TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Masyarakat mengeluhkan kemacetan parah yang terjadi titik perbaikan Jalan Lintas Timur (Jalintim) Kilometer 75 Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan dalam satu bulan terakhir ini.
Pengendara yang melintas Jalintim sering terjebak kemacetan panjang dalam rentang waktu yang sangat lama. Rekayasa lalu lintas yang diterapkan dengan sistem buka tutup arus kendaraan sejak awal perbaikan dimulai. Namun kemacetan tidak terelakkan, baik dari arah Sorek ke Pangkalan Kerinci maupun sebaliknya dari Pangkalan Kerinci ke Sorek.
Bahkan pengendara kerap mengalami macet hingga berjam-jam yang diakibatkan oleh arus lalu lintas yang tak terkendali dari kedua arah.
Padahal kepolisian dari personil Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pelalawan telah berjibaku mengatur dan mengawal arus lalin.
Tetapi masih saja antrian panjang terus terjadi akibat banyaknya pengendara yang tidak sabar mengantri buka tutup arus kendaraan.
Kondisi ini kembali mendapatkan sorotan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pelalawan. Keluhan masyarakat akibat macet panjang dan lamanya mengantri telah banyak diterima DPRD Pelalawan.
"Kami akan jadwalkan hearing dengan para pihak terkait masalah macet dan antrian perbaikan Jalintim ini. Kita panggil kontraktornya hingga BPJN Riau," ungkap Wakil Ketua DPRD Pelalawan, Baharudin kepada tribunpekanbaru.com, Senin (25/5/2026).
Baca juga: Update Oknum Polisi Diduga Tangkap Lepas Kasus Narkotika, Kapolres Kuansing: Proses Tetap Jalan
Baca juga: Pengungsi Rohingya di Pekanbaru Mulai Meminta-minta Untuk Bertahan Hidup
Ia menyebutkan, macet panjang harusnya bisa diatasi dengan tata kelola proyek perbaikan Jalintim yang baik dari kontraktor pelaksana dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Riau yang merupakan Satker dibawah Kementerian Pekerjaan Umum.
Akses yang terganggu di Jalintim sebagai jalan nasional berdampak luas pada aktivitas perekonomian.
Dewan akan memanggilan kontraktor dari PT Global Jaya Maritimindo (GJM) pemenang tender proyek perbaikan Jalintim, BPJN Riau, Dinas PUPR Pelalawan, Dinas Perhubungan, Satlantas Polres Pelalawan dan instansi lainnya.
Untuk duduk bersama dan mencari solusi dalam mengatasi kemacetan serta antrian panjang di lokasi perbaikan Jalintim Kilometer 74 sampai ke 84.
"Kalau lalu lintas sempat lumpuh berjam-jam, dampaknya sangat parah. Perekonomian terganggu dan lain-lain, karena ini jalan nasional. Jadi kita harus cari solusi dan formulasi yang pas mengatasi macet ini," kata Politisi Partai Golkar ini.
Ketua Fraksi PAN DPRD Pelalawan, Efrizon turut menyoroti kerusakan Jalan Lingkar Timur Pangkalan Kerinci yang terjadi saat ini. Jalan itu menjadi akses lalu lintas utama dari Pangkalan Kerinci menuju Sorek dalam rekayasa buka tutup jalan.
Jalan yang berlubang dan rusak turut memperlambat arus kendaraan dalam proses buka tutup lalin.
"Seharusnya Dinas PUPR menyiagakan alat berat di sana, untuk memperbaikinya jalan yang rusak. Jadi kendaraan tetap lancar dan macet tak separah ini," ujar Efrizon.
Di sisi lain, proses pengerjaan proyek perbaikan Jalintim yang dilakukan PT GJM dinilai lamban. Progres pekerjaan rendah dalam penimbunan dan rehabilitasi jalan. Padahal kontraknya berjalan sampai tahun 2027 mendatang.
"Jangan sampai macet-macet gini berlangsung sampai tahun depan. Kasihan masyarakat, para sopir, dan warga pengguna jalan," sebut anggota Komisi III DPRD Pelalawan ini.
Kasat Lantas Polres Pelalawan, AKP Tatit Rizkyan Hanafi menyebutkan, pihaknya siaga 24 jam dalam mengatur dan mengawal antrian dan buka tutup arus lalin. Pihaknya selalu mengingatkan para pengendara agar sabar mengantri dan tidak menerobos jalur antrian yang bisa menyebabkan penumpukan dan macet panjang.
"Kami sudah terapkan penegakan hukum dengan memberikan tilang terhadap pengendara yang menerobos jalan. Personil kita siagakan di beberapa titik rawan macet," tandas AKP Tatit Rizkyan Hanafi. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)