahwa di jalan raya, satu keputusan kecil dalam hitungan detik bisa mengubah segalanya.

Polisi pun mengingatkan pengguna jalan untuk lebih berhati-hati, terutama saat menyeberang atau berbelok, agar kejadian serupa tak kembali terulang.

( Tribunlampung.co.id / Bayu Saputra )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.