Syukuran Juara Persib di Tanjungsari: Halaman Rumah Warga Laris Manis Jadi Penitipan Motor Bobotoh
Ravianto May 25, 2026 12:40 PM

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Syukuran keberhasilan Persib Bandung meraih hattrick juara BRI Super League 2025/2026, di kolam ikan milik Umuh Muchtar di Kampung Ciluluk, Desa Margajaya, Kecamatan Tanjungsari, Sumedang, Senin (25/5/2026), membawa berkah tersendiri bagi warga sekitar.

Meski Umuh Muchtar telah menyediakan area parkir khusus, banyak bobotoh memilih memarkirkan kendaraan di halaman rumah warga yang lokasinya lebih dekat dengan area acara.

Sepanjang jalan menuju lokasi kolam, motor-motor tampak terparkir rapi di pekarangan rumah warga yang disulap menjadi lahan parkir dadakan.

Warga pun mengelola parkir secara swadaya dan bergotong royong.

“Saya parkir di sini lebih dekat, lebih aman. Ke mana-mana juga bisa,” ujar Rifan, bobotoh asal Cipacing, Jatinangor, yang datang bersama tiga rekannya.

Erma Nurherlinda, bobotoh asal Tanjungsari mengatakan bahwa dia lebih memilih parkir di halaman rumah warga, tidak di lahan parkir yang telah disediakan panitian adalah supaya lebih mudah keluar-pulang.

NGAGOGO KOLAM - Ribuan bobotoh mulai memadati kawasan kolam milik bos Persib Bandung Umuh Muchtar di Kampung Ciluluk, Desa Margajaya, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Senin (25/5/2026) pagi.
NGAGOGO KOLAM - Ribuan bobotoh mulai memadati kawasan kolam milik bos Persib Bandung Umuh Muchtar di Kampung Ciluluk, Desa Margajaya, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Senin (25/5/2026) pagi. (Tribun Jabar/Kiki Andriana)

"Biar mudah keluar saja," katanya. 

Dia mengatakan bahwa kedatangannya ke lokasi syukuran itu untuk ikut memeriahkan acara.

Salah seorang warga Ciluluk RT04/13, Muhammd Giansyah (26), mengatakan pekarangan rumahnya hampir selalu dijadikan tempat parkir setiap kali Persib menggelar acara besar di kawasan tersebut.

“Setiap Persib ada acara besar, di sini selalu jadi lahan parkir karena area dekat rumah Wa Haji Umuh biasanya cepat penuh,” katanya.

Menurut Giansyah, tarif parkir yang dipatok sebenarnya hanya Rp5 ribu per motor.

Namun, warga tetap menerima berapa pun uang yang diberikan pengunjung.

“Kalau ada yang kasih Rp2 ribu bahkan Rp1.000 juga tetap diterima,” ujarnya.

Dalam sehari, sekitar 50 sepeda motor bisa masuk ke lokasi parkir miliknya.

Dari kegiatan itu, warga bisa memperoleh tambahan penghasilan hingga ratusan ribu rupiah.

“Alhamdulillah jadi penghasilan warga. Biasanya bisa lebih dari Rp200 ribu. Tahun kemarin malah lebih ramai,” katanya.

Untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung, warga juga menyediakan tempat beristirahat hingga fasilitas toilet yang bisa digunakan bobotoh.

“Kalau hujan bisa neduh di teras, WC juga bisa dipakai,” ucapnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.