BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Transformasi kota ramah lingkungan di Jepang menjadi salah satu pelajaran utama yang ingin dibawa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melalui program KKN Internasional 2026.
Sebanyak 18 mahasiswa ULM resmi dilepas untuk mengikuti student mobility di Kitakyushu University selama dua pekan, pada 31 Mei sampai 9 Juni 2026.
Program yang berlangsung di Prefektur Fukuoka, Jepang itu bukan hanya pertukaran mahasiswa. ULM ingin menjadikan pengalaman di Kitakyushu sebagai pijakan awal pengembangan kampus berwawasan di lingkungan sekaligus memperkuat internasionalisasi perguruan tinggi.
Wakil Rektor Bidang Akademik ULM, Iwan Aflanie mengatakan, mahasiswa akan belajar langsung mengenai Kitakyushu yang sebelumnya pernah mengalami krisis lingkungan hingga kini dikenal memiliki ekosistem kota yang nyaman, aman, dan berbasis keberlanjutan.
“Selain meningkatkan target hub internasional, mahasiswa juga akan belajar budaya dan mendalami semangat perjuangan transformasi dari Kitakyushu yang pernah mengalami krisis lingkungan hingga memiliki ekosistem yang sangat aman dan nyaman,” ujarnya, Senin (25/5/2026).
Menurut Iwan, program ini juga menjadi bagian dari penguatan Sustainable Development Goals (SDGs) yang kini menjadi salah satu indikator penting perguruan tinggi.
Baca juga: Gaji Tidak Dibayar 3 Bulan, Karyawan BPP Site Tanjung Gelar Aksi Damai di Kantor DPRD Tabalong
Ia menyebut, program ke Jepang terseb itu merupakan pilot project internasionalisasi ULM setelah sebelumnya memberangkatkan 16 mahasiswa ke Malaysia.
Ke depan, ULM menginisiasi berbagai program lanjutan, seperti visiting professor, lecture exchange, student exchange, research collaborative, hingga pembentukan kelas internasional.
Sementara itu, Ketua MBKT ULM Indira Fitriliyani menjelaskan, pemilihan Kitakyushu University dilakukan karena relevansinya dengan fokus pengembangan lingkungan berkelanjutan.
Kitakyushu dikenal sebagai kota dengan sistem pengelolaan zero waste yang dinilai dapat menjadi contoh bagi pengembangan lingkungan kampus di ULM.
“Ini sebagai upaya kita menemukan contoh dan kerja sama ke depan untuk pengelolaan zero waste di lingkungan ULM,” katanya.
Indira menambahkan, proses seleksi peserta telah dimulai sejak akhir 2025 melalui program Englist Course. Setelah memperoleh sertifikat, mahasiswa mengikuti tahap pendaftaran pada Februari 2026 dan seleksi wawancara pada Maret 2026.
Selain memperluas wawasan internasional, program tersebut diharapkan menjadi ruang pertukaran budaya sekaligus memotivasi mahasiswa agar lebih percaya diri mengejar peluang beasiswa luar negeri, khususnya di Jepang.
“KKN Jepang adalah upaya kita menjadikan ULM tidak hanya berdampak di tingkat regional, tapi juga internasional,” tambah Indira.
Sebanyak 18 mahasiswa yang diberangkatkan berasal dari berbagai fakultas, yakni FMIPA, Pertanian, Teknik, Kehutanan, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, FISIP, Ekonomi dan Bisnis, serta FKIP.
Mereka akan menjalani rangkaian kegiatan akademik dan pengabdian masyarakat bersama mitra kampus di Jepang selama hampir dua pekan.
Berikut nama-nama mahasiswanya:
(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)