Harga TBS Sawit di Banyuasin Anjlok Rp900 per Kilogram, Imbas Wacana Ekspor Satu Pintu Via BUMN
Odi Aria May 25, 2026 03:27 PM

SRIPOKU.COM, BANYUASIN- Rencana kebijakan ekspor satu pintu yang digagas Presiden Prabowo Subianto disebut berdampak langsung terhadap harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani dan pengepul.

Harga TBS yang sebelumnya stabil bahkan cenderung naik, kini dilaporkan turun drastis hingga sekitar Rp900 per kilogram dalam beberapa hari terakhir.

Seorang petani sekaligus pengepul sawit di Desa Mukut, Kecamatan Pulau Rimau, Banyuasin, Suprianto, mengatakan penurunan harga terjadi sejak adanya pernyataan terkait rencana ekspor yang akan dilakukan melalui satu pintu oleh BUMN.

“Sebelum turun, harga beli dari petani sekitar Rp2.800 per kilo dan dijual ke pabrik Rp3.200. Sekarang turun sekitar Rp900 per kilo,” ujarnya, Senin (25/5/2026).

Saat ini, harga TBS di tingkat petani disebut berada di kisaran Rp1.900 per kilogram, sementara harga jual ke pabrik sekitar Rp2.300 per kilogram.

Penurunan tersebut dinilai sangat memberatkan petani dan pengepul, mengingat sebagian besar masyarakat di wilayah tersebut menggantungkan hidup dari perkebunan sawit.

Para petani mengaku tetap menjual hasil panen meski harga turun, karena tidak memiliki sumber penghasilan lain.

Mereka juga khawatir adanya sistem sortir di pabrik dapat semakin mengurangi pendapatan.

“Namanya yang di bawah ini selalu pasrah saja. Sekarang harus hati-hati juga karena masuk pabrik ada sortiran, bisa-bisa bukan untung malah tekor,” tambahnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.