Edukasi Humanis Polres Lamongan, Santri Pesantren Dikenalkan Teknik SAR di Perairan
Wiwit Purwanto May 25, 2026 04:32 PM


SURYA.CO.ID SURABAYA - Puluhan santri Pondok Pesantren Muhammadiyah Al Manar Sedayulawas, Brondong, Lamongan, mendapat pengalaman tak biasa saat berkunjung ke Markas Satpolairud Polres Lamongan, Senin (25/5/2026).

Mereka belajar langsung teknik keselamatan dan penyelamatan di perairan.

Kegiatan edukatif tersebut menjadi upaya Polres Lamongan membangun kesadaran keselamatan sejak dini bagi generasi muda, khususnya para santri yang tinggal di kawasan pesisir pantura dan dekat dengan aktivitas laut.

Santri Dikenalkan Tugas Polairud dan Teknik Penyelamatan

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB itu dipimpin langsung Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlurrahman bersama jajaran Satpolairud Polres Lamongan.

Baca juga: Kapal Widura 225 Perkuat Armada SAR di Banyuwangi, Ini Kelebihannya

Sebanyak 70 santri bersama ustadz, ustadzah, dan guru pendamping tampak antusias mengikuti materi yang diberikan di depan Kantor Satpolairud Polres Lamongan.

Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlurrahman mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mendekatkan institusi kepolisian kepada masyarakat, terutama kalangan pondok pesantren dan generasi muda di wilayah pesisir.

Menurutnya, wawasan mengenai keselamatan di air penting dimiliki para santri karena sebagian besar tinggal di kawasan yang dekat dengan aktivitas perairan.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memperkenalkan tugas dan fungsi Satpolairud kepada para santri, sekaligus memberikan pemahaman mengenai cara penyelamatan saat terjadi bencana serta wawasan berenang yang baik dan benar,” kata Arif.

Selain memberi motivasi agar para santri rajin belajar dan mengejar cita-cita, Kapolres juga mengajak mereka mengembangkan kemampuan dasar yang bermanfaat, termasuk keterampilan berenang.

Praktik Langsung Gunakan Peralatan Keselamatan

Kasat Polairud Polres Lamongan, AKP Guntur, bersama anggota turut mengenalkan berbagai perlengkapan keselamatan yang biasa digunakan personel saat bertugas di wilayah perairan.

Mulai dari life jacket, ring buoy, hingga alat apung lainnya diperlihatkan secara langsung kepada para santri. Tidak hanya teori, peserta juga diajari dasar-dasar penyelamatan korban di air serta praktik sederhana berenang gaya bebas dan gaya dada.

Personel Satpolairud turut memperkenalkan perahu karet yang biasa digunakan dalam operasi pencarian dan pertolongan (SAR), termasuk evakuasi saat terjadi banjir maupun kecelakaan air.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para santri aktif bertanya mengenai tugas polisi perairan hingga langkah yang harus dilakukan ketika menemukan korban tenggelam atau kondisi darurat di laut.

Guntur mengapresiasi kunjungan rombongan Pondok Pesantren Muhammadiyah Al Manar Sedayulawas yang dinilai menjadi langkah positif dalam membangun budaya keselamatan sejak dini.

Di akhir kegiatan, para santri diimbau segera meminta bantuan kepada petugas apabila menemukan situasi darurat atau kejadian yang membutuhkan pertolongan di perairan.

Kapolres berharap keberadaan Mako Satpolairud Polres Lamongan di kawasan Sedayulawas semakin dikenal masyarakat sekaligus menjadi tempat edukasi keselamatan bagi warga pesisir.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.