SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Jagat media sosial dihebohkan dengan aksi nekat seorang pemotor yang mengendarai sepeda motornya sendirian ke rumah sakit dalam kondisi lengan kanan terluka parah dan bersimbah darah di kawasan Jalan Dinoyo, Surabaya.
Korban berinisial RO, seorang perantau asal Lamongan yang bekerja sebagai pegawai tenant di Pakuwon Trade Center (PTC), diduga kuat menjadi korban penganiayaan oleh dua orang pria bercelurit.
Korban terluka setelah sempat terlibat aksi kejar-kejaran di jalanan yang dipicu oleh konflik pribadi.
Berdasarkan video amatir berdurasi 19 detik yang diunggah oleh akun Instagram @surabayakabarmetro, korban terlihat mengenakan kemeja lengan pendek warna hitam, celana hitam, dan bersepatu.
Korban berkendara seorang diri dengan kondisi lengan tangan kanan mengalami luka terbuka dan bersimbah darah.
Momen mencekam tersebut diduga kuat direkam oleh pengendara motor lain yang kebetulan berpapasan dan berniat membantu mengantarkan korban ke rumah sakit.
Baca juga: Viral Gangster Bersenjata Celurit Bikin Onar di Kampung Kupang Krajan Surabaya
Sepanjang jalan, perekam video sempat memberikan penjelasan singkat mengenai kronologi kejadian yang menimpa korban.
"Mohon hati-hati ada orang dibacok, ini tadi di pegadaian Dinoyo, ati-ati, ini menuju rumah sakit korbannya," ujar si perekam dalam unggahan Instagram @surabayakabarmetro yang terpantau pada Senin (25/5/2026).
Belakangan diketahui, korban berinisial RO, warga asal Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, yang sedang merantau ke Kota Surabaya.
RO sehari-hari bekerja sebagai salah satu pegawai tenant di sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Kecamatan Wiyung, Surabaya.
Hal tersebut dikonfirmasi oleh seorang saksi mata yang juga sesama pengendara, yakni MA.
Baca juga: Warga Gresik Ancam Petugas Ekspedisi dengan Celurit Gara-Gara Pinjam Charger Ditolak
"Korban bukan kerabat saya. Dia asal Lamongan yang bekerja di Surabaya. Korban RO kerja di PTC," ujar MA saat dihubungi pada Senin (25/5/2026).
MA menerangkan, dirinya melihat korban pertama kali saat menghentikan motornya di pinggir Jalan Dinoyo pada Jumat (22/5/2026) malam sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, korban sudah dalam kondisi mengalami luka bacok.
Tidak jauh dari posisi korban berhenti di bahu jalan, MA melihat dua orang mencurigakan yang tampak membawa senjata tajam diduga jenis celurit.
Kedua orang tersebut tidak bertahan lama di lokasi, dan langsung melenggang pergi meninggalkan korban yang terluka di bagian tangan.
"Saya waktu itu lewat di Jalan Dinoyo yang sepi. Tiba-tiba saya melihat di daerah sekitaran hotel Dinoyo dan toko roti, ada korban yang berlumuran darah dengan dua pelaku yang membawa celurit, terus pelaku langsung kabur setelah membacok korban, terus korban minta saya untuk langsung diantarkan di rumah sakit terdekat," terang MA.
Setelah kejadian itu, seperti yang terlihat dalam video amatir yang beredar, korban mengendarai motornya sendiri menuju rumah sakit terdekat, dengan dikawal oleh MA.
Rumah sakit pertama yang dituju adalah RS Siloam Surabaya yang berada di kawasan Gubeng, Surabaya.
Setelah mendapatkan penanganan medis awal di RS Siloam, korban kemudian dirujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya untuk mendapatkan perawatan medis lanjutan.
"Korban awalnya saya bawa di RS terdekat Siloam Gubeng. Terus dirujuk sama temannya di RSUD dr Soetomo Surabaya," jelas MA.
Baca juga: Warga Tiba-Tiba Sabetkan Celurit ke Kepala SD di Situbondo, Diduga karena Motif Cemburu
Mengenai pemicu aksi pembacokan tersebut, MA menduga insiden ini dilatari oleh perseteruan atau permasalahan pribadi.
Korban diduga kuat sudah mengenal para pelaku, karena beberapa waktu sebelumnya kedua belah pihak disinyalir sempat terlibat masalah.
Pada malam kejadian, pelaku diduga mengajak korban untuk bertemu guna menyelesaikan masalah di jalanan sepi di belakang Mal Marvel City, Jalan Upa Jiwa, Kota Surabaya, tamun ternyata pelaku datang dengan membawa senjata tajam.
Melihat hal itu, korban sontak kabur dan menggeber kencang sepeda motornya menyusuri Jalan Ngagel menuju ke arah utara.
Aksi kejar-kejaran pun terjadi di antara kedua belah pihak, hingga akhirnya pelaku berhasil membacok korban di Jalan Dinoyo dan mengakibatkan luka robek parah pada tangan korban.
"Iya pertama ngajak duel dibelakang Marvel City. Terus korban lari sampai akhirnya kena di Dinoyo situ," kata MA.
Setelah korban mendapatkan penanganan medis, MA menambahkan peristiwa ini langsung dilaporkan ke markas kepolisian setempat sesuai dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP).
"Pertama dilaporkan oleh security Siloam di Polsek Gubeng, tapi ternyata TKP-nya ikut di Polsek Tegalsari akhirnya teman korban melaporkan di Polsek Tegalsari," pungkasnya.
Di sisi lain, seorang juru parkir di sekitar Jalan Dinoyo bernama Adi mengaku baru mengetahui adanya peristiwa penganiayaan tersebut, setelah melihat video amatir yang viral di media sosial.
Adi mengatakan, dirinya tidak mengetahui pasti saat peristiwa itu terjadi, padahal ia menjaga lahan parkir di sekitar lokasi hingga pukul 23.30 WIB.
Baca juga: Emosi saat Moshing Sabetkan Celurit, 5 Pengeroyok Personel Band Underground di Kota Batu Ditangkap
"Saya baru tahu kejadian ini. Tapi saya kemarin jaga ya sampai malam, ya jam 11-an malam. Tapi ya gak tahu kejadian tersebut. Ini kayaknya pemotor menuju ke arah Pasar Keputran," ujar Adi saat ditemui di lokasi kejadian.
Upaya konfirmasi guna mencari titik terang kasus ini telah dilakukan kepada Kapolsek Tegalsari Polrestabes Surabaya Kompol Pandhu Andhika Bimantara beserta Kanit Reskrimnya, Iptu Rasyad Risqy Revianta.