Hasil Uji Sampel Babi di Gianyar Keluar: 2 Positif ASF, Distan Minta Peternakan Perketat Biosekuriti
Ida Ayu Suryantini Putri May 25, 2026 04:32 PM

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Bali bergerak cepat menindaklanjuti laporan kematian ternak babi yang diduga akibat virus African Swine Fever (ASF).

Berdasarkan pengujian sementara terhadap sampel yang diambil dari area peternakan di Temesi, Kabupaten Gianyar, ditemukan adanya kasus yang terkonfirmasi positif.

Dari total enam sampel yang diperiksa, dua di antaranya dinyatakan positif virus ASF, sedangkan empat sampel lainnya menunjukkan hasil negatif.

"Yang di Temesi dari 6 sampel yang diambil 2 positif sisanya negatif dan masih proses," jelasnya pada Senin 25 Mei 2026. 

Baca juga: Puluhan Ekor Babi Mati Mendadak Jelang Panen, Virus ASF Diduga Muncul Lagi di Canggu 

Sebagai langkah konkret menekan laju penularan, pihak dinas telah mendistribusikan cairan disinfektan kepada para peternak secara gratis.

Langkah pencegahan mandiri di lingkungan kandang kini menjadi garda terdepan penanganan virus ini.

"Kalau peternak membutuhkan disinfektan untuk biodekuriti hubungi dinas pertanian kabupaten atau provinsi, ASF belum ada vaksin, " ujarnya.

Mengingat komoditas babi sangat krusial di Bali, isu merebaknya Demam Babi Afrika ini sempat memicu kecemasan di tengah masyarakat.

Baca juga: Diduga ASF, Camat Kuta Utara Badung Akui Sejumlah Babi Milik Warganya Mati Mendadak

Menanggapi situasi tersebut, Dinas Peternakan dan Perikanan Provinsi Bali mengimbau warga sekaligus para peternak agar tidak panik dan bijak dalam menyaring informasi yang beredar.

Guna memastikan kondisi riil di lapangan, Tim Teknis Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali bersinergi dengan dinas terkait di tingkat kabupaten/kota.

Tim gabungan ini telah diterjunkan langsung ke berbagai wilayah untuk melakukan monitoring dan pemeriksaan kesehatan satwa secara berkala.

Selain melakukan pemantauan medis, petugas di lapangan gencar mengedukasi peternak mengenai pentingnya standardisasi sanitasi. 

Baca juga: Gianyar Waspadai Virus ASF, Pasca 32 Provinsi di Indonesia Terserang ASF

Mengingat belum adanya vaksin komersial untuk ASF, kedisiplinan peternak dalam menjaga kebersihan kandang menjadi satu-satunya kunci utama saat ini.

Untuk meminimalkan risiko penularan di area kandang, para peternak sangat disarankan menerapkan langkah-langkah preventif berikut

Membersihkan kandang secara berkala dan melakukan penyemprotan disinfektan

Membatasi orang asing atau pengunjung yang keluar-masuk area ring satu peternakan

Memberikan pakan berkualitas dan menghindari sisa makanan (limbah dapur) yang berpotensi membawa agen virus

Memisahkan atau mengisolasi babi yang baru dibeli terlebih dahulu sebelum digabungkan dengan kawanan ternak yang lama.

Mengingat ASF kini telah dikategorikan sebagai penyakit endemis di Pulau Dewata, kewaspadaan kolektif dan kedisiplinan yang konsisten dari para peternak menjadi faktor penentu dalam memutus rantai penyebaran virus ini. (*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.