BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby menyampaikan sejumlah poin penting dalam acara High Level Meeting (HLM) di Banjarbaru, Kalimantan Selatan pada Senin (25/5/2026).
Kegiatan di Aula Gawi Sabarataan ini diikuti tiga tim strategis daerah sekaligus, yakni Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).
Dalam kesempat itu, Wali Kota mengampaikan tujuh intruksi kepada TPID, TPAJD, TP2DD dan instansi terkait. Antara lain, antisipasi Inflasi jelang Iduladha 1447 H dengan memperkuat koordinasi dan sinergi antarinstansi dalam menjaga stabilitas harga dan pengendalian inflasi daerah.
Kedua, persiapan menuju Kota Penghitung Inflasi 2028 yakni meningkatkan kualitas pemantauan, pengolahan, dan pelaporan data Indeks Perkembangan Harga (IPH) secara akurat.
Ketiga, optimalisasi ketahanan pangan dan pasar murah dengan mendorong pelaksanaan operasi pasar secara optimal, memperluas Kerja Sama Antar Daerah (KAD), serta memperkuat ketahanan pangan daerah agar keterjangkauan harga dan ketersediaan pasokan di pasar tetap terjaga.
Keempat, percepatan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) di Seluruh SKPD dengan mewajibkan penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD/KKI) serta penerapan SP2D Online pada seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Banjarbaru.
Kelima, efesiensi dan transparansi keuangan daerah dengan memastikan roda digitalisasi transaksi daerah berjalan efektif, transparan, dan akuntabel. Digitalisasi ini ditargetkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mengefisiensikan pengelolaan keuangan daerah.
Keenam, perluasan akses keuangan bagi UMKM dan Pelajar yaitu memperluas jangkauan akses keuangan masyarakat lewat penguatan program literasi dan inklusi keuangan. Sektor yang menjadi fokus utama adalah kalangan pelajar, pelaku UMKM, serta masyarakat berpenghasilan rendah.
Ketujuh, kolaborasi pertumbuhan ekonomi eerkelanjutan denga mendorong kolaborasi aktif dari seluruh pemangku kepentingandalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat demi terciptanya pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif serta berkelanjutan.
Dalam momen pertemuan ini, Lisa Halaby mengingatkan kepada seluruh jajaran untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga amanah, memperkuat sinergi, dan meningkatkan kualitas kinerja sesuai peran masing-masing instansi.
“TPID, TP2DD, dan TPAKD memiliki keterkaitan erat yang tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Muaranya sama, yaitu membangun ekosistem ekonomi daerah yang modern, sehat, inklusif, dan berdaya saing,” katanya.
Wali Kota berharap forum HLM ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan mampu menghasilkan langkah nyata penguatan koordinasi antarinstansi untuk mendukung stabilitas serta pertumbuhan ekonomi yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (AOL)