Perempuan yang Terjaring Razia Pekat di Tanahbumbu Bakal Dibekali Pelatihan Kerja
Ratino Taufik May 25, 2026 06:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Tanah Bumbu melalui UPTD PPA berkomitmen memberikan masa depan baru bagi warga yang terjaring razia pekat. 

Langkah nyata ini diwujudkan melalui program pendampingan dan pembinaan jangka panjang yang berorientasi pada kemandirian ekonomi.

Langkah humanis ini diambil menyusul temuan Satpol PP dan Damkar saat operasi penegakan perda di sejumlah hotel dan penginapan.

Dalam operasi tersebut, petugas mendapati satu pasangan bukan suami istri yang masih di bawah umur di dalam kamar, serta seorang perempuan yang diduga sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK).

Kepala UPTD PPA DP3AP2KB Tanah Bumbu, Irma Silviyana menjelaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam dan langsung melakukan langkah cepat, sebagai langkah awal untuk mengambil tindakan yang tepat, pihak UPTD PPA terlebih dahulu melakukan asesmen mendalam kepada mereka yang terjaring.

Berdasarkan hasil asesmen tersebut, tindakan yang diambil untuk pasangan anak di bawah umur adalah melakukan pemantauan intensif. 

Baca juga: Gaji Tidak Dibayar 3 Bulan, Karyawan BPP Site Tanjung Gelar Aksi Damai di Kantor DPRD Tabalong

Langkah ini dipilih mengingat mereka masih berstatus sebagai pelajar, di mana proses pendampingannya juga melibatkan koordinasi erat dengan orang tua masing-masing.

Sementara itu, pendekatan yang sangat solutif disiapkan untuk perempuan yang diduga PSK, dimana pihak UPTD PPA berencana menyelamatkan masa depan mereka dengan berkolaborasi bersama Dinas Ketenagakerjaan melalui berbagai program pelatihan keterampilan yang tersedia.

“Misalnya menjahit kah, atau pelatihan lain, agar mereka memiliki skil yang bisa digunakan untuk mencari uang,” papar Irma Selviana, Senin (25/5/2026).

Irma juga menambahkan, terkait langkah pencegahan ke depan, pihaknya akan bergerak masif sesuai dengan arahan Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latig. 

Sosialisasi pencegahan bakal digencarkan, khususnya dengan menyasar sekolah-sekolah agar para remaja mendapatkan pemahaman yang benar dan terhindar dari pergaulan bebas.

Upaya pemulihan ini menjadi sangat krusial mengingat tren kasus perempuan dan anak yang ditangani UPTD PPA Tanah Bumbu terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. 

Tercatat pada tahun 2024 terdapat 25 kasus, melonjak menjadi 40 kasus pada 2025, dan per Mei 2026 ini saja sudah menyentuh angka 26 kasus. 

Menurut Irma kenaikan pada angka tersebut antara lain disebabkan masyarakat sudah mengetahui kemana harus melapor.

“Memang dari tahun-tahun sebelumnya naik, dari tahun 2024 (25) - 2025 (40) terhitung Mei 2026 (26) kasus,” katanya kepada BanjarmasinPost.

Irma menegaskan bahwa penanganan dari setiap kasus memang berbeda-beda, pihaknya memastikan penanganan yang diberikan akan selalu disesuaikan dengan hasil asesmen agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan mampu memulihkan kehidupan korban. (Banjarmasinpost.co.id/muhammad fikri syahrin)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.