Laporan Reporter TRIBUNFLORES. COM, Tari Rahmaniar
TRIBUNFLORES.COM, LABUAN BAJO-Menjelang Hari Raya Idul Adha pada Rabu 27 Mei 2026 aktivitas di kandang kambing milik Ahmad Abidin di Wae Mata, Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat semakin aktif.
Peternak kambing lokal itu sibuk memastikan ternaknya dalam kondisi sehat dan layak jual untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban masyarakat.
Berdasarkan pantauan TRIBUNFLORES.COM, Ahmad Abidin yang biasa disapa Abidin pada pukul 10.00 WITA sudah mengambil pakan untuk kambing-kambingnya dengan menggunakan kendaraan roda dua merk Beat.
Selain itu kandang kambing yang dibuat dengan material kayu dan bambu dengan model panggung.
Baca juga: SE2026, MENGURAI MASALAH DATA PARIWISATA
Bagian lantai kandang disusun berjajar agar kotoran kambing bisa langsung jatuh ke bawah dan kandang tetap higenis.
Menariknya, kambing-kambing tersebut langsung berjejer rapi menunggu makanan tiba. Kandang yang disertai dengan tempat makan dan minum itu disusun memanjang sehingga memudahkan dalam proses pemberian makanan.
Sudah lebih dari empat tahun Abidin fokus menekuni usaha ternak kambing. Berawal dari lima ekor kambing, kini jumlah indukan di kandangnya sudah mencapai belasan ekor. Ia memilih mengembangkan kambing kacang,
salah satu jenis kambing lokal yang dinilai memiliki kualitas daging lebih baik.
Menurut Abidin, kambing kacang memiliki ciri tubuh lebih kecil dibanding kambing Jawa. Namun, justru keunggulannya terletak pada kualitas daging yang lebih padat dan tulangnya lebih kecil.
“Kalau kambing Jawa memang terlihat besar, tetapi banyak tulangnya. Kambing kacang ini kecil, tetapi dagingnya lebih banyak,” ujarnya saat diwawancarai TRIBUNFLORES.COM di Labuan Bajo, Senin (24/05) pagi.
Menjelang Idul Adha, Abidin mengaku sudah menyiapkan ternaknya sejak jauh hari. Ia memang menargetkan pemeliharaan kambing selama satu tahun agar siap dijual saat musim kurban tiba.
“Sebagai peternak kambing, tentu kami menjemput pasar kurban Idul Adha. Jadi dari awal memang sudah disiapkan,” ungkapnya.
Ia mengungkapkan, permintaan kambing biasanya meningkat signifikan menjelang Idul Adha. Selain untuk kebutuhan kurban umat Muslim, kambing juga memiliki pasar tersendiri dalam berbagai kegiatan budaya masyarakat Manggarai.
Untuk menjaga kualitas ternak, Abidin rutin memperhatikan kebersihan kandang dan kesehatan kambing. Ia juga berkonsultasi dengan petugas peternakan serta memanfaatkan ketersediaan obat dan vitamin ternak yang kini mudah diperoleh di Labuan Bajo.
“Yang paling penting itu kebersihan kandang dan kesehatan ternak. Kalau kandang bersih, kambing juga sehat,” ujarnya.
Tahun ini harga kambing di kandangnya mulai dari Rp 2 juta hingga Rp 3 juta per ekor, tergantung ukuran dan kondisi ternak. Harga tersebut mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya yang masih berada di kisaran Rp 1,5 juta.
Dalam musim Idul Adha kali ini, Abidin mengaku rata-rata mampu menjual sekitar tujuh ekor kambing dengan harga rata-rata Rp 2,5 juta per ekor. Jika stok di kandangnya habis, ia juga bekerja sama dengan sesama peternak di sekitar Labuan Bajo untuk memenuhi kebutuhan pembeli.
Ia berharap ibadah kurban membawa berkah sekaligus menjadi penyemangat bagi para peternak lokal untuk terus berkembang.
“Kami sangat berterima kasih karena dengan adanya ibadah kurban, peternak juga ikut terbantu dan semakin semangat memelihara ternak,” ungkap Abidin. (Iar)