Peristiwa misterius dan aneh terjadi di sebuah rumah warga di daerah Sleman, Yogyakarta.
Rumah warga yang berada di daerah Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini berkali-kali mengalami kebakaran.
Dalam kurun waktu dua hari, sejumlah perabotan di rumah mendadak terbakar secara bergantian.
Fenomena ini sempat membuat pemilik rumah bingung dan takut.
Sampai akhirnya mereka mengetahui penyebab terjadinya kebakaran yang berulang kali.
Perabotan rumah yang bergantian terbakar ini disebabkan oleh kebocoran gas metana yang berasal dari saluran septic tank.
Rumah tersebut kini dipasangi garis polisi melintang di bagian depan.
Bekas jilatan api yang menghitam masih terlihat di salah satu sudut rumah.
Tim Gegana Polda DIY, unit Inafis, hingga petugas pemadam kebakaran siaga di lokasi kejadian untuk melakukan penanganan.
Menurut penuturan sang pemilik rumah, Mutfiana, rangkaian teror kebakaran misterius terjadi sejak (23/5/2026).
Peristiwa perdana muncul sekitar pukul 00.00 WIB tengah malam.
"Kejadiannya itu mulai Sabtu jam 12 malam. Pertamanya itu ada kain, terus tahu-tahu jam 12 malam itu muncul api (kain terbakar) lumayan gede," ujar Mutfiana saat ditemui di lokasi kejadian, Minggu (24/5/2026).
Hanya selang beberapa jam, percikan api kembali muncul dan menghanguskan bebrapa perabotan.
Tak hanya di satu titik, percikan api muncul di beberapa lokasi yang berbeda.
"(Ada) 11 kejadian itu. Terus yang paling besar di sofa itu jam 2.30 WIB sore itu sampai ternit, padahal itu tingginya empat meter. Ada lagi, ada lagi, sampai subuh tadi," lanjut Mutfiana.
Bahkan saat mengira situasi sudah aman, percikan api dilaporkan kembali muncul pada Minggu (24/5/2026) pagi sekitar pukul 10.00 WIB.
"Ini tadi sekitar jam 10 WIB itu muncul api lagi," tuturnya.
Kebakaran misterius yang terjadi di sebuah rumah di Sleman menghanguskan sejumlah perabotan penting di dalam rumah.
Sofa ruang tamu, daun pintu, hingga kasur di kamar dilaporkan rusak parah akibat kobaran api yang diduga berasal dari kebocoran gas metana.
Peristiwa ini menjadi pengalaman yang tak pernah dibayangkan sebelumnya oleh keluarga korban.
"Saya baru kerasa bau gas itu tadi pagi, kemarin-kemarin enggak. Kalau masuk rumah rasanya pusing, mata pedih. Memang sudah terkonfirmasi septic tank ada bocor. Dari Gegana sudah mengecek memang ada kebocoran di situ," jelasnya.
Mutfiana mengaku kondisi di dalam rumah sempat membuat penghuni merasa tidak nyaman karena aroma gas yang menyengat hingga menyebabkan pusing dan mata terasa perih.
Setelah dilakukan pemeriksaan, kebocoran pada septic tank akhirnya terkonfirmasi oleh tim terkait.
Sementara itu, Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro menyebut Tim Inafis bersama Tim Gegana Satbrimob Polda DIY telah melakukan penyelidikan mendalam di lokasi kejadian untuk memastikan penyebab kebakaran.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan Tim Gegana Polda DIY, kebakaran dipicu adanya kebocoran gas metana dari septic tank yang saluran pembuangan gasnya tidak sesuai standar, sehingga gas masuk ke dalam rumah dan memicu kebakaran," ujar Iptu Argo Anggoro dalam keterangan tertulisnya, Minggu.
Iptu Argo Anggoro menjelaskan, hasil pendataan menunjukkan sejumlah barang di dalam rumah mengalami kerusakan akibat terbakar, mulai dari pintu kamar mandi, handuk, kursi ruang tamu, sebagian kasur, hingga kain yang berada di area toilet.
Dari hasil penelusuran, sumber persoalan diduga berasal dari tingginya kandungan gas metana di dalam septic tank rumah tersebut.
Gas itu disebut muncul akibat bercampurnya limbah rumah tangga dengan limbah pemotongan ayam yang dibuang ke saluran yang sama.
Kondisi tersebut membuat produksi gas metana menjadi lebih pekat dan berpotensi memicu kebakaran secara tiba-tiba.
"Tim Gegana menyarankan agar septic tank segera dibongkar dan dilakukan penggantian pipa pembuangan sesuai standar keamanan, mengingat septic tank tersebut digunakan untuk limbah rumah tangga sekaligus limbah pemotongan ayam," terangnya.
Setelah dilakukan penanganan lanjutan hingga pukul 12.00 WIB, petugas memastikan situasi sudah dalam kondisi aman.
Argo menyebut alat pendeteksi yang digunakan petugas tidak lagi menemukan adanya kebocoran gas metana di area rumah tersebut.
Meski begitu, kepolisian tetap meminta masyarakat untuk lebih waspada terhadap sistem pembuangan limbah di lingkungan rumah masing-masing.
"Kepolisian mengimbau kepada masyarakat agar lebih memperhatikan standar keamanan instalasi septic tank dan saluran pembuangan gas guna mencegah terjadinya kebakaran maupun ledakan yang dapat membahayakan keselamatan jiwa dan harta benda," katanya.