TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi dilaporkan mengalami 35 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-50 mm dan lama gempa 53.11-207.91 detik.
Selain itu tercatat pula 9 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-22 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 15.29-71.68 detik.
Hal itu berdasarkan hasil laporan BPPTKG Yogyakarta sepanjang periode pengamatan hari ini, Senin (25/5/2026), hingga pukul 12.00 WIB siang ini.
Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.
Untuk pengamatan visual, Gunung api tertutup Kabut 0-II hingga tertutup Kabut 0-III. Asap kawah nihil.
Sementara cuaca teramati berawan, angin tenang ke arah barat.
Suhu udara sekitar 21.1-24°C. Kelembaban 78-84.2 persen. Tekanan udara 874.9-919 mmHg.
Baca juga: Update Aktifitas Gunung Merapi Semalam, Terpantau 9 Kali Guguran Lava Pijar
Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
Masyarakat pun diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai bahaya lahar serta awan panas guguran (APG), terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)